
Di kediaman Ibunya Iin.
Semua keluarga sudah banyak yang datang, dan mereka berbaur dengan saudara-saudara yang lain. Setelah dirasa semuanya sudah datang akhirnya Sari meminta perhatian mereka dengan berdehem.
"Ekhem... Maaf Ibu, Pakde, Bude dan yang lainnya saya minta perhatiannya sebentar." kata Sari, sehingga hampir semua keluarganya terdiam dan melihat ke arah Sari.
Jujur perasaan Sari ketika dilihat oleh semua anggota keluarganya dia merasa takut, tetapi mau bagaimanapun dia dan Iin harus menjelaskan semuanya.
Sedangkan Iin yang duduk disamping Sari terus menundukkan kepalanya dan meremas kedua tangannya karena merasa takut.
"Onok opo tow Sar?" tanya Ibunya Sari.
"Begini sebelumnya saya mewakili mbak Iin ingin meminta maaf kepada ibu dan seluruh keluarga besar. Mungkin kabar yang akan kami sampaikan ini nantinya akan membuat semua keluarga marah dan mungkin malu..."
Sari menjeda sebentar perkataannya dan menghela nafas pelan kemudian kembali melanjutkan perkataannya.
"Mbak Iin saat ini sedang... hamil." Sari berkata lirih tetapi masih cukup terdengar oleh semua. Kemudian Sari menggenggam tangan kakaknya yang berada di sebelahnya, dan dia merasakan telapak tangan Iin cukup terasa dingin.
__ADS_1
Semua keluarga mencoba mencerna maksud dari perkataan Sari. Dan sedetik kemudian beberapa saudara merasa cukup terkejut dengan kabar itu. Bagaimana tidak terkejut, bukan masalah hamilnya karena tidak ada yang salah dengan hamil, tetapi pertanyaannya siapa yang menghamili bahkan statusnya saat ini janda yang sudah bercerai.
Begitupun dengan Ibunya Iin.
"Maksude gimana Sar? Mbakyumu hamil? Gek trus hamil sama siapa?" seketika Ibunya Iin merasa lemas dan dia sempat merasakan sesak nafas.
Semua keluarga khawatir dan mendekat kepada Ibunya Iin untuk menenangkannya, karena memang Ibunya Iin memiliki riwayat sesak nafas. Dan Sari juga Iin pun merasa bersalah karena membuat Ibu mereka kembali merasakan sakit.
Salah satu anggota keluarga Iin yang dituakan pun bertindak.
"Kamu hamil sama siapa In? Apa kamu gak mikir status kamu sekarang ini? Kenapa kamu gak bisa jaga diri kamu sendiri! Apa kamu gak mikir sebelum melakukan itu semua? Kamu gak mikir keadaan Ibu kamu? Kamu tahu gak kamu kembali membuat seluruh keluarga malu!" pakde Iin pun seketika naik pitam.
"Apa dengan kamu minta maaf semuanya kembali seperti semula?" Pakdenya Iin pun masih terus memarahi Iin.
"Kamu sudah besar sudah dewasa bahkan sudah tua harusnya kalau mau melakukan sesuatu itu dipikirkan dulu baik buruknya jangan hanya mikir buat senangmu sendiri!"
"Sekarang katakan siapa yang sudah menghamili kamu? Sekarang juga panggil kesini dia harus bertanggung jawab sebelum perut kamu semakin besar." perintah pakdenya Iin.
__ADS_1
"Begini pakde..."
"Kamu diam Sar! Biar mbakyumu yang jawab jangan kamu! Biarkan dia mempertanggungjawabkan perbuatannya, kamu gak usah ikut campur!" Sari yang akan menjawab pertanyaan itu seketika langsung dipotong perkataannya oleh pakdenya.
Iin pun semakin menggenggam tangan Sari dengan erat seolah memberi tanda bahwa biarkan dia saja yang akan menyampaikannya.
...****************...
Tetap semangat 💪
Bingung mau lanjutin di judul lain kak, kalau Extra part terus takut kebanyakan, jadi dibikin session 2 aja ya 🤭
Mampir yuk kak di karya kedua ku 👇
Mohon dukungannya
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1