
Ari masih sangat shock setelah apa yang baru saja dia dengar. Dia yang datang akan memberikan kejutan malah seperti diberikan kejutan. Tetapi dia tidak mau percaya begitu saja kepada tetangga Iin itu. Dia ingin melihat sendiri apakah benar Iin yang sedang mengandung 7 bulan itu.
Yang menjadi pertanyaan Ari adalah siapa suami Iin?
Apakah kembali kepada mantan suaminya dulu?
Kenapa tidak bisa menunggunya sebentar saja?
Itu yang selalu ada dipikiran Ari. Tanpa berpikir panjang akhirnya Ari segera kembali naik ke sepeda motornya tidak lupa dengan menggunakan helm yang ditutup kacanya supaya tidak ada yang mengenalinya. Dia akan lewat depan rumah Iin untuk melihat apakah benar Iin sedang hamil.
Ari pun segera menjalankan sepeda motornya dengan pelan dan fokus melihat ke dalam rumah Iin. Begitu sampai di depan rumah Iin benar saja, Ari melihat Iin yang sedang melaksanakan tradisi mitoni. Dan terlihat olehnya perut Iin yang memang besar yang menandakan bahwa dia sedang mengandung. Tetapi Ari tidak bisa melihat suami ataupun lelaki yang mendampingi Iin saat itu. Ari berpikir mungkin suaminya sedang dibelakang atau dimana sehingga tidak bisa terlihat dari luar rumah.
Setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Iin tengah mengandung, hancur sudah hati Ari. Dia segera melajukan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Dia tidak tahu akan kemana karena hatinya saat ini sedang hancur. Kemudian Ari sengaja pergi ke taman yang biasanya menjadi saksi dimana Ari dan Iin sering bertemu.
Begitu sampai di taman, Ari segera turun dari sepeda motor dan dia duduk dibangku yang ada di taman tersebut. Ari menangis sejadi-jadinya. Dia merasa benar-benar kehilangan. Ari tidak malu untuk menangis meskipun dia seorang pria, karena memang pada saat ini keadaan taman sedang sepi.
__ADS_1
Ari segera berdiri dari duduknya, dia merentangkan kedua tangannya dengan kepala menegadah ke langit.
"IIN KENAPA KAMU TEGA KEPADAKU!
TIDAK BISAKAH KAMU SABAR MENUNGGUKU!
SEMUA USAHA YANG AKU LAKUKAN KEPADAMU SEAKAN SIA-SIA!" teriak Ari.
Setelah berteriak, Ari segera merosot duduk ditanah tanpa alas apapun. Dia kembali menangis merenungi kisah percintaannya.
...****************...
Setelah melakukan semua prosesi yang ada, entah kenapa Iin selalu ingin sekali keluar rumah. Ketika sampai diluar rumah dia melihat kanan kiri tapi tidak ada siapa-siapa, hanya ada tetangga, kerabat dan teman yang dia kenal. Tetapi dia tetap ingin berada diluar.
"Kenapa ya kog perasaan aku pengen diluar terus? Tapi tidak ada siapa-siapa diluar." batin Iin dengan mengelus-elus perutnya.
__ADS_1
...****************...
Yudi sudah mendapat kabar bahwa hari ini mantan istrinya mengadakan syukuran 7 bulanan. Dan sebenarnya dia diundang untuk menghadiri syukuran tersebut. Mau bagaimanapun Yudi pernah menjadi bagian dari keluarganya jadi mereka tidak mau memutuskan tali silaturahmi yang ada.
Tetapi Yudi meminta maaf karena tidak bisa datang di hari H, dengan alasan banyak pesanan yang harus dia selesaikan. Padahal kalau boleh jujur, Yudi cuma tidak nyaman saja datang ketika ada banyak orang. Dia tidak mau semakin menjadikan bahan pembicaraan bagi orang lain. Yudi memilih datang esok harinya.
...****************...
Tetap semangat 💪
Mampir kak di karya aku yang lain 👇
Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1