
Sebelum menjawab pertanyaan dari pakdenya Iin menghela nafas pelan. Dan semua keluarga menyimak dengan serius setiap apa yang akan dibicarakan oleh Iin. Begitu juga dengan Ibunya Iin, yang saat ini benar-benar merasa shock atas kejadian dikeluarganya lagi.
"Begini pakde, memang benar apa yang dikatakan Sari, saat ini saya sedang hamil dan saya baru mengetahui 2 hari yang lalu ketika Sari datang ke rumah dan membantu saya memanggilkan bidan karena melihat saya sakit dan lemas..." Iin menjeda kalimat nya sebentar.
"Kemudian kata bidan kalau saya kemungkinan hamil maka dari itu Sari ke apotik untuk membeli testpack dan setelah saya cek ternyata benar ada janin yang tumbuh di rahim saya." lanjut Iin dengan menundukkan kepala dan mengelus perutnya yang masih rata.
Ibunya Iin mulai merasa bahwa nafasnya kembali sesak karena mendengar pengakuan langsung dari anaknya.
"Ya sudah sekarang katakan siapa laki-laki yang sudah menghamili kamu? Panggil sekarang kesini biar dia bertanggung jawab dan menikahi kamu sekarang juga!" seru pakdenya Iin.
Karena pakdenya Iin yakin bahwa bukan Yudi yang menghamili Iin, jelas laki-laki lain. Karena Yudi yang sudah tidak pernah datang lagi ke rumah Iin semenjak kebebasannya dari penjara dulu.
Iin tidak langsung bisa menjawab dia melirik Sari yang ada disebelahnya. Kemudian terlihat samar Sari mengangguk pelan untuk menyarankan sang kakak berkata jujur dan apa adanya.
"Hmmm... Iin minta maaf pakde, bude, Ibu dan semua. Laki-laki yang sudah menghamili Iin sudah tidak ada disini dan dia tidak bisa dihubungi saya gak tahu sekarang dia ada dimana." jawab Iin dengan terbata-bata dan takut kalau-kalau semua akan marah.
"APA!!" seru semua yang ada di ruangan tersebut.
__ADS_1
Iin hanya bisa menangis dan terus meminta maaf. Sedangkan Ibunya Iin seketika kembali sesak nafas dan tidak sadarkan diri.
"Aa..aa...paa..!" 1 kata itu yang sempat diucapkan oleh Ibunya Iin sebelum beliau tidak sadarkan diri.
"Mbak...!"
"Bude...!"
"Uti...!"
"Ibu...!"
Sedangkan Iin yang akan menolongnya juga ditahan oleh pakdenya.
"Kamu disini saja! Urusan kamu dengan pakde belum selesai!" tegas pakdenya Iin.
Karena bagaimanapun pakdenya lah yang bertanggung jawab atas kehidupan Iin dan juga Sari. Pakde adalah kakak dari Ibunya Iin sedangkan ayahnya Iin sudah lama meninggal, jadi secara tidak langsung pakdelah yang bertanggung jawab.
__ADS_1
Dengan terpaksa Iin menurut sedangkan Sari sudah lebih dulu membantu Ibunya untuk dibawa ke rumah sakit.
Setelah semuanya pergi, tinggallah Iin dan pakde juga beberapa keponakan dan saudara yang tidak ikut ke rumah sakit.
Kembali pakde mendesak Iin untuk mengaku siapa ayah dari bayi yang dikandung Iin.
"Sekarang katakan kepada pakde siapa ayah bayi itu? Dan pakde tidak mau kamu menutupi apapun dari keluarga karena apa yang kamu lakukan itu sudah membuat semua keluarga malu terlebih ibumu In!" tegas pakde.
"Iya pakde Iin tahu dan Iin benar-benar minta maaf. Iin yang sudah membuat Ibu sakit lagi." tangis Iin kembali pecah, karena dia benar-benar teledor tidak memikirkan kedepannya setiap apa yang dia lakukan.
...****************...
Tetap semangat 💪
Mampir kak di karya kedua ku 👇
Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1