
Keesokan harinya seperti janji Yudi, dia akan datang untuk memenuhi undangan keluarga Iin. Yudi datang sendiri, kedua orang tuanya tidak ikut serta karena selain memang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, mereka juga kecewa dengan keluarga Iin terlebih kepada Iin sendiri. Sehingga kedua orang tuanya memutuskan tidak mau datang.
Tetapi Yudi sebagai orang yang memiliki perasaan dia tidak memberikan alasan yang sesungguhnya kepada mantan mertuanya. Tetapi dia lebih bisa menjaga perasaan keduanya sehingga tidak ada yang merasa tersakiti.
Ketika Yudi datang, sudah sedikit orang-orang yang masih berada disana. Hanya keluarga inti saja yang masih terlihat. Dan Yudi tidak mempermasalahkan itu, karena sebenarnya keluarga besarnya tidak memandang rendah kepadanya. Mereka menyambut dengan sukacita, bahkan jika boleh memilih mereka sebagian besar menginginkan jika Iin dan Yudi kembali menikah. Tapi kembali lagi tidak semua orang mau bertanggung jawab atas apa yang tidak dia lakukan.
Iin, Yudi, Sari, Ibunya Iin juga sebagian keluarganya saat ini sedang berada di ruang tamu. Mereka membicarakan hal yang santai bahkan terkadang diselingi tawa disemuanya.
...****************...
Ari yang masih terpuruk, dia merasa belum yakin dan belum bisa menerima keadaan bahwa Iin sedang mengandung dan tentu saja sudah menikah, pikirnya.
Ari ingin sekali lagi lewat di depan rumah Iin untuk memastikan siapa laki-laki yang sudah menikah dengan Iin. Dan Ari yakin bahwa pasti masih banyak orang yang berada di rumah Iin, dan Ari yakin bahwa salah satunya adalah suami Iin yang baru.
__ADS_1
Setelah memastikan segala sesuatu yang dibutuhkan, akhirnya Ari mengendarai sepeda motornya untuk menjalankan misinya. Tidak lupa dia memakai jaket dan juga helm yang fullface nya.
Ari segera menuju ke rumah Iin. Dan ketika sampai di depan rumah Iin dia sengaja berhenti sebentar untuk memastikan siapa suami Iin.
Begitu dia berhenti, sekilas dia melihat Yudi yang sedang tertawa bersama dengan keluarga besarnya dan juga Ari melihat Iin juga melakukan hal yang sama. Meskipun Iin duduk agak jauh dari Yudi tapi Ari tetap melihat bahwa ada Yudi disana.
Seketika Ari kembali merasa hancur harapannya benar-benar hilang. Dengam segera dia melajukan sepeda motornya untuk pergi dari rumah Iin.
Karena dia keluar seakan terburu-buru sehingga membuat Sari mengejarnya.
"Kenapa Mbak? Ada apa?" tanya Sari panik.
"Itu Sar, Mbak kog kayaknya lihat Mas Ari ya?" jawab Iin masih dengan melihat ke kanan dan kiri siapa tahu laki-laki yang dia cari kembali lagi. Tetapi nihil dia tidak menemukan siapa-siapa disana.
__ADS_1
"Mas Ari? Mas Ari yang itu?" tanya Sari juga ikut melihat ke kanan dan kiri.
"Iya. Tapi kog gak ada ya Sar?"
"Mungkin Mbak salah lihat. Ya sudah ayo masuk lagi aja. Kalau memang itu bener Mas Ari pasti dia balik ke sini lagi." saran Sari sambil mengajak Iin untuk masuk ke dalam rumah kembali. Dan Iin pun mengikuti saran Sari.
...****************...
Tetap semangat 💪
Maaf kak agak slow up soalnya kehidupan nyata lagi riweh 🤭
Jangan lupa like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1