
Melihat wanita yang sudah melahirkannya menangis, sebenarnya Aldi tidak tega. Tetapi dia harus mengatakannya untuk menyadarkan bahwa apa yang ibunya lakukan itu salah.
"Bunda gak perlu kaget aku bisa tahu semuanya dari mana. Aku sudah besar bun, aku bukan anak kecil lagi yang bisa dibohongi!" lanjut Aldi.
"Bukan begitu Al, bunda nglakuin ini semua karena ada alasannya..." kata Iin dengan suara serannya karena menangis.
"Trus apa alasan bunda? Menurut bunda aku masih kecil jadi gak perlu tahu juga apa alasannya gitu?" potong Aldi dengan nada tinggi sebelum Iin selesai melanjutkan ucapannya.
"Kalau seandainya bunda mengijinkan sekarang juga aku bisa berangkat ke kota M buat sekedar jengukin ayah!" seru Aldi.
"Gak, jangan Al kamu gak ngerti daerah sana! Nanti kamu nyasar!" seru Iin dengan memegang kedua bahu Aldi.
"Bunda bisa perhatian sama aku tapi kenapa sama ayah gak bisa? Ayah cuma butuh bunda disampingnya itu aja!" ucap Aldi.
"Gak semudah itu Al, asal kamu tahu ayah sudah jarang memberi mama nafkah Al.. semua kebutuhan kita selama ini mama yang banting tulang Al! Dan sebenarnya ayahmu disana pun berselingkuh hiks..hikss.." ungkap Iin memberitahukan semua yang dia tahu. Sudah terlanjur akhirnya dia memgeluarkan semua yang ada dihatinya.
__ADS_1
Aldi yang mendengar semua langsung dari ibunya langsung menjadi lemas, bahkan dia mendengar hal lain yang tidak dia tahu.
"Maaf kalau itu semua membuat kamu kecewa Al, bunda simpan semua sendiri karena bunda tidak mau membuat kamu semakin terbeban." lanjut Iin.
Aldi tetap masih diam bingung mencerna semua yang dia dengar.
"Dan maaf karena semua yang ayahmu lakukan bunda juga melakukannya." lirih Iin.
"Bunda tahu apa yang kamu lakukan ke bunda akhir-akhir ini semua hanyalah bentuk protes kamu Al, dan bunda memahami itu." sendu Iin.
"Kalau bunda boleh tahu Aldi dengar itu semua dari mana?" tanya Iin kemudian.
Iin sempat kaget kemudian dia mengingat-ingat saat dia dan Ari membahas hal itu. Dan memang waktu mereka membahas itu mereka sedang menjaga Aldi di rumah sakit.
"Dan setega itu bunda membawanya terang-terangan bahkan akan menikah dengannya disaat ayah tidak tahu kalau sudah diceraikan." lanjut Aldi dengan menahan sesak di dadanya.
__ADS_1
"Iya bunda minta maaf Al, bunda mengakui salah. Tapi ketika bunda nglakuin itu semua sudah dipikirkan baik-baik, kedepannya bagaimana gitu Al..."
"Dan orang itu yang selama ini membantu kebutuhan kita Al. Kalau bunda hanya mengandalkan dari toko saja apakah cukup? Kan gak mungkin juga kita terus minta sama uti, meskipun uti gak keberatan sama sekali." lanjut Iin yang ingin memberikan pengertian kepada anaknya.
"Bunda mohon Aldi mengerti bunda ya? Aldi gak usah khawatir, bunda akan terus berusaha semampu bunda untuk bisa mencukupi semua yang Aldi butuhkan." kata Iin dengan tersenyum sambil kembali menggenggam tangan Aldi.
Aldi hanya menatap tangannya yang digenggam oleh Iin. Aldi mencoba memahami semua yang terjadi antara ayah dan ibunya.
"Aldi butuh waktu dulu bun buat mengerti semuanya." menarik pelan tangannya dalam genggaman Iin. Kemudian berjalan pelan menuju kamarnya dan masuk ke dalam kamar tidak lupa untuk menguncinya dan seketika menangis tersedu-sedu.
Iin hanya diam saja melihat itu dan memberi waktu buat Aldi menerima semuanya. Iin pun kembali meneteskan air mata.
...****************...
Maaf kak kemarin gak crazy up karena urusan dunia nyata anak masuk sekolah 🙏
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏