
Setelah Iin menurunkan celana Ari segera dia memposisikan duduknya dengan nyaman. Dan dia mengeluarkan isinya, setelah beberapa kali memberikan sentuhan akhirnya dengan segera Iin memasukkan ke dalam mulutnya.
Terasa penuh terasa sesak di dalam mulutnya. Ari yang diperlakukan seperti itu hanya memejamkan mata dan sesekali mendes-ah pelan, bahkan memegang kepala Iin untuk semakin dibenamkan ke dalam miliknya.
Iin yang sudah lihai pun memberikan ser-vis yang memuaskan kepada Ari. Padahal keduanya baru saja mereng-kuh kenik-matan itu tetapi akan mengulangi lagi, seakan tidak pernah ada kata bosan untuk hal itu.
setelah beberapa saat bermain-main dengan sen-jata Ari, akhirnya Ari tidak tahan dan segera akan melakukan pele-pasan.
Seakan tahu bahwa Ari sudah akan mencapai puncak Iin dengan gerakan cepat semakin membuat masuk dan keluar. Pada akhirnya Ari memuntahkan cai-ran itu di dalam mulut Iin yang dengan segera ditelan olehnya.
Setelah dirasa keluar semua Ari segera menarik Iin untuk dicium bibirnya dengan dalam. Cukup lama mereka bertukar saliva. Ketika sudah mulai kehabisan nafas akhirnya keduanya melepaskan ciuman itu dan saling tersenyum penuh arti.
"Good job!" seru Ari sambil mengelus pucuk kepala Iin dan membenarkan kembali celananya yang tadi dibuka oleh Iin.
"Makanya jangan ngambekan donk, tar aku hukum kayak gitu lho!" kata Iin sambil beranjak duduk kembali disebelah Ari.
"Kalau hukumannya kayak gitu mending ngambek terus aja." jawab Ari dengan terkekeh.
__ADS_1
"Yeee... maunya!"
Tidak berapa lama terdengar suara Sari dari arah luar yang memanggil Iin.
"Mbak.. Mbak Iin!" seru Sari dari luar.
"untung uda selesai sesion 2 nya! Coba kalau dia datang pas masih on, hufft bisa panas dingin aku!" batin Ari yang juga mendengar suara Sari. Karena dia sudah hafal dengan suara Sari.
Mendengar namanya dipanggil akhirnya dia keluar berdiri di dekat pintu.
"Mas Yudi uda pergi mbak?" tanya Sari ketika dia baru saja masuk yang akhirnya bisa melihat Ari juga yang sedang ada di situ.
"Uda sejam yang lalu." jawab Iin sambil melirik Ari karena melihat arah mata Sari yang sedang melihat Ari.
"Oow.. Ada tamu tow ternyata!" kata Iin dengan memutar bola mata dengan malas. Karena memang tidak suka dengan Ari. Karena menurut Sari, Ari adalah salah satu alasan yang membuat rumah tangga kakaknya kandas.
Ari yang sengaja ditekan oleh Sari pun hanya diam saja tidak mau terlalu memusingkan dengan sikap Sari. Yang terpenting bagi Ari adalah Iin bukan Sari.
__ADS_1
"Kamu kenapa kesini? Teriak-teriak kayak gitu?" tanya Iin mencoba mengalihkan perhatian Sari dari Ari biar tidak semakin banyak pertanyaan dari Sari.
Karena dilihat Sari hanya diam saja sambil berdiri tanpa mau duduk.
"Gak apa-apa, gak jadi kalau gitu kirain Mas Yudinya belum pergi. Tadinya mau main tapi gak jadi uda males!" Sari menekankan kata-katanya sambil melirik Ari, karena memang perkataannya itu sengaja ditujukan untuk Ari.
Akhirnya tanpa permisi Sari langsung pergi dari rumah Iin. Iin yang melihat itu hanya menghela nafas pelan.
"Gimana nanti aku meyakinkan keluarga ku seandainya aku mau menikah dengan Ari ya? Sari aja uda kelihatan sekali gak suka sama Ari." batin Iin dengan sendu, melihat kepergian adiknya yang tanpa permisi itu.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak
Jangan lupa like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1