Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bonchapt (END)


__ADS_3

Setelah keduanya keluar dari kamar, terlihat Ayahnya Yudi hanya geleng-geleng kepala karena tentu saja bisa menebak bahwa anaknya baru saja akan meminta hak nya diwaktu yang tidak tepat, terlihat dibagian bawah celana Yudi terlihat menonjol. Yudi yang diperhatikan Ayahnya hanya cuek saja.


Beberapa jam berlalu, akhirnya yang ditunggu Yudi datang juga. Keluarga besar Iin sudah ijin pulang sedari tadi karena memang rumah mereka jauh dan besok harus kembali beraktifitas. Sedangkan Ayah dan Ibunya Yudi pun sudah pulang dengan diantar oleh saudara mereka. Hanya tersisa beberapa kerabat dekat dan orang tua dari Weni saja. Dan mereka sebentar lagi pun akan kembali pulang.


Setelah memastikan semua pintu dan jendela terkunci akhirnya Weni dan Yudi pun beranjak ke kamar. Keduanya sudah selesai membersihkan diri dan saat ini sedang berbaring bersama diranjang dan keduanya hanya memakai bathrobe tetapi tidak lupa Weni sudah memakai baju dinasnya. Karena memang Weni sudah siap untuk memberikan mahkotanya kepada suaminya malam ini juga.


Entah ilmu dari mana, jika menyangkut hal seperti itu maka insting yang akan bekerja. Saat ini Yudi sudah berada diatas tubuh Weni. Dia segera mencium bibir Weni dengan lembut dan memberi sesap-an juga *****-an. Tidak lupa tangannya meremas pelan payu-dara Weni yang masih terbungkus dengan bathrobe untuk memberikan rangsangan. Dan desah-an itu lolos begitu saja dari mulut Weni, hal itu semakin membuat naf-su Yudi bertambah.


Dibukanya tali bathrobe Weni tanpa sedikitpun Yudi melepas ciumannya dari bibir Weni. Begitu dibuka Yudi dibuat terpana dengan pemandangan indah dibawahnya. Yudi segera menarik diri dan melihat betapa indah tubuh istrinya itu dengan pakaian dinas yang sangat seksi.


Tanpa membuang waktu Yudi segera melepas baju dinas itu dengan pelan sambil menikmati setiap pahatan dalam tubuh istrinya. Weni yang diperlakukan seperti itu wajahnya menjadi merona dan malu karena baru kali ini tubuh polosnya dilihat oleh lelaki, dan beruntungnya lelakinya saat ini adalah suaminya.


Setelah semua terbuka Yudi segera melempar baju itu ke bawah ranjang. Kemudian dia segera membelai seluruh tubuh polos Weni dari atas hingga bawah dengan lembut. Begitu semua telah dia telusuri, Yudi segera melepas bathrobe nya sendiri dan terlihat dengan jelas oleh Weni ada yang sudah tegak menantang tapi bukan keadilan.


"Pah, kog besar sekali apa muat nanti?" tanya Weni dengan polos dan merasa takut.


Yudi hanya tersenyum melihat kepolosan istrinya. Yudi segera memposisikan untuk berada diatas tubuh Weni kembali. Dia segera meraup bibir Weni yang terlihat menggoda. Kali ini dicium dengan penuh gairah karena Yudi sudah tidak bisa menahannya lagi.


Setelah puas mengabsen seluruh rongga mulut Weni, Yudi beralih untuk menyusuri tubuh bawah Weni. Leher Weni pun tidak ketinggalan, Yudi meninggalkan beberapa bekas jejak kepemilikan disana. Setelah puas Yudi segera turun kebawah menyusuri dada Weni. Diremasnya salah satu dan satunya dia se-sap seperti seorang bayi yang sedang menyusu ibunya. Weni pun hanya bisa mendes-ah dan menikmati semua yang diberikan oleh Yudi. Dan tentu saja Weni bisa merasakan sesuatu yang semakin keras berada diatas pahanya dan seakan terus mengge-sek ingin masuk kesarangnya.

__ADS_1


Begitu sampai di inti tubuh bawah Weni, dengan segera Yudi menyesap-nya juga. Setelah puas dengan menggunakan mulut dan lidahnya, Yudi menggantinya dengan menggunakan mula-mula 1 jarinya kemudian setelah beberapa saat 2 jari sehingga membuat Weni berge-linjang dan mende-sah hebat hingga mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.


Merasa Weni sudah bernafas dengan normal Yudi segera memposisikan sesuatu yang sedari tadi sudah tegak menantang. Begitu dia akan memasukkan tiba-tiba saja Weni menahannya.


"Pelan-pelan Pah, aku takut sakit." rengek Weni.


"Iya sayang." jawab Yudi singkat. Karena dia sudah tidak tahan untuk melakukannya.


Merasa sudah pas Yudi segera melesakkan kedalam, tetapi Weni seketika menjerit.


"Akh... Sakit pah!" tangis Weni.


Weni pun kembali menjerit tertahan karena ciuman yang diberikan Yudi. Setelah merasa Weni sudah tenang, Yudi segera memberi rangsangan dengan memaju-mundurkan pinggangnya sehingga sakit yang dirasakan Weni berangsur menghilang tergantikan dengan kenik-matan yang baru dia rasakan.


Setelah beberapa kali bergerak diatas tubuh Weni, akhirnya Yudi pun mendapatkan pele-pasan pertamanya. Dan dia memuntahkan di rahim Weni karena Yudi berharap ingin segera mendapatkan anak dari pernikahannya sekarang ini.


Akhirnya Yudi bergeser untuk tidur disamping Weni dan mengecup kening Weni dalam.


"Terim kasih Mah." ucap Yudi sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.

__ADS_1


Weni hanya mengangguk pelan dan akan beranjak duduk tetapi Yudi menahannya.


"Mau kemana?" tanya Yudi.


"Mau ambil bajuku Pah."


"Gak usah pakai baju, kita istirahat sebentar habis gitu lanjut lagi." jawab Yudi sambil menaik-turunkan alisnya.


Akhirnya malam itu mereka habiskan untuk melakukan pergulatan panas berkali-kali hingga hampir pagi menjelang mereka baru memejamkan mata.


...****************...


...Happy Ending 🥳😘🥰...


Terima kasih yang sudah setia mengikuti kisah ini sampai akhir. Terima kasih untuk dukungannya juga 🙏


Pokoknya tetap semangat sehat selalu 💪


Jangan lupa kepoin karya aku yang lain dan favortin ya 🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2