Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 20


__ADS_3

"Sudah makan mas?" tanya Iin berusaha untuk mengalihakan perhatian Yudi darinya. Iin sebenarnya merasa takut karena tatapan Yudi tidak seperti biasanya.


"Belum." jawab Yudi singkat sambil berjalan ke teras untuk merokok.


Akhirnya Iin berjalan menuju dapur untuk menaruh belanjaannya tadi dan membuatkan Yudi kopi serta menyiapkan makan karena Yudi bilang bahwa dia belum makan.


Setelah itu Iin menyusul suaminya ke teras sembari memberikan kopi dan duduk disebelah Yudi.


"Kopi nya mas. Makan dulu aja udah aku siapin." kata Iin.


"Iya nanti aja. Ow iya rencana kamu uang pesangon itu mau diapakan?" tanya Yudi dengan mode serius. Dia mengesampingkan perasaannya soal Iin yang berselingkuh.


"Kalau menurut aku dipakai buat usaha aja mas, kita bikin warung kelontong gitu. Soalnya kan disini jauh dari toko kalau mau belanja-belanja susah." jawab Iin yang memang ingin memiliki usaha toko.


"Ya sudah kalau itu mau kamu. Besok coba aku tanya-tanya sama kang Mamat butuh biaya berapa buat bikin toko di depan situ." kata Yudi sambil menunjuk halaman depan rumah mereka dan mengambil kopinya yang sudah mulai dingin untuk diminum.


"Iya mas." jawab Iin.

__ADS_1


Setelah pembahasan itu akhirnya mereka masuk ke dalam rumah. Yudi duduk di ruang keluarga dan meminta Iin untuk mengambilkan makan karena dia ingin makan di ruang keluarga saja sambil menonton televisi.


Sementara Iin menyiapkan makanan untuk Yudi, kebetulan Yudi ingin pergi ke kamar mandi. Tanpa sengaja dia melewati dapur dan sempat melihat Iin malah asyik bermain ponsel sambil senyum-senyum.


Karena tidak mau ambil pusing, Yudi membiarkan istrinya itu dan masih memberi waktu siapa tahu suatu saat nanti Iin akan sadar sendiri.


Malam pun datang, seperti biasa setelah menyuruh Aldi untuk tidur dikamarnya Iin dan Yudi pun bersiap untuk tidur juga.


Setelah keduanya berbaring di ranjang, Iin langsung bersiap-siap untuk tidur. Tapi tidak seperti biasanya, Iin memilih untuk tidur membelakangi Yudi.


Yudi yang merasakan perubahan istrinya itu pun hanya bisa menghela nafas pelan. Dan kemudian dia ikut tertidur dengan menaruh tangannya di atas kepalanya.


...****************...


Setelah mereka deal harga, akhirnya saat itu juga kang Mamat dengan dibantu temannya mulai mengerjakannya.


Dan Iin juga menyiapkan barang-barang yang akan diperlukan untuk kebutuhan tokonya itu.

__ADS_1


Mereka cukup disibukkan untuk urusan toko itu selama beberapa hari ke depan. Sehingga membuat Iin dan Ari juga tidak ada kesempatan untuk bertemu.


Akhirnya persiapan toko pun selesai, dan mulai hari ini toko sudah dibuka dan ternyata memang banyak yang diuntungkan dengan adanya toko mereka.


...****************...


Satu bulan pun berlalu


Tiba saatnya Linda akan melahirkan. Linda dan Yanuar pun sudah mengambil cuti untuk persiapan kelahiran anak mereka.


Karena mereka tinggal jauh dari orang tua dan tidak ada yang akan merawat anaknya nanti serta mereka juga belum mempunyai pengalaman merawat bayi, maka mereka memutuskan untuk melahirkan di kampung halaman agar nanti ada yang membantu Linda pasca melahirkan.


Linda yang sudah lama tidak mendengar kabar Yudi dan tidak tahu sekarang dia dimana, sempat merasa ingin memberinya kabar kalau dia akan melahirkan. Tapi karena nomer Yudi yang sudah tidak aktif lagi akhirnya Linda mengurungkan niatnya itu.


...****************...


Udah 4 bab ni kak up nya 🤭

__ADS_1


jangan lupa hadiahnya ya 🙏


__ADS_2