
Setelah dengan susah payah berhasil menemukan sapu, karena keadaan yang cukup gelap jadi susah untuk mencari keberadaan sapunya.
Linda berjalan ke arah pintu dan mencoba membuka knop pintu dengan perlahan tanpa menimbulkan bunyi.
Ternyata tidak dikunci, dan dia semakin takut untuk terus masuk ke dalam rumahnya sendiri.
Tapi ketika dia akan berbalik badan keluar lagi di halaman rumah, dari dalam rumah Yanuar menyalakan semua lampunya sambil berkata.
"surprise....!!!"
Yanuar sebenarnya mengamati istrinya yang jalan mengendap-endap sambil membawa sapu, dia sampai menahan tawanya supaya tidak keluar begitu saja. Dan dia merasa senang ketika berhasil menjahili istrinya.
Dari tempatnya berdiri Linda terlonjak kaget, dan secara reflek melempar sapunya ke arah Yanuar dan hampir mengenai wajahnya.
"Aduh..yank kog dilempar ke aku sih sapunya? Kotor kan jadinya baju ku. Mana udah cakep-cakep gini lagi." gerutu Yanuar sambil mengelap wajahnya dan mengambil sapu untuk disingkirkan dihalaman belakang.
__ADS_1
"Siapa suruh rumah dibikin gelap-gelapan kayak gitu. Kirain mati lampu tapi kog cuma dirumah kita aja. Tar kalau ada maling masuk gimana?" omel Linda panjang lebar.
"Iya-iya maaf aku yang salah. Ya sudah ayo sekarang duduk kita dinner." kata Yanuar sambil mengajak istrinya untuk duduk dimeja makan yang sudah dihias oleh Yanuar sedari siang tadi.
Bukannya menurut mengikuti langkah Yanuar tapi Linda malah berdiam diri.
"ternyata bisa romantis juga suamiku ini." batin Linda sambil menahan senyum.
"Aku mandi dulu aja yank baru makan." kata Linda yang akan beranjak ke kamar untuk mandi.
"Eits..gak usah yank. Gini aja masih cantik kog dan hmm..masih harum gak bau asem kog." kata Yanuar sambil menarik pelan tangan Linda untuk diajak duduk dan sedikit mengendus leher belakang Linda dengan sengaja menggodanya.
"Sebelum kita makan, ini aku kasih bunga mawar yank. Maaf aku gak bisa romantis." kata Yanuar sambil memberikan setangkai mawar merah yang sudah disiapkannya dengan malu-malu.
Linda yang melihat suaminya bertingkah seperti itu, menahan senyumnya karena memang dia tidak pernah melihat Yanuar seperti ini.
__ADS_1
"Iya terima kasih yank." kata Linda sambil menerima bunga dan menghirup aromanya sebentar kemudian dia letakkan disebelah kanannya.
Akhirnya mereka berdua menikmati dinner spesial malam itu dengan penuh cinta. Seperti pengantin baru, padahal sudah punya anak satu. Tapi karena anaknya tidak bersama dengan mereka jadi ya mereka kembali seperti pengantin baru ðŸ¤.
Setelah menghabiskan makannya, Yanuar belum mengijinkan Linda untuk beranjak dari duduknya. Karena dia akan mengatakan apa yang menjadi tujuannya mengajak dinner ini.
Yanuar beralih duduk disamping Linda, yang sebelumnya dia duduk di depan Linda. Supaya kalau habis mendengar berita itu dan Linda menangis dia bisa dengan segera memberi istrinya pelukan.
Yanuar mengambil tangan Linda yang ada diatas meja sambil menggenggamnya dan menciuminya.
Linda merasa ada sesuatu yang akan disampaikan suaminya, akhirnya dia bertanya kepada Yanuar.
"Ada apa yank? Kog aku curiga sih sama kamu? Gak biasanya deh kamu kayak gini." tanya Linda dengan penasaran sambil mengerutkan keningnya.
Yanuar yang sudah mulai melihat perubahan pada wajah istrinya pun menghela nafas pelan.
__ADS_1
Dia semakin bingung akan memulai bercerita dari mana. Tapi mau tidak mau dia tetap harus bercerita.
Dan Linda juga harus segera mengetahui fakta bahwa dia sudah sulit untuk hamil kembali, selain Tuhan sendiri yang memberinya mujizat.