
Di rumah pak Hari, bos Yudi.
"Pah, liat kalung berlian mama yang dikotak perhiasan kayu itu gak ya?" tanya Anita istri pak Hari, ketika Hari baru saja keluar dari kamar mandi dan Anita sedang merias wajahnya karena akan pergi ke kondangan.
"Ya gak tahu tow mah, kan mamah yang simpan sendiri." jawab Hari sambil berjalan ke lemari pakaian untuk mengambil pakaian.
"Ow iya pah, mumpung mamah ingat sebenarnya mamah itu sering lho kehilangan uang. Mamah kan kalau nyimpan dibanyak tempat dan itu pasti ada aja yang hilang. Trus ada juga cincin dan anting mamah juga gak ada, mamah kira memang lupa naruh. Tapi hla kog ini malah gantian kalung mamah yang hilang. Masa iya pah ada tuyul ngambil perhiasan juga?" tanya Anita sambil memikirkan hal yang janggal itu.
Memang Anita dan Hari tidak mempunyai Art karena memang mereka hanya tinggal berdua saja, anak-anak yang sudah besar dan tinggal jauh dengan mereka juga karena rumah yang tidak terlalu besar jadi mereka merasa tidak memerlukan Art.
Tetapi mereka mempunyai usaha yang cukup maju untuk kehidupan mereka.
"Masa jaman sekarang masih ada tuyul sih mah? Mamah juga percaya aja dengan hal-hal begitu." kata Hari sambil mengancingkan baju.
__ADS_1
"Ya gak tahu kan pah, buktinya hilang semua." jawab Anita.
"Apa sebaiknya kita pasang cctv diam-diam di rumah kita pah? Bukan mamah gak percaya sih, kan yang sering kita titipin kunci rumah si Yudi tu. Ya siapa tahu aja dia tega gitu." kata Anita memberi usul.
"Masa iya dia sih mah?" tanya Hari yang sebenarnya ragu untuk menuduh Yudi.
"Kan mamah bilang siapa tahu aja, buktinya dia kalau habis pergi atau ijin libur kerja pasti pulang-pulang borong banyak tu. Bukan mamah meremehkan tapi masa iya dengan gaji segitu dia bisa kayak sultan." kata Anita mengutarakan apa yang ada dipikirannya.
"Iya bener juga sih mah. Ya sudah besok coba papah hubungi kang Sodiq buat pasang cctv pas keadaan sekitar rumah sepi." jawab Hari sambil merapikan pakaiannya.
"Ya mau gimana lagi mah, kita serahin yang berwajib kita gak mungkin main hakim sendiri kan." jawab Hari.
Anita hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda menyetujui ucapan suaminya.
__ADS_1
Akhirnya setelah beberapa saat bersiap-siap, mereka berangkat ke kondangan.
Keesokan harinya Hari segera menghubungi kang Sodiq dan mengutarakan apa yang menjadi tujuannya. Tanpa menunggu lama lagi ketika keadaan sekitar rumah Hari sepi, kang Sodiq dengan segera melaksanakan tugasnya tanpa diketahui oleh siapapun selain Hari dan Anita sendiri.
...****************...
Dan di kafe, terlihat Yudi yang sedang beristirahat duduk-duduk santai di depan kafe.
Dia baru saja menerima pesan dari istrinya bahwa minta dikirim uang untuk keperluan rumah. Yudi yang sudah kehabisan uang pun hanya mendengus kesal setelah membaca pesan tersebut dan tidak berniat sama sekali untuk membalasnya.
Kemudian Yudi ingat bahwa besok adalah jadwal Hari dan Anita keluar kota untuk menjenguk anak, cucu serta menantunya.
Seketika itu juga dia mempunyai ide jahat untuk kembali mengambil sesuatu yang bukan hak nya. Karena Yudi yakin bahwa dia pasti akan dititipi kembali kunci rumah Hari dan Anita. Tanpa Yudi tahu bahwa sudah terpasang cctv di rumah Hari dan Anita.
__ADS_1
...****************...
Mohon dukungannya kak 🙏