
Keesokan harinya, kedua orang tua Yudi sudah sampai di tahanan.
Setelah menempuh perjalanan berjam-jam akhirnya kedua orang tua Yudi sampai juga di kota M dan langsung menuju ke polsek dimana Yudi berada.
Setelah mereka melapor di pos penjagaan, penjaga pun tahu kalau keduanya adalah orang tua dari Yudi yang memang sedang ditunggu kedatangannya untuk proses lebih lanjut mengenai kasus yang Yudi hadapi.
Mereka diantar oleh polisi penjaga menuju ke ruangan penyidikan, dan disana mereka sudah disambut oleh polisi penyidik yang menangani kasus Yudi. Setelah sebelumnya dari pos penjagaan polisi tersebut sudah lebih dulu menghubungi polisi penyidik untuk memberitahukan kedatangan orang tua Yudi.
Setelah sedikit banyak berbincang mengenai kasus yang dialami oleh Yudi, dan juga tindakan yang akan dilakukan kedepannya seperti apa, akhirnya mereka diijinkan untuk bertemu dengan Yudi di ruangan khusus untuk bertemu dengan narapidana.
Yudi yang melihat dari kejauhan bahwa orang tuanya datang pun seketika meneteskan air mata. Setelah sampai dihadapan mereka, Yudi dengan segera memeluk kedua orang tuanya sambil terus mengatakan permintaan maaf karena sudah mengecewakan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Sepurane sing akeh Pak Bu, wes gawe wirang sampean! (Maafkan saya Pak Bu, sudah bikin malu kalian!)" kata Yudi sambil terus menangis menyesali perbuatannya.
"Iyo wes le gak opo-opo, jenenge ae lagi dikei cobaan ambeg sing Kuoso. Sing sabar ae ya! (Iya sudah nak tidak apa-apa namanya juga lagi dikasig cobaan sama yang Kuasa. Yang sabar aja ya!)" kata kedua orang tua Yudi menguatkan Yudi.
Tak lupa mereka juga membahas tentang Iin yang tidak mau datang dan sudah tidak mau tahu tentang Yudi. Kedua orang tua Yudi pun juga menyampaikan bahwa Iin akan segera menggugat cerai dengan alasan sudah tidak memberi nafkah lahir maupun batin. Karena sebelum berangkat ke kota M, perwakilan dari pihak keluarga Iin sudah menyampaikannya lewat telepon.
Yudi yang mendengar kabar itu seketika menjadi down, tapi memang dia sudah menebak bahwa Iin akan melakukan hal itu. Dan untuk kesekian kalinya Yudi harus dengan ikhlas menerima jalan hidupnya, dia hanya berharap bahwa semua yang dia alami saat ini suatu saat akan menghadirkan pelangi yang indah.
...****************...
Berbanding terbalik dengan kehidupan Iin saat ini, dia merasa sangat senang dan bahagia. Karena gugatan yang dia ajukan serta hak asuh anak yang dia minta, akan segera dikabulkan. Dan tentu saja dia akan resmi bercerai dengan Yudi, yang sudah membuat dia dan keluarga besarnya menanggung malu menurut dia.
__ADS_1
Sari yang mengetahui hal itu sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Karena Sari sudah berusaha terus menerus untuk membujuk kakaknya mengurungkan niat bercerainya.
Tapi karena kakaknya itu tidak mengindahkan sama sekali setiap perkataannya, akhirnya dia menyerah dan membiarkan apa saja yang akan dilakukan oleh kakaknya tersebut.
Dan tentu saja kabar gembira menurut Iin itu dia sampaikan kepada Ari, orang yang selalu ada disampingnya selama ini. Ari yang jelas juga menginginkan kabar ini, tentu saja menjadi orang pertama yang sangat bahagia.
...****************...
Tetap semangat kakak 💪
Mohon dukungannya jangan lupa like, komen dan hadiahnya 🙏
__ADS_1