Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 1 (Session 2)


__ADS_3

Yudi sudah sampai di rumah distributor barunya. Dia juga baru satu kali ini mendatangi rumahnya karena memang dia mendapat rekomendasi dari temannya.


Setelah memastikan alamat rumahnya benar, Yudi segera turun dari sepeda motornya dan sedikit memperbaiki penampilannya biar terlihat lebih sopan. Kemudian dia berjalan ke arah pintu dan mengetuknya.


Tok! Tok! Tok!


Tidak berapa lama, keluarlah seorang wanita yang cukup cantik dan terlihat masih muda. Kalau dilihat dari penampilannya masih sekitar usia 25-30 tahunan.


Jujur saja sebagai lelaki normal Yudi merasa tertarik pada pandangan pertama, tetapi kemudian dia teringat akan tujuannya datang ke tempat itu.


"Maaf cari siapa ya mas?" tanya wanita tersebut.


"Betul ini rumahnya mbak Weni?" tanya Yudi sopan.


"Iya saya sendiri, mas siapa?"


"Saya Yudi mbak, mau mengajak kerjasama dengan mbak. Saya dapat alamat rumah sampean dari pak Jono." jawab Yudi menjelaskan maksud dan tujuan dia datang ke rumah Weni.


"Ow pak Jono, iya sih beliau sudah sempat cerita kemarin. Mari silahkan masuk mas." ajak Weni dengan membuka pintu lebar supaya Yudi bisa masuk.


Yudi meskipun dia sudah memiliki anak yang sudah remaja, tetapi dari penampilannya dia masih terlihat muda. Dan tidak ada yang tahu bahwa dia sebenarnya sudah berstatus duda beranak 1 bila Yudi tidak bercerita.

__ADS_1


Dan entah kenapa ketika Weni baru saja bertemu dengan Yudi, tiba-tiba ada yang aneh dihatinya. Tetapi dia mencoba meredam itu semua dan mencoba profesional.


"Begini mbak saya ingin mengajak kerjasama mbak Weni. Nanti kita akan bagi hasil bla bla bla.." Yudi menjelaskan panjang lebar apa yang menjadi alasannya menemui Weni.


Tetapi Weni seakan tidak mendengarkannya sama sekali, dia malah terpesona dengan bibir merekahnya Yudi yang entah kenapa membuat dia memikirkan hal-hal yang aneh.


Karena melihat Weni yang diam saja dan semakin menatap intens kepadanya yang membuat Yudi salah tingkah, akhirnya Yudi mencoba untuk menyadarkan Weni dengan melambaikan tangan di depan wajahnya.


"Mbak.. halo mbak Weni!" seru Yudi.


Seketika Weni tersadar dan meminta maaf, dia beralasan bahwa masih memikirkan pekerjaan yang tadi sempat dia tinggal agar tidak malu kalau ketahuan memperhatikan Yudi.


Akhirnya Yudi kembali menyampaikan maksudnya dan Weni pun menyetujui untuk menjalin kerjasama dengan Yudi. Kemudian mereka bertukar nomor ponsel agar ketika bekerja sama nantinya bisa lebih mudah.


"Tidak usah repot-repot mbak ini saya juga mau permisi saja." tolak Yudi dengan halus.


"Gak apa-apa mas cuma air putih kog." jawab Weni tanpa mempedulikan penolakan dari Yudi.


Setelah beberapa saat Weni keluar dengan membawa nampan berisi 2 orange jus dan juga beberapa toples yang berisi camilan.


"Maaf seadanya ya mas." kata Weni sambil meletakkan minuman dan makanan di atas meja.

__ADS_1


"Silahkan diminum mas, mumpung suasananya panas biar segar minum orange jus."


"Iya terima kasih banyak mbak." kata Yudi sambil mengambil gelasnya dan meminum hampir habis setengahnya.


Setelah mengobrol basa basi akhirnya Yudi berpamitan untuk pulang.


"Ya sudah kalau begitu mbak, saya pamit pulang dulu. Ini ada pesanan masuk mau pecking dulu." ucap Yudi sambil beranjak dari duduknya dan menjabat tangan Weni dengan sopan.


"Iya mas hati-hati ya. Nanti saya hubungi kalau sudah saya buat daftar barang-barangnya."


"Iya mbak terima kasih."


Akhirnya Yudi meninggalkan rumah Weni pulang ke rumah dengan bersyukur karena dia berhasil mendapatkan 1 distributor lagi untuk mengembangkan usahanya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Mampir kak di karya kedua ku 👇


Mohon dukungannya tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1



__ADS_2