Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 87 (Extra part)


__ADS_3

Sari yang sempat berpikir dengan logikanya, dia dengan segera pergi ke apotik untuk menebus resep dari bidan dan juga sekalian ingin membeli testpack untuk memastikan apakah benar sang kakak hamil atau tidak. Dia dengan segera keluar dari rumah Iin, karena tadi sudah pamit kepada Iin untuk menebus resep akhirnya Sari segera menutup pintu dan mengendarai sepeda motornya untuk menuju ke apotik.


Begitu sampai di apotik Sari menyerahkan resep yang diberikan bidan untuk diganti dengan beberapa obat dan vitamin untuk Iin.


Ketika ingin membeli testpack Sari sempat ragu, apakah dia harus beli atau tidak?


Akhirnya setelah berpikir sejenak, dia membeli testpack dengan 2 jenis merk yang berbeda. Karena memang dia belum berpengalaman dan ditanyai oleh pegawai apotik mau pilih yang merk apa, dia sempat bingung akhirnya Sari memilih membeli keduanya.


Setelah membayar obat dan testpacknya Sari segera meninggalkan apotik dan kembali ke rumah kakaknya.


Sesampainya dirumah sang kakak, Sari segera masuk ke dalam kamar dan melihat kakaknya masih terbaring lemas. Sari pun menghampiri dan duduk di sebelah kakaknya.


"Mbak minum obat dan vitaminnya dulu, biar cepat sembuh." Sari membantu Iin bersandar di kepala ranjang dan memberikan obat dan vitamin yang sudah dibukanya untuk bisa segera diminum Iin.


Iin yang menerimanya segera meminumnya dan kembali berbaring, sebelumnya dia mengucapkan terima kasih kepada Sari yang sudah merawatnya.


"Mbak sudah telpon Aldi kasih kabar kalau mbak sakit?" tanya Sari sekedar untuk berbasa-basi sebelum dia mengatakan inti sebenarnya penyakit apa yang dialami oleh sang kakak.


"Gak usah, jangan di telpon Sar. Kasihan kan Aldi disana lagi liburan lagi senang-senang sama ayahnya. Aku gak mau ganggu mereka dulu. Biarkan mereka menghabiskan waktu bersama dulu." jawab Iin karena memang tidak ingin egois untuk melarang Aldi menghabiskan waktu dengan ayahnya, karena itu janjinya dulu setelah awal bercerai dengan Yudi. Iin masih tetap mengijinkan kapanpun Aldi dan Yudi ingin bertemu.

__ADS_1


Sari masih berada di samping sang kakak. Karena dia bingung harus memulai ngomong bagaimana dengan Iin perihal kehamilannya. Dan bagaiman Sari menyuruh Iin untuk mencoba testpack itu.


Iin yang melihat Sari melamun dan belum beranjak pergi segera bertanya.


"Kamu kenapa Sar? Kog kayak bingung gitu? Ada yang mau kamu omongin sama mbak?" tanya Iin dengan lirih tetapi masih terdengar oleh Sari.


"Hmm... gini mbak, jujur aku bingung harus gimana ngomongnya!" jawab Sari dengan takut-takut.


"Ya ngomong aja kenapa takut?" desak Iin.


"Begini... Tadi kata bu bidan mbak disuruh nyoba ini." kata Sari dengan memberikan kresek putih yang berisi 2 testpack dengan merk yang berbeda tersebut.


Tetapi karena Sari tidak menjawab akhirnya Iin dengan segera membuka sendiri kresek itu, karena sudah sangat penasaran dengan isinya.


Begitu membuka isinya, Iin kaget. Karena dia jelas tahu apa kegunaan kedua alat yang berbeda merk tersebut.


Seketika dia ingat, mungkinkah dia hamil? Karena terakhir kali berhubungan dengan Ari dia kehabisan pil itu dan mereka sempat melakukan hubungan tersebut berkali-kali karena memang akan berpisah lama. Dan Iin yang akan bercerita kepada Ari bahwa dia kehabisan pil lupa karena sudah kelelahan setelah beberapa kali mengalami pele-pasan.


Dan jelas saja apabila benar dia hamil, maka anak yang dikandungnya jelas anak Ari. Karena sejak awal Yudi masuk penjara mereka sudah tidak melakukan hubungan apapun. Jadi tidak mungkin kalau itu anak Yudi.

__ADS_1


Tanpa bisa dibendung dan ditahan, akhirnya air mata Iin kembali mengalir deras. Setelah dari kemarin sudah terbuang sia-sia menangisi Ari yang entah berada dimana sekarang terbuang lagi dengan menangisi keadaannya sendiri.


Apakah Iin merasa sangat bodoh?


Ya dia merutuki dirinya sendiri karena kebodohannya itu, yang dengan mudah percaya kepada laki-laki yang dia tidak tahu dengan jelas siapa dia dan bagaimana keluarganya. Iin hanya termakan oleh rayuan dari mulut manisnya saja.


...****************...


Tetap semangat 💪


Masih hari senin, votenya jangan lupa kak 🙏


Mampir yuk di karya kedua ku 👇


Mohon dukungannya 🙏


Jangan lupa like, komen, hadiah dan jangan lupa difavoritin biar ada notif kalau pas up 😉🙂


__ADS_1


__ADS_2