Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 21


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, toko milik Yudi dan Iin cukup ramai oleh pembeli. Karena memang di daerah rumah Iin jauh dari toko jadi memudahkan orang-orang ketika ingin berbelanja.


Iin yang menjaga toko tersebut jadi pekerjaan rumahnya menjadi sedikit terbengkalai. Tetapi karena Yudi ada dirumah dia yang mengerjakan semua pekerjaan rumah itu. Baik menyapu, mencuci baju dan piring, maupun mengepel.


Karena Iin yang menjaga toko, Ari pun tidak mau kehilangan kesempatan untuk menemui kekasihnya yaitu Iin.


Jadi Ari berpura-pura untuk membeli sesuatu di toko tersebut, dan akhirnya dia bisa mencuri-curi kesempatan untuk menemui Iin.


Karena Yudi tidak tahu siapa lelaki yang jadi selingkuhan Iin, dia tidak curiga sama sekali.


Malam hari pun tiba, setelah semua selesai dan toko sudah ditutup akhirnya Yudi dan Iin bersiap untuk beristirahat.


Di dalam kamar mereka sudah berbaring di atas ranjang, Yudi yang merasa sudah lama sekali tidak memberi nafkah batin kepada istrinya karena memang kesibukan mereka akhirnya berinisiatif untuk memberikannya malam ini.


"Sini dek tidur disini." suruh Yudi sambil menunjukkan lengannya supaya Iin bisa berbaring diatas lengannya.


Akhirnya Iin pun mendekat.

__ADS_1


"Gimana tokonya ada kendala gak?" tanya Yudi.


"Gak ada kog mas, semua baik-baik aja." jawab Iin.


"Trima kasih ya mas sudah bukain toko buat aku, biar aku ada kegiatan di rumah." kata Iin kemudian.


"Iya sama-sama dek." kata Yudi sambil mencium kening Iin.


"Dek udah lama ni gak dipakai, nanti karatan gimana?" kata Yudi sambil merengek.


Iin yang paham maksud suaminya langsung tersenyum.


"Hehe..tahu aja sih dek." jawab Yudi yang langsung segera naik ke atas tubuh Iin dengan tangan yang menyangga untuk menahan bobot tubuhnya.


Dengan segera Yudi mencium bibir Iin dengan sedikit memberikan ******* dan sesapan.


Iin yang paham ke naf su an suaminya pun mengimbanginya juga dengan memberikan akses Yudi untuk menguasai bibirnya.

__ADS_1


Sambil mereka bertukar saliva, tangan Yudi pun tidak tinggal diam. Seakan sudah tahu apa yang menjadi tugasnya, tangan itu sudah berhasil meloloskan daster tipis yang semula menutupi tubuh Iin.


Iin yang setiap malam tidak pernah menggunakan bra karena memang akan tidur, seketika muncul pemandangan yang tidak akan mungkin dilewatkan Yudi begitu saja.


Karena ukurannya yang lumayan besar untuk Yudi, sehingga satu tangan Yudi pun tidak muat untuk memegangnya.


Kemudian Yudi mulai bermain-main dengan pemandangan tersebut. Iin yang memang merindukan sentuhan pun akhirnya hanya bisa mendesah dan seakan meminta Yudi melakukan yang lebih dari itu.


Yudi memberi tanda merah banyak sekali di sekitarnya dan leher Iin pun tidak ketinggalan. Dia seakan-akan ingin menunjukkan bahwa Iin hanya miliknya.


Dan di detik selanjutnya pergulatan panas itu pun terjadi.


Akhirnya Yudi bisa kembali memberikan nafkah batin kepada istrinya, meskipun saat ditengah-tengah pergulatan panas itu dia sempat teringat ketika melakukan dengan Linda.


Tapi Yudi segera menghilangkan pikiran itu, dia kembali fokus bahwa dia sedang melakukan dengan istrinya sendiri. Setelah bersusah payah mmengembalikan fokusnya akhirnya Yudi bisa melakukan sebagaiman mestinya dengan Iin.


...****************...

__ADS_1


Akhirnya 21+ nya di skip aja karena gak lolos terus dari kemarin 😔


Sampai capek revisi terus 😭


__ADS_2