Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 74


__ADS_3

Setelah Aldi sudah tidak kelihatan lagi dari pandangan matanya, Yudi pun masuk ke dalam kamar anaknya untuk sekedar mengemasi barang-barangnya yang kemarin sempat dia keluarkan.


Begitu selesai dia berniat mencari Iin karena akan berpamitan untuk ke rumah mantan mertuanya, pertama untuk meminta maaf karena sudah membuat mereka malu karena memiliki menantu yang tidak bisa dibanggakan. Kedua untuk berterima kasih selama menjadi menantu dan mertua mereka saling mengasihi tidak membedakan antara anak dan menantu.


Iin saat itu sedang berada di belakang rumah mencuci baju. Yudi datang tidak mengeluarkan suara apapun dan Iin pun sedang fokus dengan pekerjaannya.


"Dek, mas pamit dulu ke rumah ibu ya?" tiba-tiba Yudi bersuara ketika sampai di belakang Iin.


"Eh.. kaget aku mas! Mbok ya jangan ngageti gitu lah!" pekik Iin dengan cemberut dan memegang dadanya karena merasa kaget.


Yudi hanya menanggapi dengan senyuman, karena tingkah Iin tidak berubah sama sekali saat dia kaget. Sebenarnya Yudi pun gemas ingin sekali memeluk Iin, tapi dia sadar sekarang mereka sudah bukan siapa-siapa lagi.


"Malah senyum-senyum." tegur Iin dengan masih cemberut.


"Tunggu bentar aku cuci tangan dulu mas..."

__ADS_1


"Gak usah dek, mas sendiri aja. Kamu lanjutin nyucinya aja." tolak Yudi.


"Hmm.. beneran?"


"Iya.."


"Ya sudah kalau gitu hati-hati mas." ucap Iin dengan membersihkan telapak tangannya dengan bajunya dan reflek menjabat tangan Yudi kemudian dicium dengan takzim. Karena sudah menjadi kebiasaan mereka.


Sedetik kemudian Iin tersadar dan Yudi pun sempat bingung dengan sikap Iin tersebut.


"Ya uda aku pergi dulu nanti keburu siang." ucap Yudi untuk menghilangkan kecanggungan mereka, kemudian pergi sebelum mendapat jawaban dari Iin.


Melihat kepergian Yudi, Iin segera menepuk pelan kepalanya sendiri dan merutuki kebodohannya. Tapi ya sudahlah masih menghormati sebagai kakak gak masalah, pikirnya.


Akhirnya Iin melanjutkan pekerjaannya dan Yudi berjalan menuju rumah mantan mertuanya yang tidak begitu jauh dari rumahnya itu.

__ADS_1


...****************...


Di tengah perjalanan menuju rumah ibunya Iin, Yudi bertemu dengan tetangga-tetangganya. Dan tentu saja mereka banyak yang julid tetapi tidak sedikit juga yang merasa iba terhadap Yudi. Tetapi Yudi memang sudah menyiapkan diri jika dia bertemu tetangga-tetangganya yang seperti itu. Jadi dia menanggapi biasa saja. Yudi berhenti sebentar sekedar untuk mengobrol ringan sebelum dia melanjutkan ke rumah ibunya Iin.


Begitu sampai di rumah mantan mertuanya itu, Yudi disambut layaknya dia masih menantunya dulu. Ibunya Iin sudah siap karena memang tadi malam sudah dikasih kabar oleh Iin bahwa Yudi akan ke rumah esok harinya. Karena memang Ibu Iin sebenarnya tidak menginginkan Iin bercerai dengan Yudi, sehingga tidak pernah berpikiran membeda-bedakan antara menantu dan mantan menantu.


Yudi yang merasa disambut begitu hangat pun merasa terharu, karena sekalipun dia sudah membuat malu mertuanya dulu tetapi mertuanya tidak pernah mempermasalahkan sama sekali. Meskipun sebenarnya kecewa tetapi itu semua sudah menjadi takdir yang diatas dan kita mau tidak mau harus tetap menjalaninya.


Di rumah itu pun tidak hanya ada ibunya Iin tetapi juga ada Sari yang memang tinggal bersama ibunya. Kebetulan Sari mendapat jatah kerja masuk siang jadi dia masih sempat untuk sekedar menemani bertemu dengan mantan kakak iparnya tersebut. Juga ada hampir seluruh keluarga besar Iin yang ikut menyambut kedatangan Yudi.


...****************...


Tetap semangat 💪


Jangan lupa tinggalkan jejak

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya 🙏


__ADS_2