
Begitu sampai dirumah, Iin segera masuk ke dalam kamar dan menangis dalam diam dikamarnya. Dia seakan tidak tahu apa yang harus ditangisi sehingga membuat rasa sesak didadanya semakin menjadi.
Sari pun setelah mengantar ke rumah Iin dia tidak segera pulang kerumah, tetapi justru pergi ke rumah Pakdenya. Dia akan menceritakan semua yang terjadi baru saja dengan Iin.
Sesampainya dirumah Pakdenya Sari segera mencari keberadaan sang Pakde yang kebetulan saat itu berada di kebun belakang rumahnya.
"Pakde.." panggil Sari begitu dia melihat Pakdenya sedang memberi makan lele peliharaannya.
"Sar.. kamu kesini? Kenapa?" tanya Pakde menoleh sebentar kepada Sari kemudian kembali memberi makan lele.
"Iya Pakde, ada yang mau Sari omongin. Ini tentang Mbak Iin Pakde." ucap Sari dengan ragu-ragu, antara harus menceritakan kepada Pakdenya atau dia sendiri yang akan mencari tahu.
Seketika Pakde menoleh dan melihat raut wajah Sari yang kelihatan bingung. Pakde segera menaruh makanan lele tersebut kemudian mengajak Sari untuk duduk di kursi di dekat kebun tersebut.
"Mbakmu kenapa? Apa ada masalah dengan kehamilannya?" tanya Pakde khawatir.
"Bukan masalah itu Pakde, kandungan Mbak Iin baik-baik saja kog."
__ADS_1
"Trus masalah apa?"
"Masalah Mas Ari." jawab Sari ragu-ragu.
"Mas Ari? Siapa Mas Ari?" tanya Pakde karena memang Pakde tidak tahu nama laki-laki yang menghamili keponakannya tersebut.
"Mas Ari itu yang sudah menghamili Mbak Iin Pakde."
"Ow gitu. Trus kenapa dengan Ari?"
"Baru saja Sari disuruh Mbak Iin jemput ditaman ujung sana Pakde, pas Sari kesana ternyata Mbak Iin habis menangis. Waktu Sari tanya kenapa katanya Mbak Iin baru saja ketemu Mas Ari ditaman itu juga. Tetapi katanya Mas Ari cuek dengan Mbak Iin ketika melihatnya bahkan melihat perutnya yang sedang hamil..."
"Maksud Sari, bisa saja Mas Ari seperti itu karena mungkin salah paham. Bisa saja dia mengira Mbak Iin sudah menikah sekarang sedang hamil. Dan Sari rasa waktu acara syukuran kemarin Mas Ari sempat datang tapi tidak masuk ke rumah karena kata Mbak Iin dia sempat melihat orang yang seperti Mas Ari lewat depan rumah..."
"Makanya mungkin tadi waktu ketemu Mas Ari seakan menghindar karena merasa kecewa dengan Mbak Iin yang sudah hamil."
Pakde pun mengganggukkan kepalanya mengerti akan semua perkataan dan perkiraan dari Sari.
__ADS_1
"Trus sekarang kita harus gimana Sar?" tanya Pakde meminta pendapat kepada Sari.
"Kalau menurut Sari kita coba jelaskan kepada Mas Ari, Pakde biar kesalahpahaman ini tidak berlangsung lama. Karena kasihan Mbak Iin dan Mas Ari nya sendiri Pakde."
"Iya kamu bener juga Sar. Ya sudah sambil berjalan kita cari info dimana Ari tinggal atau mungkin di kampung sebelah masih ada yang mengenal Ari nanti kita bisa tanya-tanya mereka." usul Pakde.
"Iya gitu aja Pakde, nanti Sari juga coba tanya ke teman-teman Sari yang cowok siapa tahu kenal dan pernah nongkrong dengan Mas Ari."
"Ya sudah Sari pulang dulu Pakde, terima kasih banyak." pamit Sari.
Kemudian dia pergi dari rumah Pakdenya untuk kembali ke rumah karena hari sudah menjelang petang.
...****************...
Tetap semangat 💪
Mampir juga di karya aku yang lain ya kak 👇
__ADS_1
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏