Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 19


__ADS_3

Keesokan harinya Linda mengantar suaminya ke halaman rumah untuk berangkat ke luar kota karena mobil jemputan dari perusahaannya sudah datang.


Setelah melakukan drama perpisahan itu akhirnya Yanuar masuk ke dalam mobil dan bersiap untuk berangkat.


Mobil yang ditumpangi Yanuar sudah menghilang dari pandangan Linda, sehingga dia memutuskan untuk kembali masuk ke dalam rumah.


Ketika sudah masuk ke dalam rumah, Linda menghela nafas pelan. Karena weekend nya merasa sepi dia dirumah sendirian. Mau hangout pun dia malas untuk keluar.


Apalagi ketika dia kembali teringat bahwa Yudi sebentar lagi akan kembali pulang ke kampung halamannya dan tidak kembali lagi.


Akhirnya Linda memutuskan untuk bersantai-santai saja dirumah sambil rebahan dan memakan camilan.


...****************...


Akhirnya hari itu datang juga, hari dimana Yudi akan pulang dan tidak lagi kembali ke kota S.


Setelah kemarin menerima pesangon dan berpamitan kepada teman-temannya, Yudi siap untuk pulang.

__ADS_1


Sambil menunggu travel yang akan menjemputnya, dia berniat mengirim pesan kepada Linda untuk berpamitan. Tetapi Yudi tidak sanggup untuk menulisnya.


Akhirnya travel pun datang dan Yudi segera masuk untuk melakukan perjalanan yang melelahkan selama beberapa jam.


Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya travel tersebut sampai di rumah Yudi. Dan dia hanya disambut oleh Aldi karena Iin sedang tidak berada di rumah, sedang pergi ke toko membeli bahan perlengkapan dapur.


Yang tentu saja itu hanya alasan Iin agar bisa bertemu dengan Ari.


Mereka sudah janjian untuk bertemu di taman yang agak jauh dari rumah Iin.


"Pah, hari ini suamiku pulang jadi mungkin kita sudah jarang bisa ketemu lagi seperti ini." keluh Iin dengan manjanya sambil bersandar di dada Ari.


"Ya sudah aku pulang dulu pah, mungkin sekarang suamiku udah sampai. Dan tadi aku pamitnya sama Aldi cuma sebentar." kata Iin sambil akan beranjak dari duduknya.


"Tunggu dulu mah, gak pengen kasih aku sesuatu gitu?" tanya Ari sambil mengedipkan sebelah matanya dan menahan Iin supaya tidak beranjak pergi.


Iin yang sudah tahu apa yang dimaksud Ari, dengan segera mendekatkan bibirnya dengan bibir Ari untuk memberi kecupan. Tapi karena Ari tidak mau hanya sekedar kecupan, akhirnya dia menahan tengkuk Iin untuk kembali mencium bibir Iin dengan memberi ******* dan berpindah ke leher Iin dengan sedikit memberi tanda merah di sana. Iin yang begitu menikmati hanya bisa pasrah.

__ADS_1


Akhirnya setelah beberapa saat ciuman itu terhenti, kemudian Ari mengusap bibir dan leher Iin yang sedikit basah karena ulahnya.


Setelah itu mereka benar-benar berpisah untuk kembali pulang ke rumah masing-masing.


...****************...


Setelah sampai di rumah, Iin melihat Yudi yang sudah memakai pakaian santai karena selesai mandi.


"Dari mana dek?" tanya Yudi.


"Beli gula sama telur di warung depan mas." bohong Iin yang sebenarnya cuma alasan dengan membeli gula dan telur.


"Ow.." jawab Yudi yang sebenarnya tahu kemana perginya Iin barusan, karena dia tidak sengaja sempat melihat tanda merah di leher Iin. Tapi Yudi berusaha untuk memendamnya dulu karena memang dia tidak punya bukti yang kuat untuk menuduh istrinya itu berselingkuh.


...****************...


Up lagi ni kak, masih hari senin ya

__ADS_1


Vote dan hadiahnya masih bisa 🙏


__ADS_2