
Seakan tahu dengan kekecewaan Weni, Yudi pun segera memeluknya dari samping dan mencium pelipisnya. Weni hanya diam saja tidak merespon sama sekali apa yang dilakukan oleh Yudi.
"Mas cuma gak mau merusak kamu dulu dek sebelum kamu beneran SAH jadi milik mas." kata Yudi dengan serius.
Weni segera menoleh dan melihat kesungguhan dimata Yudi dan dia tidak menemukan kebohongan sama sekali disana.
"Makanya kan tadi Mas tanya, kamu mau gak menikah dengan Mas? Tapi ya gitu, Mas duda sudah punya anak 1 Mas tidak bisa menjanjikan selalu ada kebahagiaan antara kita tapi mas berjanji akan selalu berusaha membahagiakan kamu..."
Belum selesai Yudi berbicara, Weni sudah menghambur kepelukan Yudi dan menangis. Dia merasa bersyukur ditemukan dengan lelaki seperti Yudi, dan dia berdoa semoga Yudi menjadi jodohnya.
Yudi merasa bingung kog Weni menangis apa karena perbuatan yang dia lakukan tadi.
"Kog nangis Dek? Maaf Mas uda nglakuin hal yang seharusnya tidak Mas lakukan." lirih Yudi dan semakin memeluk Weni dengan erat.
Tetapi Weni menggelengkan kepalanya.
"Aku mau Mas.. Aku mau menikah dengan Mas Yudi!" kata Weni dengan sesenggukan dengan masih menempelkan wajahnya di dada Yudi.
"Terima kasih banyak Dek sudah mau terima Mas apa adanya." bisik Yudi ditelinga Weni dan mengecup pucuk kepala Weni dengan sayang.
__ADS_1
...****************...
Iin hanya bisa melihat kepergian Ari dengan rasa perih. Dia yang seharusnya bahagia karena ternyata Ari sudah kembali tetapi justru merasa sakit dengan kembalinya Ari.
Setelah puas menangis dan menenangkan diri, Iin pun menghubungi Sari untuk minta dijemput karena dia sudah merasa lelah hati dan semuanya. Dan Sari pun memang sudah terbiasa dihubungi Iin untuk minta dijemput, karena dia sendiri yang meminta Sari takut kalau Iin mengendarai sepeda motor sendiri akan membahayakan kandungannya.
Begitu Sari tiba ditaman, segera dia menghampiri Iin yang sebelumnya sudah memberikan letak lokasi Iin berada. Sari melihat mata kakaknya yang sembab dia menjadi khawatir takut telah terjadi sesuatu kepada kakaknya itu.
"Mbak Iin kenapa?" tanya Sari panik dan segera duduk disebelah Iin.
Iin tidak menjawab pertanyaan Sari justru dia malah memeluk Sari dengan erat dan kembali menangis. Sari semakin dibuat panik olehnya.
"Mas Ari Sar... Mas Ari!" lirih Iin.
"Mas Ari kenapa Mbak?"
"Mas Ari sudah kembali."
"Sudah kembali? Trus dimana dia sekarang?" tanya Sari sambil menengok kanan dan kirinya tapi tidak menemukan siapa-siapa.
__ADS_1
Akhirnya setelah merasa sedikit lega, Iin pun menceritakan pertemuannya kembali dengan Ari. Bagaimana Ari mengacuhkannya setelah tahu bahwa dirinya hamil.
"Ya sudah kalau begitu sekarang kita pulang dulu aja Mbak, takutnya nanti dimarahi Ibu kalau kita pergi lama-lama." Sari memberi saran kepada Iin dan segera mereka pulang.
Tetapi selama diperjalanan, Sari menghubungkan cerita Iin tentang Ari. Bagaimana Ari mengacuhkannya setelah tahu bahwa Iin hamil dan juga se0hari setelah acara syukuran Iin yang keluar rumah karena merasa ada Ari diluar sedangkan saat itu ada Yudi dirumah mereka. Sari merasa bahwa pasti Ari salah paham. Ari pasti mengira bahwa kakaknya sudah menikah lagi dengan Yudi. Tetapi Sari tidak menceritakan itu semua dahulu kepada Iin, agar tidak membebani pikiran sang kakak.
"Aku harus mencari tahu apakah benar Mas Ari salah paham dan mencoba menjelaskan semua." batin Sari.
...****************...
3 bab kak 🙏
Tetap semangat 💪
Mampir kak dikarya lainya 👇
Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1