Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 24


__ADS_3

Setelah sampai di ruangan Linda.


"Udah selesai yank ketemu dokternya? Dokter ada bilang apa? Apakah ada masalah kog kayaknya kamu sedih gitu?" tanya Linda begitu Yanuar masuk ke dalam ruangannya.


"Gak ada masalah apa-apa yank dokter cuma kasih obat dan vitamin ini." kata Yanuar sambil menunjukkan kantong kresek yang dia bawa berisi obat dan vitamin untuk Linda.


"Dokter juga bilang kalau kamu harus banyak makan dan gak boleh banyak gerak dulu supaya bekas operasinya cepat kering." kata Yudi kemudian, dia semakin tidak tega untuk memberitahukan kabar itu kepada istrinya.


Setelah beberapa hari berada di rumah sakit untuk pemulihan operasinya, akhirnya Linda diperbolehkan pulang dengan bayi mereka.


Di dalam perjalanan mereka sangat bahagia karena akhirnya bisa berkumpul bersama keluarganya dengan anggota keluarga baru mereka.


Dan Yanuar tidak henti-hentinya bersyukur karena mendapatkan anugerah dalam hidupnya.


...****************...


Lain halnya dengan kehidupan Yudi dan Iin.


Toko yang semakin ramai dan Yudi yang hanya mengganggur di rumah karena belum mendapatkan pekerjaan, menjadi pemicu kemarahan Iin sehari-hari. Karena bagaimanapun seorang laki-laki harus mempunyai pendapatan sendiri untuk bisa menafkahi anak dan istrinya.

__ADS_1


Iin setiap hari uring-uringan karena merasa Yudi dirumah hanya bersantai saja tidak berniat sama sekali untuk bekerja, dan Iin merasa bahwa dia yang bekerja keras untuk keluarganya.


Jujur sebenarnya Yudi pun merasa sangat direndahkan oleh Iin, tapi memang ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh istrinya itu.


Kemudian Yudi pun mulai menghubungi koneksi teman-temannya untuk menanyakan apakah mungkin ada lowongan untuk dirinya.


Akhirnya Yudi menghubungi temannya sewaktu dia di kota S dulu melalui telpon.


"Hai bro, gimana kabarnya?" tanya Yudi ketika panggilan itu terhubung.


"Halo bro, baik-baik aja ini. Gimana kamu kabarnya? Sekarang dimana? Wah udah lupa aja ni sama aku." tanya Rio teman yang sedang dihubungi Yudi.


"Baik bro, justru ini aku mau tanya kamu ada lowongan gak buat aku? Aku sekarang lagi dikampung habis kena PHK itu aku belum ada kerjaan ni. Mungkin kamu bisa bantu cariin gitu." tanya Yudi to the point.


"Wah mau banget bro, udah gak usah pakai mikirlah akunya yang penting dapat kerjaan aja dulu." kata Yudi.


"Trus bini kamu tar gimana? Kamu tinggal lagi donk?" tanya Rio.


"Halah gak apa-apa bro, yang penting buat bini itu kan kita bisa dapat uang gak peduli kita kerja dimana dan apa kerjaan kita hahhaha" kata Yudi sambil menghembuskan asap rokok ke udara. Saat ini Yudi sedang berada di warung angkringan dekat rumahnya.

__ADS_1


"Haha..bisa aja kamu bro. Ya sudah kalau gitu aku kasih kabar bos dulu, nanti kalau sudah oke aku hubungi kamu lagi ya." kata Rio.


"Iya trima kasih banyak ya bro." ucap Yudi.


"Iya sama-sama." jawab Rio.


Akhirnya panggilan tersebut diakhiri.


Setelah menutup telpon dari Rio, Yudi menghela nafas dalam sambil bersyukur akhirnya dia bisa mendapat pekerjaan lagi meskipun harus kembali jauh dari anak dan istrinya.


Ketika sedang seperti itu, tiba-tiba saja dia teringat dengan Linda.


"kamu sedang apa Lin? Sudah melahirkan belum? Gimana keadaan kamu sekarang?" batin Yudi.


Karena memang sejak pulang ke kampung halaman Yudi sengaja mengganti nomor ponselnya berusaha untuk tidak kembali mengingat semua kenangannya bersama Linda.


Tapi ternyata dia tidak bisa begitu saja menghilangkan Linda dari hatinya, meskipun sehari-hari sudah ada Iin disampingnya.


...****************...

__ADS_1


Sudah 4 bab teman-teman 🙂


tapi bab 21 masih review terus 😔


__ADS_2