
Kemudian Yanuar mulai mengutarakan apa yang dia simpan sendirian selama ini.
"Gini yank, aku mau kasih sesuatu kabar tentang kamu. Tapi aku harap nanti setelah kamu mendengarnya, jangan jadi down ya. Karena apapun yang terjadi sama kamu dan bagaimanapun kamu aku akan tetap sayang." ungkap Yanuar panjang lebar.
Linda tetap diam, dia mencoba mencerna perkataan suaminya itu. Dan hatinya sudah merasa tidak enak. Bahwa dia akan mendengar sesuatu hal yang tidak menyenangkan.
Akhirnya Yanuar pun menceritakan semua yang disampaikan dokter kepada Linda. Tentang Yanuar yang menentukan pilihan ketika akan melakukan operasi juga tentang keadaan pasca operasi.
Seketika Linda langsung shock, dia merasa dunianya runtuh. Karena mau bagaimanapun dia adalah seorang istri dan ibu yang juga menginginkan memiliki anak lebih dari satu. Karena dia ingin rumahnya ramai dengan keceriaan keluarga kecilnya tersebut.
Yanuar yang merasa istrinya shock pun, dengan segera memberikan pelukan hangat dan seakan takut untuk melepaskan.
Linda yang menerima pelukan itu tidak sanggup untuk membalasnya. Dia hanya menangis dalam diam didekapan suaminya.
"Kalau mau nangis, nangis aja gak apa-apa yank jangan dipendam gini aku malah jadi semakin gak kuat lihatnya yank." kata Yanuar dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis.
__ADS_1
Setelah diam beberapa saat, dan suasana cukup hening.
"Aku gak bisa hamil lagi yank, aku gak bisa punya anak lagi. Aku gak bisa kasih kamu anak yang banyak seperti mimpi-mimpi kita. Aku gak bisa bikin kamu bahagia. Aku gak bisa hiks...hikss..." akhirnya tangis Linda pecah juga.
"Ssttt....masih bisa yank, asal kita banyak doa dan usaha. Pasti nanti Tuhan akan berikan mujizat buat kita." kata Yanuar sambil terus memeluk istrinya dan juga dengan air mata yang mengalir karena sudah tidak tega melihat kesedihan istrinya.
"Kan tadi aku juga sudah bilang, apapun yang terjadi aku tetap ada buat kamu. Aku sudah bahagia meskipun hanya mempunyai satu anak, asalkan kita terus bersama dengan malaikat kecil kita." ungkap Yanuar kemudian.
Kemudian setelah beberapa saat berpelukan dan dengan hati yang sudah tenang, akhirnya Linda dan Yanuar masuk ke dalam kamar mereka untuk beristirahat.
...****************...
Lain hal nya dengan hubungan Iin dan Ari.
Mereka terlihat semakin mesra dan seakan dunia milik mereka berdua.
__ADS_1
Terlihat sekarang mereka sedang duduk berdua di taman, tempat mereka biasa bertemu. Tentu saja dengan seribu alasan yang dibuat Iin untuk membohongi Aldi agar bisa keluar rumah bertemu dengan Ari.
Di kursi taman. Iin yang sedang menyenderkan kepalanya di dada Ari dan dengan tangannya yang dengan iseng menulis tulisan-tulisan abstrak di dadanya. Tak lupa juga tangan Ari yang mencuri-curi kesempatan menyelinap masuk ke dalam kaos Iin dengan memberi remasan-remasan pada gundukan kesukaannya.
"Mah, masa iya hubungan kita akan begini terus?" tanya Ari sambil sesekali memilin pucuk gundukan Iin.
Iin yang menerima sentuhan itu, menjadi terbawa suasana. Tapi dia masih bisa menjaga kesadarannya.
"Iya mau gimana lagi pah, kan aku masih punya suami." jawab Iin yang sedikit mengeluarkan desahannya karena merasa terangsang dengan sentuhan Ari.
"Asal mamah tahu kalau sampai kamu cerai dengan suami kamu, maka aku siap jadi penggantinya. Dan aku pastikan akan segera melamarmu." jawab Ari yang dengan segera menarik kepala Iin dari dadanya untuk dicium bibirnya dengan memberi *******-******* yang memabukkan bagi Iin
...****************...
Udah 4 bab kak, mohon dukungannya 🙏
__ADS_1
Jangan lupa hadiahnya 🙂