Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 32 (Session 2)


__ADS_3

Iin yang mau membantu Ari berdiri dihadang oleh Pakdenya, sedangkan Iin hanya meronta tidak bisa berbuat apa-apa. Ibunya Iin pun bingung kenapa adiknya melakukan hal itu kepada orang yang tidak dikenalnya. Begitupun Sari yang duduk dibelakang seketika berdiri tetapi juga membiarkan saja apa yang dilakukan Pakdenya karena Sari yakin Pakdenya itu hanya ingin memberi Ari pelajaran saja.


Ari bangkit berdiri dengan sempoyongan dia mengusap sudut bibirnya yang berdarah karena bogem mentah dari Pakdenya Iin. Tetapi Ari tidak berniat membalas sama sekali dan tidak akan menantang karena dia akan menerima apapun yang akan dilakukan oleh keluarga Iin.


"Silahkan Pakde lakukan lagi kalau itu memang bisa memberikan saya maaf dan menikahi Iin." lirih Ari dengan menahan rasa sakit.


"Jangan Mas..!" seru Iin dengan menangis.


"Itu siapa tow Nang? Kog kamu asal mukul anaknya orang?" tanya Ibunya Iin kepada Pakdenya Iin.


"Perlu Mbak tahu dia adalah laki-laki yang sudah bikin Iin hamil dan pergi gitu aja juga sudah bikin keluarga kita malu." jawab Pakdenya Iin dengan terengah-engah dan menahan sakit ditangannya. Karena bagaimanapun beliau sudah tua jadi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan anak muda.

__ADS_1


Ibunya Iin kaget mendengar perkataan dari adiknya tersebut. Kemudian menghela nafas berat dan melihat bergantian kepada adik dan Ari yang ada didepannya.


"Kamu duduk dulu Nak, kita bicarakan baik-baik. Kamu juga Nang duduk dulu. Sar ambilkan obat merah." kata Ibunya Iin menyuruh Ari dan juga Pakdenya untuk duduk juga menyuruh Sari yang ada dibelakangnya.


"Terima kasih Bu." ucap Ari dengan masih memegangi sudut bibirnya.


Tanpa banyak kata Pakdenya Iin pun ikut duduk disebelah Ibunya Iin, dan Sari berjalan ke kotak p3k dirumah Iin untuk mengambil obat merah.


"Sekarang kamu jelaskan nama kamu siapa, trus ada hubungan apa kamu sama Iin. Apa benar yang dikatakan Pakdenya Iin tadi." tanya Ibunya Iin dengan bertubi-tubi.


"Sebelumnya saya minta maaf Bu, karena saya keluarga besar Ibu mendapatkan malu. Nama saya Ari, saya dulu adalah mandor proyek di kampung sebelah. Saya menjalin hubungan dengan Iin setelah dia bercerai, dan apa yang dikatakan Pakde benar. Saya minta maaf kami juga sudah melakukan hal yang tidak benar sehingga mengakibatkan Iin hamil. Tetapi saya berani bersumpah saya tidak tahu kalau Iin hamil karena pada saat itu proyek dikampung sebelah sudah selesai dan saya mendapat pekerjaan proyek di daerah lain yang tidak ada sinyal sama sekali sehingga saya tidak bisa memberi kabar kepada Iin...."

__ADS_1


Kemudian Ari menceritakan proyeknya yang tertunda dan juga kesalahpahamannya kemarin yang mengira Iin sudah hamil dengan laki-laki lain sehingga membuat Ari tidak segera mendatangi Iin.


Ibunya Iin mendengarkan secara seksama apa yang disampaikan oleh Ari, Ibunya Iin melihat tidak ada kebohongan disorot mata Ari dalam menjelaskan semuanya.


"Maka dari itu saya memberanikan diri kesini untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah saya lakukan. Kiranya Ibu dan Pakde mau merestui saya menjadi menantu dan menikahi Iin secepatnya. Supaya ketika anak saya lahir dia memiliki ayah." ucap Ari dengan serius.


...****************...


Tetap semangat 💪


Mampir kak dikarya aku yang lain 👇

__ADS_1


Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏



__ADS_2