
Keesokan harinya sesuai dengan janjinya, Weni dan Yudi akan menjenguk Iin di Rumah Sakit. Weni menjemput Yudi kerumahnya mereka akan menggunakan mobil Weni karena perjalanan dari rumah Yudi kerumah Iin lumayan jauh. Sebelumnya mereka sudah mengirim pesan kepada Ari bahwa akan menjenguk dan Ari juga sudah memberikan ruangan dimana Iin sedang dirawat.
2 jam berlalu setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit. Mereka membawa kado untuk bayi Iin dan juga buah-buahan untuk Iin sendiri. Keduanya berjalan melewati lorong-lorong Rumah Sakit dan mencari ruangan Iin. Setelah beberapa saat akhirnya ruangan yang dicari pun ketemu.
Weni segera mengetuk pintu terlebih dahulu. Ternyata didalam sudah ada keluarga Iin dan kebetulan bayi Iin pun sedang berada diruangan untuk diberikan Asi oleh Iin.
"Assalamualaikum.." ucap Weni dan Yudi.
"Walaikumsalam.." jawab semuanya.
"Mari Mbak Mas masuk." ajak Ari seraya memberi celah untuk mereka bisa melihat bayi Iin yang sedang tidur di box bayi. Weni dan Yudi menaruh barang bawaan mereka ke sofa yang tersedia diruangan tersebut.
Weni dan Yudi segera memberi salam kepada semua yang ada diruangan, karena memang mereka sekarang ini sudah menjadi keluarga.
"Wah cantik sekali, siapa namanya Dek Iin?" tanya Weni sambil mendekat ke arah box dan menggendongnya, tidak lupa sebelumnya Weni sudah mencuci tangannya terlebih dahulu supaya steril.
"Namanya Ameera Mbak." jawab Iin yang masih berbaring diranjang.
"Halo Ameera lucu banget kamu sayang." seru Weni dengan menciumi pipi Ameera yang harum wangi minyak telon khas bayi. Ameera yang merasa terganggu tidurnya hanya mengeliat kecil dan sesekali tersenyum.
"Sabar sebentar lagi juga kalian akan punya." ucap Ibunya Iin.
"Amin.." keduanya kompak menjawab.
Akhirnya mereka menggobrol banyak hal. Dan setelah itu Weni dan Yudi pun berpamitan untuk pulang.
__ADS_1
...****************...
2 bulan berlalu, hari ini adalah hari pernikahan Weni dan Yudi. Seluruh keluarga besar kedua belah pihak terlihat sudah berkumpul di halaman rumah Weni bahkan keluarga Iin pun juga hadir disana.
Ya, saat ini pernikahan mereka akan dilaksanakan terlebih dahulu dirumah Weni seminggu kemudian akan dilaksanakan dirumah Yudi.
Beberapa saat yang lalu keduanya sudah SAH menjadi pasangan suami istri dan saat ini acara resepsi pun digelar. Mereka menjadi raja dan ratu 1 hari dipelaminan. Terlihat sangat serasi cantik dan juga tampan.
Tiba saatnya Ari, Iin, Aldi dan juga Ameera yang sedang berada digendongan Ari pun naik keatas pelaminan untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.
"Selamat ya Mas, Mbak bahagia selalu pokoknya. Dan juga segera kasih Ameera temen main ya." kata Iin dengan memeluk Weni dan juga Yudi.
Ari pun melakukan hal yang sama begitupun Aldi, dia sangat beruntung memiliki 4 orang tua sekaligus yang menyayanginya semua. Mereka pun berfoto bersama untuk membuat kenang-kenangan agar bisa diceritakan kepada anak-anak mereka kelak.
Ketika berada didalam kamar, Yudi membantu Weni membuka baju pengantinnya.
"Mah, sekarang aja yuk." ucap Yudi dengan memeluk Weni dari belakang dan membuat yang dibawah sana menempel dibelakang tubuh Weni.
"Yang bener aja Pah masih banyak tamu kog." jawab Weni berusaha melepaskan Yudi tetapi karena sangat kuat dia tidak bisa.
"Main cepet Mah." rengek Yudi.
"Ih mana ada main cepet, aku kan masih segel Pah." jawab Weni dengan terkekeh.
Tetapi tiba-tiba saja pintu kamar mereka diketuk oleh Ibunya Yudi.
__ADS_1
"Yudi Weni ayo buruan ganti pakaiannya itu dicariin sama teman-teman kalian!" seru Ibunya Yudi.
"Iya bu ini sudah mau selesai!" seru Weni dengan menahan senyum karena menggagalkan kemodusan Yudi.
"Ahh Ibu gak tahu apa anaknya lagi berusaha." gerutu Yudi sambil melepaskan pelukannya dari Weni dan mengambil baju untuk segera dipakainya dengan wajah cemberut.
"Sabar donk Pah tunggu sebentar lagi ya. Jangan cemberut gitu donk." ucap Weni sambil berjalan kearah Yudi dan tiba-tiba saja mencium bibir Yudi dengan lembut.
Yudi merasa ada kesempatan, ketika Weni hendak melepaskannya Yudi segera menahan dan dia mencium dengan naf-su yang menggebu dan sedikit kasar bahkan tangannya sedikit memberi rangsangan kepada dada Weni tetapi Weni berusaha untuk mengimbangi.
Sedang asyiknya mereka bercum-bu ria pintu kamar mereka kembali diketuk kali ini oleh Ayahnya Yudi.
"Yud, cepetan jangan aneh-aneh awas kamu kalau gak mau sabar tunggu nanti malam!" ancam Ayahnya Yudi yang jelas tahu bagaimana anaknya ketika sudah Sah.
"Ck.. ganggu aja sih." kesal Yudi dengan melepas ciumannya dan mengelap bibir Weni dengan ibu jarinya.
Weni hanya menahan tawanya. Akhirnya mereka keluar bersama untuk menerima ucapan selamat dari teman-teman mereka yang memang terlambat datang.
...****************...
Tetap semangat 💪
Pokoknya jangan lupa mampir di 2 karya aku yang lain ya kak 🥰😘
Like, komen dan hadiah ditunggu 🙏
__ADS_1