
Akhirnya mereka makan malam bersama, dengan saling bercerita meskipun sedikit agak canggung.
Tidak berapa lama mereka makan, datanglah Sari. Yang sudah biasa langsung masuk ke dalam rumah. Tetapi sebelumnya dia sudah mengucap salam didepan pintu. Begitu mendengar bahwa sudah boleh disuruh masuk akhirnya Sari langsung masuk ke ruang makan.
"Wah asyik ni lagi pada makan, kebetulan belum makan." dengan antusias Sari langsung duduk di kursi sambil mengelus perutnya.
"Kebiasaan ni tante, tau aja kalau orang lagi pada makan. Mana bunda masak lauknya enak-enak lagi, kesukaan aku semua." ucap Aldi pura-pura cemberut.
Mendengar Aldi yang sudah tidak seperti kemarin-kemarin, Sari sempat kaget. Dia melirik Iin. Iin yang tahu maksud adiknya langsung menganggukkan kepala pelan dengan memberi kode bahwa semua sudah baik-baik saja.
Sari yang tahu dengan kode dari kakaknya, segera mencairkan suasana.
"Ahh bagi satu aja Al, masa gak boleh sih." ucap Sari dengan langsung mencomot ayam goreng didepannya.
Akhirnya mereka bertiga makan dengan perasaan bahagia.
...****************...
Setelah selesai makan malam, Sari pun membantu sang kakak untuk membersihakan bekas makan mereka. Kemudain ketiganya bercanda sebentar diruang keluarga.
__ADS_1
Dan setelah beberapa saat Sari pun pamit untuk pulang. Aldi yang juga sudah masuk ke dalam kamar, tak ketinggalan Iin pun juga melakukan hal yang sama setelah memastikan semua pintu rumah terkunci dengan baik.
Di dalam kamar, Iin ingat tentang ponselnya yang dari kemarin tidak dia pegang sama sekali. Ketika melihat ponsel itu, ternyata ada banyak sekali pesan dan panggilan tidak terjawab dari sang kekasih. Seketika Iin tersenyum begitu membaca semua pesan-pesan Ari yang keseluruhannya berisi tentang kekhawatiran Ari kepadanya.
Dengan segera Iin pun membalas pesan Ari, memberitahukan bahwa semua baik-baik saja.
Melihat pesannya yang dibalas Iin, dengan segera Ari melakukan panggilan.
Tutt..
Tutt..
Tanpa menunggu lama Iin segera menerima panggilan itu, tetapi belum dia menjawab Ari sudah lebih dulu membuka suaranya.
"Gak pah, ceritanya panjang. Tapi ini uda selesai kog semua baik-baik aja gak perlu khawatir." terang Iin.
"Ya jelas khawatir lah, seharian dihubungi gak bisa kog. Ya uda kalau belum mau cerita, nanti aja kalau uda siap. Syukurlah kalau semua baik-baik aja, aku kira ada masalah yang serius." kata Ari masih dengan nada khawatir.
Tentu saja Iin sangat bahagia menerima perhatian seperti itu.
__ADS_1
"Gak pah tenang aja."
"Ow ya Aldi gimana? Uda lebih baik? Tadi yang jemput siapa pulang dari rumah sakitnya?" tanya Ari.
"Iya uda enakan kog, uda mau makan banyak. Tadi dijemput Sari, ini juga barusan Sari dari rumah." jelas Iin.
"Ya sudah kalau begitu, aku jadi tenang. Buruan tidur uda malam." kata Ari.
"Iya ini juga mau tidur. Ya uda met malam love you." ucap Iin.
"Heem. Love u too."
Kemudian panggilan mereka terputus.
Dan Iin yang masih belum bisa tertidur, pikirannya menerawang jauh. Dia merasa bersalah kepada suaminya, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau dikatakan sayang, ya Iin masih sayang suaminya itu. Tapi keadaan yang membuat segalanya berubah.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Mohon tinggalkan jejak
Jangan lupa like, komen dan hadiah 🙏