Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 80


__ADS_3

Kemudian Iin kembali duduk di dekat Ari.


"Maaf ya pah atas sikap Sari." ungkap Iin.


"Gak masalah uda biasa. Kan memang Sari orangnya kayak gitu." ucap Ari mencoba menghibur dirinya sendiri.


"Ya itu salah satu alasan kenapa aku belum mau cepat-cepat kita menikah pah. Aku takut keluarga ku gak setuju dengan kamu. Contohnya aja Sari kayak gitu " jujur Iin dengan sendu.


Ari yang mengerti akan kegundahan sang kekasih, akhirnya menarik lengannya pelan untuk dibawa duduk disebelahnya. Kemudian memeluknya untuk memberi ketenangan.


"Iya gak apa-apa aku akan tunggu pelan-pelan. Yang penting jangan lama-lama ya." kata Ari sambil mencium pucuk kepala Iin dengan sayang.


"Ya uda aku pulang dulu, gak enak terlalu lama disini nanti malah jadi omongan." seru Ari dengan beranjak dari duduknya untuk siap-siap akan pulang.


"Iya hati-hati."


...****************...


Di lain pihak, ada Yudi yang sedang di dalam perjalanan menuju rumah kedua orang tuanya.

__ADS_1


Yudi melamun seakan-akan dia mengingat kembali setiap jalan kehidupannya ada di depan mata. Sampai akhirnya dia berandai-andai, seandainya tidak begini... Seandainya tidak begitu..


Tetapi sedetik kemudian dia tersadar sekali lagi, bahwa semua sudah ditakdirkan untuknya. Jadi harus dengan ikhlas menjalani semuanya.


Tak terasa sudah hampir sampai di tujuan, akhirnya Yudi pun bersiap-siap akan turun.


Setelah turun dia mencari ojek untuk mengantar ke rumahnya. Karena untuk menuju kerumahnya berjalan kaki akan sangat jauh, sedangkan tidak ada kendaraan umum untuk menuju kesana. Hanya ojek yang bisa mengantarkan.


Sampai di depan rumah ternyata pintu rumah terkunci dan sudah dipastikan bahwa tidak ada orang di dalam rumah tersebut. Karena memang Yudi tidak memberi tahu kedua orang tuanya bahwa dia sudah kembali.


Akhirnya dia hanya menunggu di kursi depan rumah sambil beristirahat setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh dari kemarin.


"Pak, pak sopo kae kog dirumah kita?" tanya Ibu Yudi yang memang tidak terlalu jelas melihat, karena jarak mereka masih cukup jauh.


"Iyo gak tahu buk, tamu penting paling makane nunggu kita." jawab bapak Yudi yang juga tidak tahu menahu soal kepulangan Yudi.


"Yo wes ayo pak buruan kita lihat dia siapa." kata Ibu Yudi dengan berjalan lebih cepat.


Setelah sampai keduanya sempat berhenti dan terdiam. Karena Yudi ternyata tertidur sambil duduk. Sebagai orang tua jelas sekali mereka mengenali anak mereka.

__ADS_1


Dengan berjalan pelan dan mata yang berkaca-kaca mereka menghampiri Yudi. Begitu sampai kedua orang tua itu tidak bisa menahan harunya. Akhirnya dengan segera memeluk Yudi dengan erat.


Yudi yang kaget pun langsung terbangun dan melihat kedua orang tuanya yang menangis haru dengan kedatangannya.


"Ya ampuuuunn le, kamu kapan datang? Kenapa tidak kasih kabar dulu? Kamu tadi dijemput siapa? Kamu sama siapa?" tanya ibu Yudi bertubi-tubi.


Yudi yang mendengar semua pertanyaan ibunya hanya tersenyum senang. Karena begitu perhatiannya sang ibu kepadanya.


"Kalau tanya satu-satu tow buk, kasihan anak kita bingung jawabnya." kata sang suami dengan membelai wajah anak semata wayangnya karena memang sudah kangen dengannya.


"Pak buk, kita masuk dulu aja yuk biar enak ngobrol nya." kata Yudi dengan tersenyum.


"Astagfirullah!" seru keduanya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Tinggalkan jejak

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan hadiah 🙏


__ADS_2