
Iin terlihat keluar dari arah dapur dengan membawa nampan berisi 2 cangkir kopi dan beberapa camilan, untuk dibawa ke ruang tamu dimana Ari berada.
Disana terlihat Ari sedang duduk santai sambil merokok. Iin dengan segera menaruh nampan tersebut di meja dan duduk menghampiri Ari. Dengan sedikit mengikis jarak Iin dengan sengaja meraba dada Ari.
"Kenapa sih pah? Kog kayaknya ngambek gitu?" tanya Iin sambil terus menggoda dengan memberikan sentuhan-sentuhan kepada Ari.
Ari hanya melirik saja dan sedikit menghindar karena akan mengambil kopi di meja. Iin yang tahu itu memberi ruang kepada Ari. Kemudian setelah sedikit menyesap kopinya Ari kembali ke posisi duduk semula.
Iin pun kembali menggoda Ari seperti yang dia lakukan tadi. Tetapi dengan segera Ari menangkap tangan Iin dan menariknya sehingga dada Iin langsung menempel di dada Ari. Dan Ari pun dengan segera kembali menyesap bibir Iin yang menurutnya begitu manis itu.
"Ngapain aja semalam? Bobok bareng gak? Gak aneh-aneh kan sama mas mantan?" tanya Ari bertubi-tubi setelah melepas ciuman itu.
Iin hanya terkekeh mendengar pertanyaan Ari dan berusaha memposisikan duduk yang benar. Tetapi Ari tidak mengijinkannya, tetap memegangi tangan Iin dan kembali menariknya agar tetap menempel di dadanya.
Iin yang tahu bahwa Ari sedang merajuk hanya bisa tersenyum senang, sedetik kemudian Iin menangkup wajah Ari kemudian menciumi bertubi-tubi.
__ADS_1
"Cemburu ya?" goda Iin sambil terkekeh.
"Menurut kamu?" jawab Ari yang menurutnya bukan pertanyaan tetapi sebuah penekanan bahwa dia memang cemburu.
"Gak terjadi apa-apa pah, kan kami sudah bukan suami istri lagi. Emang pengennya terjadi apa? Lagian Mas Yudi semalam tidurnya di kamar Aldi kog gak dikamar aku." jelas Iin panjang lebar, agar Ari tidak merajuk lagi.
"Beneran?" tanya Ari yang masih belum percaya.
"Ya uda kalau gak percaya gak apa-apa sih." jawab Iin dengan berusaha bergeser dari duduknya.
Tetapi kembali Yudi tidak mengijinkan dia malah semakin memeluk Iin dengan erat dan memberi kecupan di pucuk kepalanya.
Berbeda kalau seandainya tadi malam terjadi apa-apa antara Yudi dan Iin, pasti ketika berhubungan tadi Ari bisa merasakannya. Karena ketika berhubungan tadi sebenarnya Ari hanya akan mengecek saja apakah benar tidak terjadi apa-apa, selain memang dia juga sedang bergairah begitu melihat Iin.
Keduanya masih terus berpelukan untuk melepaskan rindu yang selama ini tertahan. Sampai akhirnya Ari kembali membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Kapan kamu siap aku lamar mah?" tanya Ari langsung pada tujuan awalnya mendekati Iin.
"Iya sabar ya pah, kan Mas Yudinya baru tahu kemarin. Nanti juga pasti kita akan menikah kog!" jawab Iin sambil mengelus-elus pipi Ari dan meraba bibir Ari yang sudah sering memberinya kenikmatan itu.
"Yang penting kan uda tahu, kemarin katanya nunggu biar tahu dulu." jawab Ari yang kembali merajuk.
"Iya-iya." jawab Iin.
Iin yang tahu bahwa Ari akan kembali merajuk akhirnya dia menggunakan cara lain untuk membuatnya berhenti merajuk.
Iin segera duduk dilantai dibawah kaki Ari dan membuka kaki Ari agar ada ruang untuknya. Kemudian segera membuka celana Ari. Ari tahu apa yang akan dilakukan Iin pun membiarkannya. Dan mata mereka saling memandang, seakan mengatakan bahwa kabut gairah kembali menyerang mereka.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Tinggalkan jejak
Jangan lupa like, komen dan hadiah 🙏