
Di kediaman Iin.
SAH, sudah sekarang Iin menjadi seorang janda. Seluruh keluarganya sudah mengetahui bahkan hampir seluruh tetangganya juga mengetahuinya.
Tidak sedikit mereka yang menghujat Iin, karena merasa tidak kasihan sama sekali dengan suaminya. Suami sedang terkena masalah malah semakin diberi masalah. Para tetangga sudah banyak yang tahu bahwa Yudi di penjara di kota M. Karena memang mereka sudah lama tidak melihat Yudi yang pulang ke rumah Iin.
Tetapi Iin tidak mempedulikan itu, karena dia berpikir bahwa terserah apa omongan tetangga yang penting dia tidak merugikan orang lain.
Tetapi tidak dengan Aldi. Hanya Aldi yang belum mengetahui. Dan hal itu memang sengaja tidak diberitahukan dahulu kepada Aldi. Karena takut Aldi akan merasa shock ketika mengetahui bahwa ayahnya sedang dipenjara, mengingat bagaimana Aldi yang sangat dekat kepada ayahnya daripada ibunya sendiri.
Ketika Aldi baru saja pulang ke rumah, dari dia main ke rumah temannya.
"Bunda, ayah kog sudah lama gak pulang-pulang ya?" tanya Aldi yang tiba-tiba saja merasa kangen sama ayahnya.
__ADS_1
"Ya mungkin masih sibuk nak disana, kan kerjaan ayah banyak jadi gak bisa sering-sering pulang." jawab Iin tentu saja dengan membohongi Aldi. Yang entah kapan dia harus mengatakan semuanya kepada anak semata wayangnya tersebut.
"Bunda tolong telponin ayah donk. Aku cuma pengen denger suaranya aja. Uda kangen sama ayah." rengek Aldi kepada Iin yang saat ini masih sibuk menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan untuk tokonya.
"Iya nanti ya nak, Bunda masih repot. Tadi ayah juga sudah kirim pesan kalau masih sibuk jadi jangan telpon dulu. Nanti ayah yang telpon sendiri." jawab Iin dengan masih berusaha berbohong.
"Ya sudah sekarang kamu mandi trus makan habis gitu istriahat ya nak, besok kan harus bangun pagi sekolah." kata Iin kemudian dengan mengalihkan pembicaraan.
Malam pun tiba, di dalam kamar itu Aldi yang sudah tidur tiba-tiba menggigil dengan terus memanggil-manggil ayahnya.
Dan untung saja Iin yang akan ke dapur untuk mengambil minum mendengar langsung suara anaknya itu. Dengan segera dia masuk ke kamar anaknya yang tidak pernah dikunci, karena memang Iin yang memerintahkan seperti itu.
Seketika Iin kaget ketika melihat anaknya yang tiba-tiba menggigil, dia mendekati anaknya dan memegang dahi anaknya. Iin kaget karena badan anaknya itu sangat panas. Padahal Iin merasa seharian Aldi baik-baik saja dan tidak ada gejala apa-apa, tapi tiba-tiba saja malam hari badannya menjadi panas. Apalagi dengan mengigau memanggil nama ayahnya terus.
__ADS_1
Tanpa banyak kata, Iin segera menghubungi Sari yang terdekat. Karena Sari tinggal dirumah ibu mereka sehingga bisa cepat untuk dimintai bantuan.
Setelah mendapatkan telpon dari kakaknya untuk segera datang ke rumah membawa mobil, Sari segera melakukan perintah kakaknya itu. Meskipun dia tidak tahu apa yang terjadi, yang jelas pasti ada sesuatu hal yang penting.
Baru saja tiba dihalaman rumah Iin, Sari yang akan keluar dari mobil segera ditahan oleh Iin yang saat itu menggendong Aldi dengan berjalan tergesa. Sari segera disuruh untuk kembali masuk ke dalam mobil dan segera melajukan kembali mobilnya ke rumah sakit terdekat untuk segera memberi pertolongan untuk Aldi.
Dan di dalam mobil Iin yang merasa gemetar takut terjadi apa-apa dengan anaknya, meminta Sari untuk menambah kecepatan agar cepat sampai di rumah sakit terdekat.
...****************...
Tetap semangat kak 💪
Jangan lupa like, komen dan hadiahnya 🙏
__ADS_1