
Sari yang merasa penasaran karena Aldi yang terus mengigau memanggil ayahnya, dengan segera bertanya kepada sang kakak.
"Aldi kenapa mbak? Kog manggil ayahnya terus? Perasaan tadi seharian gak kenapa-kenapa kan? Tadi juga maen ke rumah uti kog." tanya Sari yang memang tidak tahu menahu soal Aldi, tapi Sari berpikir pasti Aldi sedang kangen ayahnya karena terus-terusan memanggil ayahnya.
"Gak tahu Sar, tadi siang juga gak kenapa-kenapa. Tiba-tiba malam kog menggigil trus badannya panas kayak gini." jawab Iin dengan tangan yang masih gemetar karena takut.
"Uda buruan gak usah banyak omong kasihan Aldi." seru Iin kemudian.
"Ini juga uda ngebut mbak. Mau kalau malah nanti kita yang kenapa-kenapa dijalan!" gerutu Sari.
Iin hanya diam saja mendengar gerutuan Sari karena memang benar apa yang dikatakan oleh adiknya tersebut. Tapi di dalam hati dia terus berdoa semoga Aldi baik-baik saja dan masih bisa bertahan sampai di rumah sakit nanti.
"Sedih kan liat anak kayak gitu? Itu anak punya ikatan batin sama ayahnya. Ayahnya dicampakkan jelas aja anaknya juga merasa dicampakkan!" batin Sari sambil melirik Iin, yang saat itu terus mendekap Aldi.
__ADS_1
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit.
Dengan segera Iin keluar dari mobil dengan menggendong Aldi dan segera meminta perawat yang jaga malam untuk segera melakukan perawatan kepada Aldi.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Aldi selesai diperiksa dan keadaannya sudah tenang tidak mengigau lagi seperti tadi. Sekarang dia sedang istirahat karena pengaruh obat yang disuntikkan melalui selang infus yang terpasang di tangan sebelah kirinya
Dan Aldi dipindahkan ke ruang rawat inap, yang semula dia berada di UGD untuk perawatan darurat.
Sedangkan di sofa di dalam ruang rawat inap itu, terlihat Sari dan Iin sedang duduk bersebelahan sambil menatap sedih kepada Aldi yang terbaring lemah di brankar pasien.
"Mungkin Aldi kangen ayahnya mbak." ucap Sari mencoba mengungkapkan sesuai dengan apa yang dia lihat. Setelah berkata seperti itu dia segera menoleh kepada kakaknya yang duduk disampingnya, untuk melihat seperti apa reaksi kakaknya itu.
"Iya memang kangen Sar. Tadi sore habis dari rumah utinya minta ditelpon kan ayahnya tapi gak aku kasih aku bilang kalau ayahnya masih sibuk." jawab Iin tanpa menoleh kepada Sari yang ada disampingnya, dengan mata yang masih menatap lurus ke Aldi.
__ADS_1
"Trus kapan mbak mau jujur sama Aldi bahwa ayahnya sekarang dipenjara dan gak mungkin bisa nemuin dia dalam waktu dekat?" tanya Sari kemudian.
"Aku gak tahu Sar, aku masih takut kalau nanti Aldi semakin kenapa-kenapa setelah dengar kabar itu. Karena anak itu masih labil." jawab Iin dengan wajah sendunya.
"Ya sudah kita tunggu waktu yang tepat aja mbak. Mbak istirahat aja, aku pulang dulu kasih kabar ke keluarga kalau Aldi dibawa ke rumah sakit. Trus besok pagi-pagi aku sama ibu ke sini lagi sekalian bawa baju ganti kalian." kata Sari kemudian.
"Iya, makasih ya Sar. Kamu hati-hati pulangnya ya." kata Iin sambil mengantar Sari ke depan pintu ruangan tersebut.
"Iya sama-sama mbak." jawab Sari sambil berlalu dari sana. Di dalam hati dia sebenarnya merasa kasihan juga dengan kakaknya, karena masalah selalu datang silih berganti.
...****************...
Uda 4 bab ini kak, mohon dukungannya ya 🙏
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Jangan lupa like, komen dan hadiahnya 🙏