Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 47


__ADS_3

"Memangnya kasus apa mah kog bisa masuk penjara?" tanya Ari.


Kemudian Iin menceritakan dengan detail apa yang dia dengar dari Yudi kemarin ketika Yudi menelponnya.


Ari yang mendengar itu, cukup merasa heran karena tidak menyangka bahwa Yudi akan melakukan hal itu.


"Trus apa yang akan kamu lakukan?" tanya Ari yang ingin tahu tindakan yang akan dilakukan Iin.


"Gak tahu aku pah, aku bingung. Yang jelas kalau dia dipenjara kan sudah gak bisa kasih aku nafkah lagi." kata Iin.


"Dan kamu bisa gunakan alasan itu untuk mengajukan gugatan cerai untuknya kan." kata Ari mencoba memberi pengaruh untuk Iin supaya meninggalkan Yudi.


"Gitu ya pah? Brarti nanti aku sendiri donk yang mengurusi perceraian? Kan dia dipenjara." tanya Iin yang masih belum paham soal perceraian.


"Iya nanti aku bantu dari belakang, gak mungkin juga kan aku terang-terangan bantuin kamu." jawab Ari yang semakin menjerumuskan Iin untuk menempuh langkah perceraian.

__ADS_1


Bukannya mendampingi suami ketika ada masalah, tapi Iin malah berlari menghindari ketika suaminya membutuhkan untuk selalu disampingnya memberi semangat dalam keadaan apapun.


"Tapi aku mau nya Aldi tetap sama aku pah." kata Iin yang sebenarnya takut apabila dijauhkan dengan Aldi anak semata wayangnya dengan Yudi.


"Pasti itu mah, kan Yudi dipenjara gak mungkin bisa merawat Aldi. Jadi hak asuh anak tetap akan jatuh ke kamu. Dan jangan lupakan aku juga uda sayang sama Aldi, dia uda aku anggap sebagai anak sendiri kan. Jadi dia gak akan mungkin kekurangan kasih sayang seorang ayah." kata Ari memberi pengertian kepada Iin.


"Iya udah deh, nanti coba aku bicarakan dulu sama keluarga besar. Tapi yang jelas Pakde nanti pasti mendukung untuk cerai, karena gak mau menanggung malu." kata Iin.


"Ya uda gak usah dipikirin, yang penting untuk kedepannya sudah ada pandangan. Jadi mendingan kita sekarang melakukan sesuatu hal yang lain aja." ajak Ari sambil menaikturunkan alis.


"Uda tenang aja, aku yang akan bekerja." kata Ari sambil menarik pelan tangan Iin untuk dituntun ke kamar Iin.


Entah kenapa ketika Ari melihat atau bertemu dengan Iin dia selalu merasa cepat on. Jadi setiap ada kesempatan untuk melakukan pasti mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.


Kalau istilah sekarang sat set das des gas pol 😄

__ADS_1


Ketika sudah di dalam kamar, benar apa yang dikatakan Iin. Dia merasa tidak fokus sama sekali untuk melakukannya.


Tapi bukan Ari namanya kalau dia tidak bisa membuat Iin tergila-gila padanya.


Dengan segera Ari bermain-main diarea sensitif Iin yang bawah. Mula-mula dengan menggunakan jarinya, kemudian menggunakan lidahnya. Sehingga membuat Iin dengan segera mencapai pelepasan untuk yang pertama.


Tapi setelah pelepasan itupun Ari tetap masih bermain-main disitu, belum ingin memberikan rudal senjatanya. Padahal Iin sudah tidak tahan meminta untuk segera dimasuki dengan rudal senjata Ari.


Dengan perlahan Ari merangkak dari bawah naik ke atas tubuh Iin. Setelah sampai di gundukan indah yang besar itu, dia berhenti sebentar untuk gantian bermain disana. Dan memberikan banyak tanda merah.


Ari sudah berani memberi banyak tanda merah, karena dia yakin bahwa Yudi tidak akan pulang lagi dalam waktu dekat karena dia sedang berada di tahanan di kota M.


Kalau dulu dia berpikir seribu kali untuk memberi tanda merah, tapi sekarang dia merasa bebas untuk melakukan dimanapun ditubuh Iin


...****************...

__ADS_1


21+ nya belum selesai, dilanjut di bab setelah ini kak 🤭


__ADS_2