
Di lain pihak, Weni maupun Yudi sudah bersiap-siap akan kembali bertemu di cafe tempat pertama mereka membahas tentang kerjasama.
Akhirnya mereka datang bersamaan dan tepat waktu. Setelah memilih tempat duduk yang cukup strategis dan memesan minuman akhirnya keduanya pun membahas tentang kerjasama yang akan mereka jalin. Mereka terlihat begitu serius dan mengenyampingkan urusan pribadi mereka masing-masing.
Setelah kurang lebih 1 jam mereka sudah selesai membahasnya dan sudah menyepakati beberapa hal yang dibutuhkan untuk kerjasama tersebut.
"Oke brarti kita sudah deal ya Mas Yudi?" tanya Weni seraya menata dan memasukkan barang-barang yang tadi diperlukan untuk dibahas yang sempat berserakan di meja ke dalam tas nya.
"Iya sudah Mbak dan besok semuanya sudah siap. Semoga kita segera kebanjiran order."
"Amin." jawab keduanya serempak, akhirnya saling terkekeh karena jawaban mereka yang sama dan terlihat kompak.
"Silahkan Mbak Weni mau pesan apa, kita sekalian makan saja. Hari ini biar gantian saya yang traktir. Karena kemarin kan Mbak Weni sudah mentraktir saya." ucap Yudi seraya menyerahkan buku menu untuk dipilih Weni.
"Wah beneran ini Mas? Nanti aku makannya banyak lho hehe." canda Weni sambil menerima buku menu dan memilih makanan yang akan dipesannya.
"Iya gak apa-apa Mbak, sebanyak apa sih memangnya? Paling juga gak mungkin habisin uang aku." jawab Yudi sambil terkekeh.
Kemudian keduanya saling melempar senyum. Akhirnya setelah menentukan makanan yang akan dipesannya segera mereka memanggil pelayan untuk memesan.
Sambil menunggu pesanan datang, mereka menyibukkan diri dengan ponsel masing-masing. Setelah menunggu kurang lebih 20 menit akhirnya pesanan mereka datang dan dengan segera mereka menikmatinya.
__ADS_1
Sambil menikmatinya, mereka sesekali mengobrol ringan untuk mengurangi kecanggungan keduanya.
"Ow ya Mas kemarin aku lihat di foto Mas Yudi sama seseorang, siapa itu Mas? Saudaranya ya kog kayaknya mirip gitu." tanya Weni sambil menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.
Yudi tahu siapa yang dimaksud Weni pun menjawab dengan santai, jujur dan apa adanya.
"Ow itu anak saya Mbak."
Uhuk.. Uhuk..
Weni yang memiliki telinga masih cukup bagus pun dengan sekali perkataan saja sudah bisa didengar dengan jelas. Dia terkejut dan shock mendengar kata anak dari mulut Yudi, sehingga tersedak makanan yang baru saja dikunyahnya.
Yudi yang melihatnya segera memberikan minuman Weni untuk segera diminum agar tidak batuk-batuk lagi.
Weni tidak menghiraukan perkataan Yudi dia semakin penasaran dengan apa yang barusan didengarnya.
"A..an..anak?" tanya Weni dengan terbata.
"Iya anak saya Mbak." jawab Yudi sedikit heran karena Weni bertanya seakan tidak percaya.
"Oh.." jawab Weni singkat.
__ADS_1
Semenjak itu Weni tidak mengobrol lagi dengan Yudi, dia segera menghabiskan makanannya dengan diam.
"Masa iya Mas Yudi sudah punya anak? Brarti uda punya istri juga donk. Trus kenapa ngajak aku ketemu-ketemu kayak gini?" batin Weni mulai tidak fokus dengan makanannya.
"Mbak Weni kenapa ya kog jadi diam gitu? Padahal tadi ceria lho, apa ada masalah ya?" batin Yudi sambil sesekali memerhatikan Weni yang hanya mengaduk-aduk makanannya saja.
Dari pada penasaran Yudi lebih baik bertanya.
"Mbak Weni gak kenapa-kenapa kan? Baik-baik saja?" tanya Yudi khawatir.
Weni yang tersadar dari lamunannya pun segera hendak bangkit berdiri.
"Ow iya Mas maaf ya aku lupa kalau ada janji. Maaf saya pergi dulu." setelah berpamitan Weni segera berlalu dari tempat duduknya dan meninggalkan Yudi sendirian dengan terheran-heran.
"Itu cewek kenapa ya?" guman Yudi sendiri sambil melihat kepergian Weni.
...****************...
Tetap semangat 💪
Mampir kak di karya keduaku 👇
__ADS_1
Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏