Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 43


__ADS_3

Akhirnya Yudi memencet nomor ponselnya Iin, setelah tersambung terdengarlah suara dari seberang telepon.


"Iya ada apa mas?" tanya Iin to the point.


"Hmm.. begini dek, mas mau minta tolong, apa kamu bisa datang ke kota M sekarang?" kata Yudi.


"Memangnya kenapa mas kog aku harus kesana?" tanya Iin.


"Begini dek, mas saat ini ada di kantor polisi lagi ditahan. Apa kamu bisa datang kesini sebagai penjamin?" tanya Yudi.


Iin yang mendengar penjelasan Yudi tersebut, terdiam sesaat. Mencoba mencerna perkataan Yudi. Apakah benar yang dia dengar itu? Atau hanya sekedar halusinasi.


"Halo dek, kamu dengerin mas kan?" tanya Yudi karena tidak terdengar suara Iin lagi.


"Iya aku denger mas. Maksudnya apa mas? Kamu dikantor polisi? Ditahan? Di penjara gitu maksudnya?" cecar Iin dengan banyak pertanyaan.


"Iya dek, mas lagi kena kasus. Jadi mas minta tolong kamu datang kesini ya?" kata Yudi yang berharap supaya Iin mau datang menemuinya.

__ADS_1


Sebelum kembali menjawab Yudi, Iin sedikit menghela nafas.


"Maaf mas aku gak bisa datang ke sana, aku malu dan aku takut aku gak ngerti apa-apa. Maaf aku tutup ya telponnya ini aku masih sibuk soalnya." tanpa menunggu jawaban dari Yudi, Iin segera mengakhiri panggilan itu.


Yudi yang mendengar itu hanya memejamkan matanya sambil menghela nafas pelan, karena memang sudah tidak kaget lagi dengan kelakuan istrinya itu.


Dengan terpaksa Yudi akhirnya menghubungi kedua orang tuanya, karena memang harus ada pihak keluarga yang mengurusnya.


Setelah menekan nomor orang tuanya akhirnya panggilan itu tersambung.


"Apik Bu. Hm.. Bu iso pora lek saiki mrene nang kota M? (Baik Bu. Hm.. Ibu bisa tidak kalau sekarang datang ke kota M?)" tanya Yudi segera.


"Hla enek opo tow le, kog Ibu ndadak mrono? (Hla ada apa tow nak kog Ibu disuruh kesana?)" tanya Ibu Yudi yang masih belum tahu maksud Yudi.


"Ngene Bu, aku lagi keno masalah. Saiki aku nang kantor polisi aku lagi ditahan. (Gini Bu, saya lagi terkena masalah. Sekarang saya lagi dikantor polisi saya lagi ditahan)"


"Astaga le, ngomong opo awakmu kie? Ojo ngawur ae lek ngomong kie! (Astaga nak, bicara apa kamu itu? Jangan sembarangan kalau bicara itu!)" jelas Ibu Yudi kaget mendengar berita itu.

__ADS_1


"Aku ora ngawur kog Bu, aku tenanan iki! (Saya tidak sembarangan ngomong kog Bu, saya serius!)" kata Yudi dengan memastikan.


"Hla awakmu uwes telpon bojomu durung? Wes ngabari durung? (Hla kamu sudah menghubungi istrimu belum? Sudah kasih kabar belum?)" tanya Ibu Yudi.


"Uwes Bu, tapi wonge ora gelem mrene. Jare gak iso jare isin Bu mergo aku keno kasus iki! (Sudah Bu, tapi dia tidak mau datang. Katanya repot dan malu karena saya terkena kasus ini!)" jawab Yudi apa adanya.


"Woo ancen bojomu kui gendeng kog! (Woo memang istrimu itu gila kog!)" kata Ibu Yudi dengan kesal. Karena memang Ibu Yudi juga sedikit banyak tahu tabiat jelek dari istri Yudi tersebut.


Setelah memberitahu keberadaan Yudi dan menjelaskan kasus yang menimpanya, akhirnya Yudi mengakhiri panggilan tersebut karena memang waktu yang diberikan oleh pihak kepolisian untuk menghubungi keluarga sudah habis.


Akhirnya orang tua Yudi berjanji untuk segera datang ke kota M dan mendampingi Yudi selama kasusnya.


...****************...


Terus semangat kak 💪


Mohon dukungan dan hadiahnya kak 🙏

__ADS_1


__ADS_2