
Begitu mobil Weni berhenti didepan rumah Yudi, Yudi segera menghampirinya. Dia membantu Weni membuka pintu ketika Weni sudah membuka kunci pintu mobilnya dari dalam. Weni memberikan senyum yang termanis untuk calon Imam didepannya itu, padahal kalau boleh jujur hatinya saat ini sedang tidak baik-baik saja dia merasa takut kalau-kalau nanti tidak diterima oleh kedua orang tua Yudi.
"Cantik banget calon makmum." bisik Yudi begitu Weni berdiri disamping Yudi.
Weni yang mendengar pujian dari Yudi hanya tersenyum malu-malu.
"Ya uda ayo masuk.." ajak Yudi sambil menarik pelan tangan Weni.
"Eh bentar Mas." tahan Weni.
Dia segera membuka pintu belakang mobilnya untuk mengambil kue-kue yang sudah dibelinya tadi, kemudian hampir menyerahkan kepada Yudi.
"Ini Mas ada kue buat Bapak dan Ibu." kata Weni sambil menyerahkan beberapa paper bag kepada Yudi. Tetapi Yudi tidak mau menerimanya.
"Kan buat Bapak sama Ibu bukan buat Mas, ya sudah kasih sendiri aja Yank." goda Weni memang sengaja agar Weni tidak merasa takut kepada orang tuanya.
"Gak ahh, Mas Yudi aja yang kasih aku malu Mas." rengek Weni.
"Malu kenapa? Kan uda pakai baju." Yudi semakin menggoda Weni.
__ADS_1
"Mas Yudi ahh.. Uda ini pegang."
"Gak mau Yank, kasih sendiri aja tu mereka." jawab Yudi sambil berjalan menghampiri kedua orang tuanya yang sudah berdiri didepan pintu rumah meninggalkan Weni.
Ya, kedua orang tua Yudi saat ini berada dirumah semua karena Yudi sudah menyampaikan bahwa Weni akan datang dan akan membahas hal yang serius dengan kedua orang tuanya.
"Aduh kog malah ditinggal sih Mas." batin Weni.
Mau tidak mau Weni ikut menyusul Yudi menghampiri kedua orang tuanya.
Begitu jarak mereka sudah dekat Weni segera menjabat tangan kedua orang tua Yudi dan menciumnya dengan takzim.
"Assalamualaikum Pak, Bu."
"Ini ada sedikit kue semoga Bapak dan Ibu suka." ucap Weni sambil menyerahkan paper bag kepada Ibunya Yudi.
"Kog repot-repot sih Nduk, kamu kesini aja Bapak sama Ibu sudah seneng banget lho." kata Bapaknya Yudi.
"Ya wes ayo masuk duduk dulu." ajak Ibunya Yudi.
__ADS_1
Kemudian mereka mengobrol santai dulu sebelum ke pembahasan inti, untuk membuat Weni nyaman. Karena mereka bisa melihat bahwa Weni sangat gugup.
Ibunya Yudi pun beranjak ke dapur untuk membuatkan minuman untuk semua orang yang ada diruang tamu dan juga menyuguhkan kue yang tadi dibawa oleh Weni.
Setelah dilihat Weni sudah merasa lebih santai akhirnya Ayahnya Yudi memulai pembahasan intinya. Weni juga merasa ternyata kedua orang tua Yudi tidak semenakutkan apa yang dia pikirkan, ternyata mereka sangat menerima Weni sehingga dia dengan mudah bergaul dengan kedua orang tua Yudi tapi masih tetap sopan.
"Begini Nduk, Bapak sama Ibu sudah mendengar dari Yudi bahwa dia serius sama kamu, dan kamu pun juga mau serius sama Yudi mau menerima Yudi apa adanya. Kalau kalian sudah merasa cocok tidak ada salahnya kita menyegerakan niat baik, karena kalian sudah sama-sama dewasa kalau tidak segera nanti takutnya malah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi ya gitu..."
Ayahnya Yudi menghela nafas pelan sebelum melanjutkan perkataannya.
"Kamu tahu sendiri Yudi bukan pria lajang, dia berstatus duda dan sudah memiliki anak 1 yang sudah remaja. Yang jadi masalahnya apakah nanti keluarga kamu setuju? Terlebih kedua orang tua kamu? Karena bagaimanapun orang tua pasti menginginkan anaknya dapat yang terbaik." lanjut Ayahnya Yudi.
Deg!.
Ini yang ditakutkan oleh Weni, pasti orang tua Yudi akan menanyakan hal itu. Weni belum menjawabnya, dia melirik sekilas kepada Yudi dan ternyata pada saat yang sama Yudi juga meliriknya sehingga pandangan mereka bertemu. Tetapi sedetik kemudian Yudi segera mengalihkan pandangannya karena tidak mau mempengaruhi Weni.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Mampir kak dikarya aku yang lain 👇
Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏