
Seperti biasa ketika merasa hatinya sedang tidak baik-baik saja, Ari selalu datang ke taman yang menjadi kenangannya bersama dengan Iin.
Hampir setiap hari Ari berada disana untuk sekedar menenangkan pikirannya. Dia merasa lebih tenang ketika sudah berada di taman selama kurang lebih 1 jam. Selama ditaman pun Ari hanya merenung saja.
...****************...
Sedangkan di dalam rumah, Iin merasa sangat gerah. Dia ingin sekali pergi ke taman sekedar menghirup udara segar seperti dulu sebelum dia hamil.
Iin sudah bersiap-siap untuk pergi ke taman. Dia berjalan kaki untuk menuju kesana karena memang jarak rumahnya dengan taman tidak terlalu jauh.
Ketika hampir sampai di taman, Iin melihat seorang lelaki seperti yang dia kenal. Tetapi Iin tidak merasa yakin kalau dia memang orang yang dia kenal. Iin semakin mendekat untuk memastikan apakah benar dia orang yang dikenalnya.
Sedangkan Ari menundukkan kepalanya dan memejamkan mata untuk sekedar meringankan beban pikirannya.
Begitu sampai di depan lelaki tersebut, Iin langsung mengenali lelaki yang duduk sambil menundukkan kepala didepannya.
"Mas Ari?" lirih Iin tetapi masih bisa didengar oleh Ari.
Seketika Ari pun menegakkan kepalanya melihat siapa yang memanggil dirinya. Dia seperti melihat bayangan Iin didepannya, tetapi dia segera menepis pikiran itu dan Ari kembali menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kamu beneran Mas Ari?" tanya Iin lagi dengan mata berkaca-kaca menahan tangis karena tidak menyangka akan bertemu kembali dengan orang yang sudah menjadikan dia hamil.
Ari kembali melihat siapa didepannya, dan seketika pandangan mereka bertemu ada rasa rindu yang terpancar dari mata mereka masing-masing. Tetapi Ari tidak berani untuk langsung memeluk Iin karena Ari menyadari bahwa mungkin sekarang Iin sudah menjadi milik orang lain.
Tetapi mata Ari tidak bisa bohong, dia melihat Iin dengan penuh damba kemudian sorot matanya turun kebawah melihat perut Iin yang sudah membesar. Ari tersenyum miris seakan menertawakan nasibnya sendiri.
Sadar jika Ari memperhatikan perutnya Iin pun mengelus perutnya dengan tersenyum, seakan mengatakan bahwa itu adalah buah cinta mereka. Tetapi Ari tidak bisa melihatnya.
Ari pun bangkit berdiri dihadapan Iin.
"Selamat."
Iin yang melihat kepergian Ari merasa bingung, semuanya diluar ekspektasi Iin. Dia kira ketika pertemuan kembali dengan Ari, Ari akan memeluknya dengan erat kemudian akan melamarnya seperti janjinya dahulu apalagi sekarang jelas sekali sudah ada buah cinta mereka.
Tetapi Iin malah melihat Ari pergi begitu saja dan memberinya ucapan selamat yang entah apa artinya dia sendiri tidak tahu.
"Mas....Mas Ari!" teriak Iin dengan sekuat tenaga.
Tetapi Ari menulikan pendengarannya dan tetap pergi. Iin hanya bisa menangis duduk dibangku taman yang sebelumnya diduduki oleh Ari.
__ADS_1
Iin sendiri pun tidak mengetahui bahwa Ari sebenarnya salah paham dengan kehamilannya.
...****************...
Di lain pihak hubungan Weni dan Yudi menjadi semakin dekat, karena seringnya mereka bertemu sehingga menumbuhkan benih-benih cinta diantara keduanya. Tetapi mereka masih belum menyadari akan hal itu.
...****************...
Hai kak, maaf ya kemarin gak bisa up karena ada urusan di dunia nyata 🙏🙂
Ceritanya mbulet ya kayak sinetron?
Gak apa-apa biar panjang episodenya kog 😁
Mampir juga kak di karya aku yang lain 👇
Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1