Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 23 (Session 2)


__ADS_3

Saat ini keduanya sedang berada dirumah Weni untuk membahas kerjasama yang mulai berkembang. Weni pun sudah mengetahui tentang status duda dari Yudi dan memiliki seorang anak remaja, sedangkan mantan istrinya diceritakan oleh Yudi bahwa sudah menikah dan sedang hamil. Karena Yudi tidak mau menjelek-jelekkan Iin bahwa hamil diluar nikah sehingga dia menceritakan kepada Weni sudah menikah.


Dan Weni pun diterima baik oleh kedua orang tua Yudi maupun Aldi sendiri. Tetapi Aldi masih sedikit menjaga jarak dengan Weni karena jujur saja dia merasa takut seandainya nanti memiliki ibu tiri seperti cerita-cerita yang ada, padahal belum tentu semua ibu tiri itu jahat. Tetapi Aldi meyakinkan dirinya sendiri jika ayahnya bahagia dengan pilihannya maka dia akan ikut mendukung, karena bagaimanapun ayahnya juga harus bahagia meskipun sudah tidak bisa bersatu dengan ibunya.


"Ahh akhirnya selesai juga!" seru Weni dengan merentangkan kedua tangannya karena memang dia merasa sedikit pegal.


"Capek ya, sini Mas pijitin." tawar Yudi.


"Beneran?" jawab Weni dengan riang, karena dia pikir lumayan dapat pijat gratis.


"Iya beneran, sini."


Tanpa menunggu lama Weni segera menghampiri Yudi dan duduk disebelahnya, kemudian memposisikan diri duduk membelakangi Yudi. Dan Yudi pun segera menggerakkan kedua tangannya untuk memijit bahu Weni.


Weni pun memejamkan matanya untuk menikmati pijitan tangan Yudi.


"Enak juga Mas, pijitan kamu." ucap Weni dengan masih memejamkan matanya.


"Jelas donk, apalagi yang lain juga gak kalah enak." jawab Yudi asal.

__ADS_1


Seketika Weni langsung menoleh untuk melihat Yudi dan mengerutkan keningnya.


"Apanya lagi yang enak?" tanya Weni.


Yudi hanya tersenyum dan segera membalikkan tubuh Weni lagi untuk membelakanginya dan kembali memijit Weni.


"Mau gak kamu nikah sama Mas, Dek?" tanya Yudi tanpa basa basi.


Weni yang mendengar pertanyaan Yudi kembali menoleh dan melepaskan tangan Yudi agar berhenti memijitnya.


"Mas Yudi ngomong apa tadi?" tanya Weni meminta Yudi untuk mengulangi pertanyaannya.


"Uda jawab aja, gak bisa diulangi lagi."


"Halah gak mungkin kamu gak denger."


"Beneran Mas, aku gak denger." Weni sengaja menggoda Yudi.


"Yakin?"

__ADS_1


"Iya yakin."


"Yakin?" tanya Yudi dengan mencondongkan tubuhnya untuk lebih merapat kepada Weni.


"Iya haha." dan Weni sudah tidak bisa menghindar lagi, karena Yudi tahu kelemahannya bahwa Weni mudah geli sehingga Yudi dengan sengaja menggelitik Weni.


Seketika pandangan mata mereka bertemu, dan Yudi memberanikan diri untuk mengecup sekilas bibir Weni. karena merasa tidak ada penolakan bahkan Weni seakan memberikan kesempatan dengan dia memejamkan matanya Yudi kembali menyentuh bibir Weni dengan bibirnya. Dan memberikan luma-tan yang memabukkan bagi Weni.


Buat Yudi sebagai laki-laki, hal yang mudah untuk membawa lawan jenisnya mabuk kepayang dengan ciumannya apalagi dia sudah berpengalaman. Dan Weni pun mengalaminya, dia memeluk leher Yudi dan semakin memperdalam ciuman tersebut.


Seakan semakin diberi kesempatan oleh Weni, Yudi pun memainkan kedua tangannya dibagian depan tubuh Weni dan Weni tanpa sengaja mengeluarkan desah-annya ditengah ciuman mereka sehingga membuat Yudi semakin ingin melakukan hal gila. Tetapi Yudi segera sadar dan menarik diri dari hadapan Weni. Weni segera membuka mata melihat Yudi yang duduk disampingnya, jujur saja dia merasa kecewa karena sudah sejauh itu mereka melakukan.


...****************...


Sabar tahan dulu ya 🤭


Tetap semangat 💪


Mampir kak di karya ku yang lain 👇

__ADS_1


Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏



__ADS_2