Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 30 (Session 2)


__ADS_3

Setelah Sari pergi, awalnya Ari dan Iin merasa sangat canggung. Selain karena sudah lama tidak bertemu juga karena kesalahpahaman yang terjadi antara mereka. Tetapi Ari segera mencairkan suasana dia mencoba menjelaskan apa yang terjadi kepadanya selama ini.


"Maaf sebelumnya, selama ini aku gak kasih kabar ke kamu. Pasti kamu mengira bahwa aku pergi begitu saja. Tetapi yang sebenarnya terjadi...."


Akhirnya Ari menceritakan semua yang dia alami selama proyek berjalan. Baik tentang sinyal yang susah juga tentang rencana proyek yang harusnya sebentar tetapi karena ada masalah sehingga mengakibatkan proyek selesai hingga berbulan-bulan.


Dan Iin pun juga menceritakan bagaimana kesalahpahaman Ari selama ini Tentang anak siapa yang dia kandung juga tentang statusnya yang masih bertahan sendiri selama ini dengan menanggung cemoohan dan hinaan dari orang-orang sekitar.


"Maka dari itu aku kesini mau meminta maaf sama kamu dan keluarga besar kamu, apapun nanti yang akan dilakukan oleh keluarga kamu aku pasrah aku terima asalkan mau merestui untuk menikah denganmu. Aku tidak mau menjadi laki-laki pengecut yang hanya berani berbuat tetapi tidak berani bertanggung jawab." ucap Ari panjang lebar.


Akhirnya kesalahpahaman antara Ari dan Iin sudah selesai dan keduanya siap menghadapi apapun didepan nanti bersama-sama asalkan mereka bisa bersatu dan tidak terpisahkan lagi.


...****************...


Sementara saat ini Sari sudah berada di rumah Pakdenya. Dia segera berlari ke belakang rumah Pakdenya tempat dimana biasanya beliau berada.


"Pakde... Pakde!" teriak Sari sambil celingak celinguk mencari keberadaan Pakdenya.


"Pakde.. Pakde!" Sari kembali berteriak karena tidak ada sahutan dari Pakdenya.

__ADS_1


Tetapi tiba-tiba saja dari arah belakang ada yang menepuk bahunya.


"Opo sih Sar kog teriak-teriak kayak gitu!" tegur Pakdenya.


"Aduh kaget aku Pakde!" gerutu Sari karena dia benar-benar kaget tiba-tiba saja dari belakang ada yang menepuk bahunya.


"Pakde sekarang cepetan mandi gak usah pake dandan trus kerumah Mbak Iin sekarang juga!" perintah Sari kepada Pakdenya.


"Memangnya ada apa kog Pakde mesti kesana?" jawab Pakdenya dengan santai sambil memberi makan lele peliharaannya.


"Itu Mas Ari datang, dia mau bertanggung jawab sama Mbak Iin."


"Mas Ari siapa?" tanya Pakdenya karena memang tidak terlalu paham dengan namanya.


Seketika Pakdenya langsung teringat dengan nama itu. Dia segera meletakkan pakan lele yang dipegang dan berlalu ke kamar mandi untuk segera mandi.


"Kog gak bilang dari tadi, tahu gitu kan Pakde langsung mandi!" gerutu Pakdenya.


"Lah bukannya tadi sudah dikasih tahu suruh segera mandi, tapi malah tanya-tanya terus." gumam Sari.

__ADS_1


Akhirnya Sari keluar dari rumah Pakdenya dan menuju ke rumah Ibunya untuk mengajak sang Ibu ke rumah kakaknya.


Begitu sampai dirumah Ibunya, Sari melihat Ibunya sedang sarapan dimeja makan. Sari segera menghampiri dan Ibunya menoleh begitu Sari sudah berada didekatnya.


"Sudah sarapan Sar?" tanya Ibunya.


"Sudah Bu. Nanti habis sarapan ikut Sari ke rumah Mbak Iin ya Bu?" ajak Sari.


"Iya memang Ibu mau kesana, ada yang mau Ibu omongin sama Mbak mu." jawab Ibunya santai karena beliau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Akhirnya Sari dengan setia menunggu Ibunya selesai sarapan dan segera pergi ke rumah Iin bersama.


Kebetulan saat sampai didepan rumah Iin, bersamaan dengan Pakdenya juga barusan sampai. Ibunya Iin sempat merasa heran kog Pakdenya datang juga ke rumah Iin.


...****************...


Tetap semangat 💪


Mampir kak dikarya aku yang lain 👇

__ADS_1


Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏



__ADS_2