
Setelah kepergian Yudi, Weni kembali menutup pintu rumahnya dan terus tersenyum mengingat semua hal tentang Yudi. Entah kenapa hatinya berdesir setiap melihat senyum Yudi ketika mereka mengobrol tadi.
Weni sebenarnya dulu pernah berpacaran dan hampir bertunangan, tetapi belum sempat dia bertunangan ternyata sang tunangan tidak sebaik yang dia lihat. Tunangan Weni ternyata selingkuh dengan teman kerjanya sendiri sehingga Weni memutuskan mengakhiri hubungannya. Dan beruntung dia mengetahui sebelum terjalin hubungan yang serius.
Dan setelah itu Weni menutup rapat hatinya seakan enggan untuk memulai kembali hubungan dengan lawan jenis. Juga dia begitu kuat membentengi hatinya agar tidak mudah begitu saja jatuh kepada laki-laki. Tetapi entah kenapa begitu dia bertemu dengan Yudi, hatinya seakan tidak baik-baik saja. Dan seakan berkata bahwa Yudi adalah laki-laki yang baik.
Weni pun berencana untuk mendekati Yudi, mungkin dengan dia menjadi dekat dengan Yudi dia bisa lebih meyakinkan hatinya apakah benar Yudi sebaik yang dia pikirkan. Akhirnya tanpa berlama-lama dia segera mengerjakan hal yang diperlukan untuk melakukan kerjasama dengan Yudi supaya bisa bertemu kembali dengan Yudi dengan alasan pekerjaan.
Setelah kurang lebih 1 jam menempuh perjalanan, akhirnya Yudi sampai di rumah dengan selamat. Dia disambut senyum hangat dari sang anak dan juga kedua orang tuanya.
Begitu turun dari sepeda motor Yudi segera menjabat tangan kedua orang tuanya begitu juga Aldi menjabat tangan Yudi.
"Ayo Al kita kerja lagi ini ada pesanan masuk dan minta segera dikirim." ucap Yudi kepada sang anak dengan merangkul pundaknya dan membawa masuk ke dalam rumah untuk segera mengemas pesanan yang sudah masuk dengan senyum bahagia.
__ADS_1
"Makan dulu tow Yud, istirahat dulu kan baru saja nyampe. Habis gitu baru kerja." sang ibu mengingatkan Yudi untuk makan terlebih dahulu.
"Iya mendingan ayah makan dulu." Aldi pun ikut mengingatkan sang ayah.
"Gak apa-apa nanti aja nanggung buk, kerja dulu baru nanti bisa nyantai kalau semua sudah selesai." jawab Yudi dengan berlalu dari hadapan kedua orang tuanya tanpa mempedulikan gerutuan sang ibu.
"Halah kog mesti ae, kalau disuruh makan alasan terus." gerutu ibunya tetapi tetap membiarkan Yudi bekerja dulu sebelum makan.
"Halah opo ae seh pak-pak, kita kan sudah tua wes gak usah aneh-aneh!" marah Ibunya Yudi kepada suaminya dan berlalu masuk ke dalam rumah.
"Hahaha kita lho masih muda buk tapi beberapa puluh tahun yang lalu." tawa Ayahnya Yudi. Beliau tetap masih berada di luar rumah karena sedang merokok dan menikmati kopi di sore hari itu.
Ketika Yudi dan Aldi sedang fokus untuk mengemas pesanan, tiba-tiba ponsel Yudi berdering dan terlihat dilayar ada nama Weni yang menghubunginya. Seketika dia menghentikan dulu pekerjaannya dan sedikit mengerutkan dahi karena merasa heran kenapa Weni menghubunginya padahal mereka baru saja bertemu, tetapi Yudi tetap menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan itu.
__ADS_1
Sedangkan Aldi hanya memperhatikan ayahnya yang sedang mengangkat telepon entah dari siapa dia juga belum tahu.
...****************...
Tetap semangat 💪
Mampir yuk kak di karya kedua ku 👇
Mohon dukungannya
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1