Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 12


__ADS_3

Setelah Yanuar dan Linda selesai makan malam, keduanya bersiap masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.


Tanpa banyak kata Linda langsung berbaring di ranjang setelah selesai menggosok gigi dan bersiap akan tidur.


Yanuar yang melihat istrinya sudah diranjang akhirnya ikut naik ke ranjang setelah menutup dan mengunci pintu kamarnya.


"Capek banget ya yank? Sini aku pijitin." tawar Yanuar kepada istrinya yang dengan segera memijit kaki Linda dengan perlahan.


Linda yang sedang banyak pikiran tentang Yudi pun hanya diam saja ketika Yanuar memijit kakinya.


Disela-sela Yanuar memijit kaki Linda, dengan iseng Yanuar meraba-raba paha mulus Linda,


"Yank sebenernya aku lagi pengen ini, tapi kasihan nanti anak kita kalau aku jenguk hehe. Soalnya kemarin kata dokter kan masih rawan." kata Yanuar yang tetap memijit kaki Linda.

__ADS_1


Linda yang mendengar perkataan Yanuar itu, seketika semakin merasa bersalah. Karena baru saja dia dan Yudi melakukan hubungan tanpa memikirkan janinnya. Karena memang Yudi baru mengetahui kalau Linda sedang hamil setelah mereka selesai melakukan hubungan itu.


Berbeda dengan Yanuar, yang masih bisa menahan naf su untuk tidak menyentuhnya karena mengkhawatirkan janinnya.


Setelah beberapa saat, Yanuar yang sudah merasa capek karena memijit kaki Linda akhirnya berbaring disebelah Linda untuk beristirahat.


Linda yang melihat suaminya sudah terlelap dengan nafas yang teratur, menatap dalam wajah suaminya dan seketika perasaan bersalah muncul dalam hatinya karena merasa sudah mengkhianati suaminya terlalu jauh.


Akhirnya setelah lelah berpikir dan merenungi nasibnya Linda memilih mengistirahatkan badan dan pikirannya supaya besok pagi ketika dia bangun bisa kembali berpikir dengan jernih.


Beberapa bulan berlalu


Setelah kejadian Yudi mengetahui kehamilan Linda, dia juga merasa bingung dan dia jadi jarang menghubungi Linda walaupun hanya sekedar berkirim pesan.

__ADS_1


Walaupun sejujurnya dalam hatinya ingin sekali bertemu dengan Linda.


Begitupun dengan Linda, dia merasa Yudi menjauhinya dan tidak mau tahu dengan kehamilannya meskipun belum diketahui anak siapa yang dia kandung.


Perut Linda semakin besar, Yanuar sebagai suami siaga mulai mengantar-jemput istrinya bekerja karena tidak tega melihat Linda yang hamil besar harus naik motor sendiri. Meskipun tempat kerjanya berbeda arah dengan Linda tapi dia rela berkorban untuk mengantar istrinya bekerja terlebih dahulu.


Ketika Linda diantar oleh Yanuar, kebetulan sekali lewat depan kafe tempat Yudi bekerja. Dan tanpa disengaja ketika Linda menoleh ke arah kafe pada saat yang bersamaan Yudi juga sedang melihat dia, yang kebetulan saat itu sedang ada di depan kafe.


Kedua mata itu saling menatap dalam diam tanpa ada yang tahu apa arti tatapan itu. Apakah kerinduan? Apakah keresahan?


Setelah Linda dan Yanuar menghilang dari pandangannya, Yudi menghela nafas dalam. Di satu sisi dia senang melihat Linda dan Yanuar bisa rukun dalam membina rumah tangga. Tapi di sisi lain dia juga merasa sakit hati karena orang yang disayanginya tidak bisa dia raih.


Lain hal dengan rumah tangganya saat ini. Yudi merasa Iin sudah berubah, meskipun masih sering menelpon tapi dia merasa kalau Iin sebenarnya malas ketika Yudi menelponnya.

__ADS_1


Ketika Yudi menelpon pun yang banyak bicara adalah Aldi sedangkan Iin lebih memilih menyibukkan diri dengan melakukan pekerjaan rumah. Entah itu memasak, menggosok pakaian atau apapun yang bisa dia kerjakan untuk mengalihkan perhatian dari telpon Yudi.


__ADS_2