Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 28 (Session 2)


__ADS_3

Keesokan harinya Ari sudah bersiap akan pergi kerumah Iin. Dia sudah menyiapkan mental untuk menghadapi semua keluarga besar Iin. Dia tidak mau menjadi laki-laki pengecut yang lari begitu saja karena takut. Dia akan menghadapi apapun yang ada didepannya nanti. Karena Ari merasa ada darah dagingnya yang sedang dikandung Iin.


Kebetulan saat ini Sari dirumah kakaknya, dia baru saja pulang mengantar sekolah Aldi. Karena perut Iin yang semakin besar jadi Sari mendapat tugas untuk mengantar jemput Aldi jika tidak berhalangan dengan jam kerjanya setiap hari.


Seperti biasa Sari ikut sarapan terlebih dahulu dan setelah itu dia bersantai dirumah kakaknya. Dia tidak membantu sang Ibu, karena sudah ada pekerja yang mengerjakan setiap hari tanpa menginap dirumah.


Ari yang sudah sampai didepan rumah Iin tidak ada keraguan sama sekali dalam hatinya untuk mempertanggungjawabkan atas apa yang sudah dia lakukan. Dia segera mengetuk pintu rumah Iin.


"Assalamualaikum.." seru Ari seraya mengetuk pintu.


Saat itu Iin sedang berada dikamar mandi, sedangkan Sari rebahan santai disofa sambil menonton televisi. Begitu mendengar ada tamu Sari segera duduk dan bangkit berdiri untuk membukakan pintu.


"Walaikumsalam.." jawab Sari.


"Siapa lagi pagi-pagi gini ada tamu, orang minta-minta pasti. Rajin bener pagi gini uda keliling." gerutu Sari sambil terus berjalan menuju pintu.


Begitu Sari membuka pintu dia merasa heran karena ada seorang laki-laki dewasa yang terlihat rapi bertamu. Karena memang Sari sedikit lupa dengan wajah Ari apalagi saat ini Ari memakai kacamata.


"Cari siapa Mas?" tanya Sari dengan melihat penampilan Ari dari atas sampai bawah.


"Sari lupa ya sama aku? Wah aku harus jujur gak nih kalau Sari lupa gini?" batin Ari.

__ADS_1


"Mas, ditanya kog malah bengong sih?" kesal Sari.


"Eh.. maaf Mbak saya mau ketemu sama Iin. Iin nya ada?" tanya Ari ragu.


"Mas siapa?"


Belum sempat Ari menjawab Iin sudah datang dari arah belakang.


"Siapa Sar? Kog gak disuruh masuk?" tanya Iin penasaran segera melihat siapa yang datang.


Begitu melihat orang yang berdiri diluar pintu Iin ternyata orang yang selama ini ada dipikirannya Iin merasa sangat kaget.


"Mas.. Mas Ari!" seru Iin dengan mata berkaca-kaca.


"Mas Ari? Kog lebih cakepan sekarang ya daripada dulu!" gumam Sari yang hanya bisa didengar olehnya sendiri.


"Iya Iin ini aku." Ari menjawab sambil menundukkan kepalanya karena malu sudah mempunyai pikiran negatif kepada Iin.


"Mari Mas silahkan masuk." ajak Iin.


Ari pun mengikuti Iin untuk masuk dan duduk disofa ruang tamu Iin. Dan Sari segera ke dapur untuk membuatkan minuman Ari.

__ADS_1


Tidak ada perbincangan semenjak Sari ke dapur untuk mengambil minum sampai dia kembali lagi ke ruang tamu.


"Diminum Mas Ari."


"Iya terima kasih banyak Sar."


"Silahkan kalian selesaikan dulu masalah kalian, aku permisi dulu mau manggil Ibu dan Pakde kesini biar semakin jelas penyelesaiannya." ungkap Sari.


"Jangan Sar, Mbak takut nanti Mas Ari kenapa-kenapa." cegah Iin takut.


"Gak apa-apa Iin aku sudah siap kog. Makanya aku kesini mau mempertanggungjawabkan perbuatan ku."


"Silahkan Sar kamu panggil Ibu dan Pakde kamu juga." lanjut Ari.


Iin hanya bisa pasrah melihat kepergian Sari untuk memanggil Ibu dan Pakdenya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Mampir kak dikarya aku yang lain 👇

__ADS_1


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏



__ADS_2