
Akhirnya setelah menjalani rawat inap selama 3hari di rumah sakit, Aldi diijinkan oleh dokter untuk pulang kerumah karena keadaannya yang sudah lebih baik.
Aldi hanya diam saja dan menurut dengan Iin apapun yang disuruh olehnya. Iin pun jelas merasakan perubahan pada anaknya, dia berjanji nanti kalau sudah sampai dirumah dan keadaanya sudah kondusif dia berjanji akan menceritakan semua rahasia yang selama ini dia simpan.
Beberapa saat menunggu, akhirnya Sari datang memang untuk menjemput mereka. Setelah membawa semua barang-barang untuk dimasukkan ke dalam mobil yang sebelumnya sudah di cek tidak ada yang ketinggalan, akhirnya mereka bertiga pulang ke rumah.
Di dalam perjalanan Sari mencoba mencairkan suasana karena dia merasa Iin dan Aldi sedang tidak baik-baik saja.
"Yeee.. akhirnya sudah boleh pulang Al, uda kangen ya sama kamar kamu? Bosen pasti kan sama masakan rumah sakit? Enakan masakan bunda kan? hehe.." ucap Sari dengan antusias sambil melirik kaca spion di atasnya untuk melihat Aldi dia juga sambil fokus menyetir. Karena Aldi duduk di kursi belakang sedangkan Sari dan Iin duduk di depan.
Aldi yang saat itu memejamkan matanya, seketika membuka mata dan mata mereka saling pandang di kaca spion itu.
"Kangen ayah!" cuma jawaban itu yang keluar dari mulut Aldi, setelah itu dia kembali memejamkan matanya.
Sari yang mendengar jawaban itu seketika melirik Iin yang saat itu juga sedang meliriknya. Karena otomatis Iin juga dengan jelas mendengar jawaban Aldi.
Setelah itu tidak ada suara lagi di dalam mobil. Sari yang kembali fokus menyetir, Aldi yang kembali memejamkan matanya dan Iin yang menyibukkan diri dengan melihat pemandangan melalui kaca di sebelah kirinya.
__ADS_1
Tidak berapa lama akhirnya mereka sampai di rumah. Dengan segera Aldi masuk ke rumah dan menuju ke kamarnya.
Sari dan Iin hanya saling pandang ketika melihat Aldi bersikap seperti itu.
"Kayaknya memang Aldi harus segera diberitahu mbak, atau mungkin memang dia sebenarnya sudah tahu dia menunggu mbak jujur sama dia. Makanya dia bersikap seperti itu kayak protes ke mbak." saran Sari.
Iin pun menghela nafas pelan sebelum menjawab perkataan Sari.
"Iya Sar mbak juga mikir gitu, makanya nanti mbak akan ngomong semuanya sama dia." jawab Iin sambil mengeluarkan barang-barang dari rumah sakit tadi.
"Apa perlu aku temani mbak buat ngomong sama Aldi nanti?" tawar Sari.
"Ya uda nanti kalau ada apa-apa hubungi ya mbak. Sama-sama, aku pulang dulu mbak." pamit Sari sambil masuk ke dalam mobil kemudian keluar dari halaman rumah Iin.
Iin yang sudah melihat mobil Sari keluar langsung masuk ke dalam rumah. Dan menuju ke kamar Aldi untuk menaruh barang-barang Aldi yang dibawa ke rumah sakit.
Begitu masuk, Iin langsung melihat Aldi yang berbaring di atas ranjang sambil memejamkan mata. Tapi Iin yakin kalau Aldi sebenarnya belum tidur tapi hanya memejamkan mata saja, karena dia tahu bahwa Iin akan masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Iin mulai duduk di sebelah Aldi, memegang bahunya.
"Kamu istirahat dulu aja ya Al, nanti sore kalau kamu sudah enakan sudah bisa diajak ngobrol bunda pengen ngobrol sama kamu. Ada yang mau bunda omongin sama kamu." kata Iin pelan.
Aldi yang mendengar itu hanya berdehem saja sebagai jawaban tanpa membuka matanya.
Iin pun menghela nafas pelan, seakan paham dengan kerisauan Aldi.
"Ya sudah bunda tinggal dulu ya." akhirnya Iin keluar dari kamar anaknya dan menutup pintunya kemudian bersandar pada pintu itu dengan meneteskan air mata.
Begitu menyadari bahwa ibunya sudah keluar dari kamar, dengan segera Aldi membuka mata dan juga meneteskan air mata.
"aku uda tahu apa yang akan bunda omongin nanti. Maaf bun, mungkin sikap ku ini menyakitimu. Itu karena bunda mengecewakan aku." batin Aldi.
...****************...
Uda 4 bab kak, tetap semangat 💪
__ADS_1
Tinggalkan jejak
Jangan lupa like, komen dan hadiahnya 🙏