
Di suatu daerah terpencil yang jelas tidak ada sinyal. Terlihat seorang laki-laki yang merasakan tubuhnya sangat lemah. Dia merasakan perutnya terasa mual yang sangat. Entah kenapa dia sendiri juga tidak tahu, padahal juga tidak ada penyakit yang diderita. Bahkan sudah beberapa kali periksa ke bidan terdekat di daerah itu tetapi tetap masih belum ada perubahan.
"Eh Bos Ari kenapa itu ya? Kasihan sekali sakit apa sih sebenarnya? Setiap kali selesai makan pasti selalu saja muntah-muntah dan terasa lemas." ucap salah satu pegawai disana kepada seorang temannya yang melihat Ari terduduk lemas di kursi disekitaran proyek yang sedang dikerjakan.
Ya, dia adalah Ari. Laki-laki yang dicari oleh hampir seluruh keluarga besar Iin. Dan diapun sebenarnya juga kelimpungan karena mencari sinyal untuk menghubungi Iin tetapi tidak bisa. Jujur saja sebenarnya dia memang laki-laki yang bertanggung jawab, tetapi karena memang dia harus melakukan pekerjaannya sehingga membuat orang lain berpikir bahwa dia lari dari tanggung jawab.
"Iya gak tahu itu Bos Ari kenapa, padahal juga uda periksa lho tapi tetap aja seperti itu." jawab teman yang satunya.
Ari yang sedang bersandar dikursi merasakan kepalanya yang terasa sangat pusing, bahkan hanya untuk berdiri saja dia merasa keliyengan maka dari itu dia lebih memilih untuk duduk bersandar dan memejamkan matanya.
"Aduh aku ini sebenarnya sakit apa sih? Kog rasanya seperti ini!" batin Ari frustasi.
__ADS_1
"Iin kamu sedang apa disana? Maaf aku belum bisa menghubungi kamu, susah sekali sinyalnya disini!" seperti itu terus yang dia gelisahkan hampir setiap hari. Tetapi dia sendiri juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Sedang asyiknya berkecamuk dengan pikiran, tiba-tiba datanglah seorang gadis cantik yang polos anak dari kepala desa setempat menghampirinya.
"Maaf Mas Ari, masih pusing ya? Ini Siti bawakan teh hangat bisa untuk mengurangi pusing dan mualnya. Silahkan diminum mumpung masih hangat." ucap Siti sambil menyerahkan segelas teh yang masih hangat kepada Ari.
Jujur saja sebagai lelaki normal siapa saja pasti akan tertarik dengan Siti. Selain memang cantik dan polos dia sangat baik, bahkan kepada semua orang tanpa memandang siapa dan bagaimana kondisi perekonomian mereka.
Ari kemudian membuka matanya dan menoleh untuk melihat dimana Siti berada.
Siti yang notabene belum pernah merasakan apa yang namanya cinta, entah kenapa setiap melihat senyuman dari Ari yang ditujukan kepadanya merasa salah tingkah.
__ADS_1
"Emm.. Ya sudah kalau begitu Mas, Siti kembali dulu ke rumah nanti kalau butuh apa-apa Mas Ari bisa ke rumah." ucap Siti malu-malu.
"Iya terima kasih sekali lagi ya Sit." jawab Ari dengan tulus.
Kemudian Siti berlalu dari hadapan Ari dan kembali kerumahnya. Ari hanya melihat kepergian Siti begitu saja, kemudian dia mulai meminum teh yang sudah diberikan oleh Siti untuk mengurangi rasa mual dan pusingnya. Kemudian lebih memilih untuk kembali memejamkan matanya dan berharap ketika bangun nanti sudah merasa segar kembali.
...****************...
Tetap semangat 💪
Mampir kak di karya kedua ku 👇
__ADS_1
Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏