
Begitu selesai menerima telpon dari Weni, Yudi terlihat sumringah. Bagaimana tidak, karena kerjasamanya dengan Weni akhirnya disetujui dan ternyata Weni adalah orang yang tidak ribet menurut cerita-cerita yang distributor lain ceritakan. Tanpa Yudi tahu sebenarnya bahwa Weni memang mempermudah kerjasama dengan Yudi supaya bisa lebih dekat secara intens dengan Yudi.
Aldi yang melihat ayahnya begitu sumringah pun merasa penasaran. Karena setelah menerima telpon kog terlihat begitu bahagia. Aldi memang tidak mendengar percakapan sang ayah dengan sang penelpon, karena Yudi menerima telpon tersebut sedikit menjauh dari Aldi.
"Siapa yah yang telpon? Kog kayaknya ayah seneng banget gitu?" tanya Aldi penasaran.
"Tentu saja Al, ayah seneng. Kerjasama dengan distributor baru yang katanya ribet itu ternyata disetujui. Dan baru saja orangnya telpon langsung bahwa besok mengajak bertemu untuk membahas lebih detail lagi." seru ayah Yudi menceritakan semuanya dengan antusias.
"Wah alhamdulillah Yah, semuanya dipermudah. Tapi ngomong-ngomong distributornya cewek apa cowok Yah?" tanya Aldi penasaran.
"Cewek, namanya mbak Weni." jawab Yudi kembali fokus kepada pesanan yang dikemasnya.
"Masih muda Yah? Kog manggilnya Mbak?" tanya Aldi yang masih penasaran. Karena semua distributor ayahnya kebanyakan cowok atau sudah berkeluarga.
"Iya masih muda, cantik. Ya mungkin umurnya sekitar 20-25 tahunan." jawab Yudi sesuai dengan apa yang dia lihat.
"Cieee ayah..." goda Aldi.
__ADS_1
Yudi yang mendengar sang anak menggodanya, seketika menoleh dan melihat Aldi menggerak-gerakan kedua alisnya.
"Cie apaan sih Al. Aneh-aneh aja kamu ini." ucap Yudi cuek menanggapi godaan anaknya.
"Ya mungkin aja Ayah bisa kecantol sama dia kan lumayan Yah bisa jadi satu usahanya hehe." ucap Aldi. Aldi memang sengaja menginginkan Ayahnya untuk menikah lagi, karena dia melihat jika kembali dengan Ibunya sudah tidak mungkin karena Ibunya sendiri sudah memiliki pria lain.
"Ngomong apa sih kamu ini Al. Uda ah ayo makan ini uda selesai tinggal dikirim besok pagi." ucap Yudi seraya bangkit dan membersihkan barang-barang yang masih berserakan.
Kemudian keduanya menuju ke dapur untuk menikmati makanan yang sudah disiapkan oleh Ibunya Yudi.
...****************...
Setelah beberapa saat, Ibunya tersadar. Ketika melihat di sekeliling hanya ada Sari yang sedang tertidur di sofa. Karena merasa sangat lelah dengan keadaan sehingga membuat Sari susah tidur beberapa hari yang lalu.
Seketika Ibunya Iin teringat kejadian beberapa jam yang lalu, sehingga sesaknya kembali lagi tetapi tidak separah sebelumnya.
Sari yang mendengar ada pergerakan dari Ibunya, segera terbangun dan mendapati Ibunya sudah sadar dan terlihat nafasnya yang sedikit tersengal-sengal.
__ADS_1
Sari segera menghampiri Ibunya dan memberi minum yang ada di atas nakas untuk melegakan tenggorokan sang Ibu.
Kemudian keduanya terdiam dan keadaan terasa canggung. Tiba-tiba saja Sari membuka pembicaraan
"Buk maafin Mbak Iin ya? Mungkin Mbak Iin melakukan semua itu ada alasannya, tapi Sari juga tahu bahwa apa yang dilakukan itu salah." ucap Sari dengan sendu.
Ibunya Iin tidak berniat sama sekali untuk menjawab, karena benar-benar merasa kecewa baik dengan Sari tetapi terlebih dengan Iin.
...****************...
Tetap semangat 💪
Mampir yuk kak di karya kedua aku 👇
Mohon dukungannya
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1