
Di rumah Iin di kampung K
Terlihat Aldi yang baru saja memberikan ponselnya kepada sang bunda karena sudah selesai bertelpon ria dengan Yudi sang ayah.
Iin yang tadi pura-pura sibuk menyetrika baju ketika Yudi menelpon, menerima ponsel yang diberikan sang anak.
"Ini Bunda ponselnya." kata Aldi sambil memberikan ponsel kepada ibunya.
"Udah selesai telpon ayah?" tanya Iin
"Udah bunda." jawab Aldi
"Ya sudah kalau begitu main lagi sana di depan Al." suruh Iin
"Iya bunda." jawab Aldi sambil berlalu dari hadapan ibunya.
Selepas kepergian Aldi, Iin merapikan kembali baju-baju yang akan disetrika. Karena memang tujuan dia mengeluarkan semua baju itu adalah untuk menghindari pembicaraan telpon dengan Yudi.
Iin masuk ke dalam kamar dan berbaring di ranjang, sambil menekan nomer dan menghubunginya.
__ADS_1
"Hallo pa, lagi kerja ya? Aku ganggu gak?" tanya Iin dengan nada yang sedikit manja.
"Hallo mama sayang, iya ini lagi diproyek cuma mau cek kerjaan anak buah aja. Gak mungkinlah ganggu." jawab suara seorang pria diseberang sana, yang ternyata adalah seorang mandor dari sebuah proyek yang sedang dikerjakan dikampung sebelah rumah Iin.
Ari dia adalah laki-laki yang sedang dekat dengan Iin, padahal Ari juga tahu kalau Iin sudah berumah tangga dan memiliki seorang anak, dan suaminya sedang merantau di kota S.
Keduanya bertemu tanpa sengaja di sebuah warung makan ketika Ari sedang menikmati makan siangnya, yang ketika itu juga Iin sedang membeli lauk untuk anaknya.
Dan berawal dari situ akhirnya mereka saling mengenal, bertukar nomer ponsel dan menjadi dekat seperti sekarang ini bahkan menjalin hubungan yang hanya mereka tahu.
"Beneran ini gak ganggu? Kalau ganggu nanti aja aku telpon lagi pa." kata Iin.
Dan akhirnya mereka mengobrol ditelpon dengan Iin yang terus tersenyum sumringah dan sesekali tertawa karena mendengar cerita lucu dari Ari.
Mereka bagaikan anak ABG yang sedang mengenal kata Cinta.
Tanpa disadari dibalik pintu kamarnya, ada adik perempuan Iin yang mendengar suara Iin yang sedang menelpon itu. Bukan bermaksud untuk menguping, tp karena suaranya memang cukup terdengar dari luar kamar apalagi di kamar Iin tidak ada peredam suara.
Sari, yang mendengar itu dia berpikir kalau Iin sedang telponan dengan Yudi, tapi ternyata setelah dia mendengarkan baik-baik Iin tidak sedang menelpon Yudi tapi menelpon orang lain yang ia sendiri belum ketahui.
__ADS_1
Karena tidak mau dituduh menguping dan mencampuri urusan rumah tangga kakaknya, akhirnya Sari memilih pergi. Yang awalnya dia berniat akan mengajak kakaknya ke pasar jadi mengurungkan niatnya itu.
...****************...
Di tempat kerja Yudi
Yudi sudah bekerja cukup lama di kafe itu, maka banyak orang yang kenal dengan dia selain juga karena orangnya supel dan gampang bergaul dengan semua orang.
Tetapi karena keadaan keuangan pemilik kafe yang sedang krisis, akhirnya dengan terpaksa kafe tersebut mengurangi jumlah karyawannya.
Dan tanpa diduga Yudi salah satunya yang terkena PHK tersebut. Tetapi pemilik kafe tersebut masih memberi waktu untuk bekerja selama satu minggu, sambil menunggu uang pesangon keluar.
...****************...
Maaf telat up teman-teman karena hari Minggu jadi ada kegiatan dari pagi sampai sore 🙏
Tapi tetap diusahakan crazy up kog, mau ngebut ini 😁
Jangan lupa hadiahnya ya 🥰 trima kasih
__ADS_1