Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 46


__ADS_3

Setelah menutup telpon dari Yudi, kedua orang tua Yudi pun segera menghubungi menantunya yaitu Iin.


Tetapi ketika Iin melihat bahwa mertuanya itu menghubunginya, dia tidak berniat sama sekali untuk mengangkat telpon tersebut.


Karena Iin sudah tahu apa tujuan kedua orang tua Yudi menelponnya.


Dan panggilan itu sudah berkali-kali didiamkan oleh Iin.


Di rumah orang tua Yudi.


"Woo ancen kurang ajar tenan kog bocah siji iki! Wes reti ketoke pakne nek adewe telp arep ngopo! (Woo memang tidak jelas kog anak satu itu! Sudah tahu kayaknya pak kalau kita telepon mau ngomong apa!)" keluh Ibu Yudi dengan kesal karena Iin yang tidak mau mengangkat teleponnya.


"Yo uwes tow bu'ne ancen Iin kan bocahe koyok ngono kaet biyen! Uwes rasah ngamuk-ngamuk mengko darah tinggine kumat! (Ya sudahlah Bu memang Iin kan orangnya seperti itu dari dulu! Sudah tidak usah marah-marah nanti darah tingginya kambuh lagi!)" kata Bapaknya Yudi mengingatkan.


Ibunya Yudi cuma bisa menghela nafas pelan, dan berharap cobaan ini segera berakhir.


...****************...

__ADS_1


Lain halnya dengan Iin.


"Huh apaan sih ini nelpon-nelpon terus? Kayak gak ada kerjaan! Males aku ngangkatnya! Enak aja pasti mau ngomongin soal anaknya yang masuk penjara, aku kan gak tahu apa-apa gak mau lah disalahkan juga!" ungkap Iin dengan marah-marah sendiri.


"Ah.. aku nelpon Ari aja minta ketemu sekarang sama dia. Mumpung Aldi masih les, dan dia belum tahu soal ayahnya yang dipenjara." akhirnya Iin dengan segera menelpon Ari untuk datang ke rumahnya, karena memang rumah Iin sedang sepi.


Setelah Ari datang, Iin segera menutup toko dan rumahnya untuk berduaan dengan Ari.


"Pah, aku ada berita hot." kata Iin begitu dia selesai menutup dan mengunci pintu dengan berjalan mendekat ke Ari yang sedang duduk di sofa.


"Gak ada yang lebih hot dari kamu mah." jawab Ari dengan tangan yang langsung meraba paha Iin, karena saat ini Iin hanya memakai hot pants.


Ketika mendengar soal Yudi, seketika Ari menghentikan aktifitasnya sejenak dan mulai fokus dengan Iin.


Ari berharap berita yang dia dengar akan menguntungkan buat dia. Paling tidak untuk hubungan Ari dan Iin.


"Berita hot apa mah?" tanya Ari dengan langsung menghadap Iin.

__ADS_1


"Makanya dengerin dulu. Kemarin Mas Yudi telepon aku disuruh datang ke kota M..."


"Ngapain disuruh kesana?" potong Ari sebelum Iin selesai bercerita.


"Ihh.. makanya dengerin dulu." kesal Iin, karena Ari terus saja memotong perkataannya.


"Iya-iya maaf."


"Aku disuruh datang kesana sebagai penjamin karena sekarang Mas Yudi itu ada dikantor polisi lagi ditahan, dipenjara gitu." kata Iin dengan menjelaskan semuanya.


Tentu saja Ari yang mendengar hal itu merasa kaget. Antara percaya dan tidak percaya. Tapi di satu sisi dia juga merasa senang, karena dia berharap akan segera bisa memiliki Iin sepenuhnya tanpa ada penghalang.


"Beneran mah? Nanti kamu cuma dibohongi biar kamu datang kesana?" tanya Ari lebih memastikan lagi.


"Serius beneran pah. Orang kemarin polisinya sendiri juga ngomong langsung ke aku, tapi langsung aku matiin karena aku gak mau ikut campur, aku takut." jelas Iin panjang lebar.


...****************...

__ADS_1


Masih hari senin kak 🙏


Mohon dukungan, vote dan hadiahnya trima kasih 🙏


__ADS_2