Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 13 (Session 2)


__ADS_3

Weni dan Yudi sudah sampai dirumah mereka masing-masing. Mereka pun mengerjakan apa yang menjadi pekerjaan mereka masing-masing.


Malam harinya, ketika sedang bersantai Weni iseng melihat-lihat ponselnya. Dan entah kenapa dia melihat foto profil di nomor Yudi diganti. Yang sebelumnya foto Yudi seorang diri, disana kini terlihat foto 2 orang lelaki. Jelas yang satu adalah Yudi dan yang satunya lagi Weni tidak mengenalnya. Dia terlihat masih sangat muda dan seperti seorang pelajar.


"Siapa ini ya yang sama Mas Yudi?"


"Kog wajahnya hampir sama, kayak bapak dan anak"


"Ah masa iya Mas Yudi uda punya anak?"


"Ow mungkin saudaranya kali ya, kan biasa tu sesama saudara ada yang terlihat mirip." Weni berbicara kepada dirinya sendiri.


Akhirnya karena tidak mau menebak-nebak Weni pun menutup ponselnya, dan dia mulai akan beristirahat.


Tetapi sebelum dia benar-benar menutup matanya, tiba-tiba ponselnya berdering tanda bahwa ada panggilan masuk.


"Ah siapa sih malam-malam telpon? Gak tahu apa orang mau istirahat?" gerutu Weni sambil berjalan menuju meja rias, karena ponselnya biasa dia taruh di meja riasnya.


Begitu dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya, tiba-tiba saja wajahnya berubah seketika. Dari yang awalnya cemberut sekarang menjadi sumringah. Tentu saja karena yang menelpon adalah orang yang baru saja dia pikirkan.

__ADS_1


"Jodoh memang gak kemana!" seru Weni bahagia sebelum menggeser tombol hijau diponselnya.


"Ekhem.." dia mengatur suara biar terdengar lebih manja.


"Iya halo.." sapa Weni begitu dia sudah tersambung dengan Yudi.


Yudi yang mendengar suara Weni seketika langsung merasa berdebar, tapi dia dengan segera bisa menguasai dirinya.


"Iya halo Mbak, maaf malam-malam ganggu nih." ucap Yudi sopan.


"Oh gak apa-apa Mas aku belum tidur kog." bohong Weni. Padahal dia baru saja menggerutu karena akan beristirahat ternyata ada panggilan masuk.


"Oh syukurlah. Begini Mbak, apakah bisa kalau seandainya besok kita bertemu untuk..." belum selesai Yudi berbicara tetapi sudah dipotong oleh Weni.


"Ehm maksud saya bisa kog kapan saja bertemu kan untuk membahas soal kerjasama." elak Weni supaya tidak terlihat terlalu mengharapkan bertemu dengan Yudi.


Yudi pun tersenyum merasa lucu dengan alasan Weni, yang pasti saat ini sedang malu. Tetapi dia tidak mau membuatnya semakin malu.


"Iya Mbak mau bahas soal kerjasama kita, karena saya sudah mulai mempromosikannya." jelas Yudi biar Weni tidak salah paham karena Yudi ingin bertemu dengannya lagi. Tapi tanpa Yudi tahu bahwa Weni sebenarnya sangat mengharapkan hal itu.

__ADS_1


"Bagus donk kalau gitu Mas. Iya sudah besok mau ketemu dimana?" tanya Weni.


"Di tempat kemarin saja Mbak, soalnya tempatnya enak romantis."


"Ehm maksud saya tempatnya enak buat bahas kerjaan." ralat Yudi dengan cepat, dia memukul-mukul mulutnya dengan pelan karena sudah keceplosan bicara.


Weni pun senyum-senyum sendiri karena secara tidak langsung Yudi berkesan dengan pertemuan pertama mereka setelah bertemu di rumah Weni sebelumnya.


"Iya Mas disana aja gak apa-apa. Ya sudah kalau begitu saya istirahat dulu ya. Selamat malam." ucap Weni.


"Iya Mbak terima kasih ya."


"Sama-sama Mas." Weni pun mengakhiri panggilan tersebut. Dan karena saking senangnya dia berguling-guling diranjangnya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Mampir yuk kak di karya kedua ku 👇

__ADS_1


Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏



__ADS_2