
Iin terus berjalan mundur, dan Ari pun terus maju perlahan. Sampai akhirnya Iin mentok ke dinding dan sudah tidak bisa untuk mundur lagi. Tetapi Ari seakan tidak mempedulikan itu dia terus maju sampai akhirnya mengikis jarak mereka, dan dada bidang Ari menempel di dada Iin.
Iin yang tidak mengerti dengan sikap Ari hanya diam saja. Dan dia sedikit mel-enguh karena da-danya yang besar itu seakan ditekan oleh da-da bidang Ari, dan dia sedikit merasakan sakit.
"Ehhmm..."
Ari pun terus menatap mata Iin. Tatapan antara marah dan yang sudah mulai tertutup kabut gai-rah. Karena secara langsung dia bersentuhan dengan dada Iin yang besar dan juga mendengar suara Iin yang sudah menjadi candu baginya itu.
Tanpa banyak ngomong Ari dengan segera menyambar bibir Iin, menye-sapnya dengan buas dan li-ar. Karena untuk menyalurkan perasaannya hari itu yang entah dia sendiri tidak tahu.
Dengan posisi yang masih sama, Iin tidak bisa berkutik dia hanya berusaha mengikuti apa yang dilakukan Ari. Karena Iin pun juga sebenarnya sudah kangen dengan Ari.
Iin tahu pasti saat ini Ari sedang cemburu karena baru saja melihat dirinya dengan Yudi. Meskipun tidak terjadi apa-apa tetapi tetap saja ada rasa cemburu di hati Ari.
__ADS_1
Ari yang sudah tidak tahan lagi akhirnya menuntun Iin untuk masuk ke dalam kamar tanpa sedikitpun melepaskan ciu-man mereka.
Dan Iin pun juga malah semakin mengalungkan tangannya dileher Ari. Seakan tidak mau ada yang mengganggu keduanya dengan segera masuk ke dalam kamar dan melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan.
Di tengah-tengah kegiatan panas tersebut, di dominasi oleh Ari. Tanpa banyak kata Ari melakukan tugasnya dengan sedikit li-ar. Iin hanya bisa meringis menahan sakit tapi dia juga tidak mau seandainya Ari berhenti.
Yang entah kenapa, hari itu Ari menjadi lebih lama dari biasanya. Iin yang sudah berkali-kali mendapatkan pelep-asan, tetapi tidak dengan Ari. Dia belum sama sekali merasakan apa-apa.
Dengan gerakan cepat Ari segera membalikkan posisi. Yang semula dia berada diatas tubuh Iin, sekarang menjadi sebaliknya. Dan Iin yang mengerti akan tugasnya dengan segera dia menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya.
Karena merasa sudah akan mendapatkan pelepasan, dengan segera Ari kembali membalikkan tubuh Iin untuk membelakanginya. Dan dengan cepat Ari segera menuntaskan apa yang dia rasakan sedari tadi.
Akhirnya Ari merasakan pelep-asan itu dan dengan sengaja menyemburkan didalam rahim Iin.
__ADS_1
Keduanya pun terkulai lemas di ranjang untuk beberapa saat menetralkan nafas mereka yang masih terengah-engah.
Beberapa saat kemudian Ari sudah selesai membersihkan diri di dalam kamar mandi yang berada di kamar Iin. Dia keluar dari kamar tanpa berbicara apa-apa. Saat itu Iin sedang memakai pakaiannya setelah membersihkan diri juga.
Setelah sampai di ruang tamu Ari dengan segera kembali membuka pintu yang tadi dia kunci, tetapi sebelumnya dia melihat-lihat dulu apakah ada orang atau tidak. Karena kalau ada orang yang melihat dia membuka pintu rumah Iin dari dalam pasti akan banyak pertanyaan. Dan dia malas untuk menanggapi itu semua.
Iin yang melihat Ari bersikap seperti itu, pasti sedang ada sesuatu. Akhirnya dia segera menyelesaikan berpakaiannya dan berniat untuk menyusul Ari di ruang tamu. Tetapi sebelumnya dia akan mengambil minuman dulu untuk mereka berdua. Karena sudah dipastikan bahwa keduanya sangat lelah dan haus.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan hadiah 🙏