
Setelah Sari dan Iin merasa tenang, mereka segera memikirkan cara untuk mengumpulkan kembali keluarga besarnya. Mau tidak mau mereka harus mengatakan bahwa Iin sedang hamil. Karena perutnya lama kelamaan akan semakin besar dan tentu saja semua orang akan melihat perubahan itu.
Mereka berencana besok akan meyampaikan kabar tersebut, kebetulan besok hari minggu jadi semua berada di rumah karena tidak ada yang bekerja. Sore harinya Sari pamit untuk pulang terlebih dahulu, karena takut ibunya akan khawatir jika ditinggal lebih lama lagi. Tetapi sebelumnya dia memastikan dulu untuk meninggalkan Iin sendiri dirumah.
Sesampainya di rumah, memang benar ibunya khawatir karena Sari tidak pulang-pulang padahal katanya akan keluar sebentar. Tanpa ibunya tahu ternyata Sari berada di rumah Iin karena Iin sakit.
"Darimana saja tow Sar, dari tadi gak pulang-pulang tadi katanya pamit cuma sebentar ini sampe berjam-jam. Kamu jangan aneh-aneh diluar sana lho ya, awas kalau kamu aneh-aneh dan bikin malu!" sang ibu marah-marah kepada Sari.
Sari hanya menelan ludahnya dengan susah payah. Dia yang tidak melakukan apa-apa sudah kena omel panjang lebar apalagi besok kakaknya akan seperti apa.
"Gak bu Sari gak aneh-aneh kog. Tadi mampir ke rumah mbak Iin sampe lupa waktu." jujur Sari, karena memang benar dia ke rumah Iin.
"Jangan bohong kamu, jangan pakai alasan mbakmu!"
"Beneran bu Sari habis dari sana."
"Ya sudah awas kalau bohong." ucap ibunya sambil berlalu meninggalkan Sari.
Setelah kepergian ibunya, Sari menghela nafas pelan. Dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi esok hari.
__ADS_1
Kemudian tanpa sepengetahuan ibunya, Sari mengirim pesan kepada keluarga besarnya untuk datang ke rumah ibunya besok dengan alasan ingin berkumpul saja.
...****************...
Sedangkan Iin malam ini tidak bisa memejamkan mata sama sekali. Bukan karena rasa mualnya tetapi karena dia terlalu takut untuk menghadapi hari esok. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana kemarahan ibu dan keluarga besarnya karena kecerobohannya.
Apalagi ditambah dia tidak bisa menghubungi Ari sama sekali. Seketika dia teringat akan Yudi, ingin sekali rasanya dia menghubungi Yudi untuk sekedar mengobrol berbagi bebannya. Walau bagaimanapun mereka sudah hidup bersama selama 10 tahun pasti ada hal-hal yang menyenangkan buat mereka.
Tetapi dia tidak melakukannya karena terlalu malu dengan semua yang sudah dia lakukan selama ini kepada Yudi.
Akhirnya hingga waktu tengah malam Iin baru bisa memejamkan matanya dengan susah payah.
...****************...
Beberapa saat yang lalu dia sudah banyak berbincang dengan anaknya. Mereka saling berbagi cerita. Terlebih Aldi dia banyak bercerita tentang sekolahnya, teman-temannya dan semua hal yang dia alami selama ini. Tetapi tentu saja tidak dengan hubungan sang ibu dengan kekasih gelapnya itu.
Setelah Aldi memutuskan untuk tidur akhirnya Yudi lebih memilih bersantai dulu di teras karena dia belum merasa mengantuk. Dan entah kenapa dia tiba-tiba saja teringat dengan mantan istrinya itu.
Sedang apa Iin?
__ADS_1
Sudah makan belum?
Sehat apa tidak?
Tetapi sedetik kemudian, dia segera menepis pikiran-pikiran itu. Yudi menyadari bahwa sekarang Iin sudah milik orang lain, terlepas kapan mereka akan meresmikannya. Tanpa Yudi tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Kalaupun boleh saling jujur, sebenarnya mereka masih saling membutuhkan satu sama lain. Tetapi karena ego mereka jadi semua itu tertutup.
...****************...
Tetap semangat 💪
Mau di tamat in cepet tapi kog ide masih jalan terus 🤭😁
Gimana ini?
Mampir di karya kedua ku yuk 👇
__ADS_1