
Sambil Iin makan, Ari kembali mengutarakan keinginannya untuk menikah dengan Iin.
"Mah, kan uda resmi cerai ni. Kapan kita meresmikan hubungan kita? Aku uda gak sabar pengen cepet nikahin kamu!" kata Ari dengan serius sambil menghadap Iin.
Iin melihat jauh ke dalam mata Ari, disana tidak terlihat kebohongan dan keraguan sama sekali dalam mengatakan itu semua.
Iin menghela nafas pelan.
"Ya sabar dulu pah, paling gak nunggu Mas Yudi keluar dulu dari penjara karena dia kan belum tahu kalau perceraiannya sudah dikabulkan. Lagian ini kan juga Aldi masih sakit trus aku juga harus pelan-pelan kasih tahu ke dia tentang semua keadaan ini." ungkap Iin dengan meraih tangan Ari untuk digenggamnya.
"Sabar ya aku gak kemana-mana kog." ucap Iin kemudian, dia dengan segera mengarahkan tangan Ari untuk diciumnya.
__ADS_1
Ari hanya menanggapi dengan tersenyum, karena benar juga apa yang dikatakan Iin. Nanti malah takutnya orang-orang menuduh Ari sebagai pebinor karena sudah membuat rumah tangga Iin dan Yudi berantakan. Padahal mereka sama-sama mau dan sama-sama suka.
Ditengah-tengah Iin makan dan Ari sedang bermain ponsel, karena dia sudah makan sebelum datang ke rumah sakit. Aldi terbangun karena mendengar suara ibunya yang sedang berbicara dengan seseorang. Tetapi Aldi tidak tahu orang itu siapa. Dan Aldi juga bukan anak kecil lagi yang bisa dibohongi ketika mendengar semua obrolan kedua orang tersebut.
Aldi yang sudah terbangun tapi kembali pura-pura untuk tidur lagi. Dia bisa mendengar jelas apa saja yang mereka obrolkan. Seketika seperti ada ribuan pisau yang menusuk hatinya. Jadi selama ini ibu yang dia kira benar-benar menyayangi ayahnya ternyata berselingkuh. Padahal ayahnya sudah banyak berkorban untuk ibunya, sampai kerja jauh pun dilakukan hanya untuk membuat dia dan ibunya bahagia. Tetapi semua yang dilakukan ayahnya seakan percuma saja, karena ibunya ternyata tidak pernah menghargai itu.
Baru kemarin dia mendengar kebenaran tentang ayahnya dan itu sudah membuat dia down, apalagi sekarang ditambah lagi kebenaran yang tidak dia sangka-sangka selama ini.
Aldi hanya bisa menangis dalam diam. Dia akan melihat sampai sejauh mana ibunya tega melakukan itu semua.
...****************...
__ADS_1
Setelah sampai di penginapan, mereka segera menuju kamar yang sudah mereka pesan lewat online sebelumnya.
Karena jaman sekarang kita dimudahkan dalam segala hal. Tidak perlu repot-repot mengantri dulu, tetapi ketika ada ponsel dan internet yang memadai maka semua bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.
Setelah keduanya sampai di dalam kamar, Yanuar segera merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Berbeda dengan Linda, dia lebih memilih membuka semua tirai yang ada agar suasana didalam kamar lebih terang. Karena kamar yang mereka pesan menghadap ke pantai, jadi ketika tirai dibuka maka pemandangan pantai yang indah yang lebih dulu terlihat.
Dan mengetahui itu senyum dibibir Linda semakin merekah, tetapi di detik selanjutnya dia seketika termenung. Entah kenapa tiba-tiba saja dia teringat dengan Yudi. Apa kabar dia sekarang? Sudah keluar kah dari penjara dia sekarang? Itu yang ada dipikiran Linda saat ini.
...****************...
Tetap semangat terus berkarya 💪
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kakak 🙂
Like, komen dan hadiahnya 🙏