
Setelah beristirahat cukup lama, meskipun tidak benar-benar tidur, akhirnya Aldi bangun kemudian membersihkan diri. Dia sudah lebih tenang dan sudah lebih menyiapkan diri untuk menerima apa yang akan didengarnya nanti.
Dirasa semuanya siap, Aldi keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk makan. Karena memang jam makan malam.
Iin juga saat itu sedang berada di dapur menyiapkan makanan untuk anaknya dan dirinya sendiri. Melihat Aldi yang menuju meja makan Iin seketika tersenyum, tetapi Aldi tidak menanggapinya sama sekali. Dia pura-pura tidak melihatnya.
Akhirnya mereka menikmati makan malam mereka dengan hening tanpa ada yang membuka suara. Setelah keduanya selesai, Aldi bersiap untuk beranjak dari duduknya dan akan pergi dari ruang makan.
"Tunggu bunda bentar diruang keluarga ya Al? Bunda mau bersihin bekas makan kita dulu." kata Iin sebelum Aldi benar-benar keluar dari ruang makan.
Aldi hanya menjawab dengan berdehem saja tanpa menoleh sedikitpun dan terus berjalan menjauh. Iin yang melihat itu hanya menghela nafas pelan.
Setelah beberapa saat, akhirnya Iin sudah menyelesaikan semuanya dan bersiap untuk menyusul Aldi yang saat ini berada di ruang keluarga.
__ADS_1
Aldi yang melihat bundanya datang hanya melirik saja dan dengan segera mematikan televisi yang saat ini sedang dia tonton, meskipun pikirannya tidak fokus sama sekali dengan tayangan televisi itu. Karena merasa bundanya akan membicarakan hal yang serius sehingga dia menghargai dengan mematikan televisi.
Tanpa disuruh Iin segera duduk disebelah Aldi dan memegang kedua tangannya supaya Aldi mau menoleh kepadanya.
"Gimana keadaan kamu? Uda enakan kan?" tanya Iin basa-basi.
"Langsung aja bunda mau ngomong apa!" kata Aldi to the point, dan tetap membiarkan bundanya memegang tangannya sehingga dia terus menoleh kepada orang yang sudah melahirkannya itu.
Aldi hanya diam saja mendengarkan setiap perkataan ibunya.
"Bunda mau jujur sama kamu, kenapa bunda selalu menghindar ketika kamu minta menghubungi ayah, karena yang sebenarnya terjadi adalah ayahmu di kota M itu sedang dipenjara dia terkena kasus yang mengakibatkan dia menerima hukuman seperti itu..."
Iin menjeda sejenak perkataannya, melihat reaksi anaknya. Tetapi dia tidak melihat Aldi yang kaget sama sekali.
__ADS_1
"Dan bunda tidak mau ikut campur, bunda takut berurusan dengan polisi karena bunda gak ngerti apa-apa. Jadi bunda sengaja mengganti nomor biar ayahmu atau pihak polisi tidak bisa lagi menghubungi bunda." lanjut Iin dengan suara yang sudah bergetar menahan tangis.
"Tapi apa yang bunda lakukan itu salah! Justru bunda malah ninggalin ayah disaat ayah butuh orang untuk selalu berada disampingnya! Bunda semakin jauh ninggalin ayah karena bunda ternyata sudah menceraikan ayah dan sudah menjalin hubungan dengan orang lain bahkan sebelum kalian bercerai! Yang ternyata sudah terang-terangan bertemu!" ungkap Aldi dengan menggebu-gebu menahan amarah dan tangisnya, dengan sengaja pula dia melepaskan tangan yang sebelumnya digenggam oleh ibunya.
Iin yang mendengar semua perkataan anaknya seketika menjadi kaget. Dari mana Aldi tahu semuanya bahkan sebelum dia bercerita? Air mata yang semula ditahannya dengan segera keluar begitu saja tanpa ijin.
...****************...
Tetap semangat 💪
Jangan lupa tinggalkan jejak
Like, komen dan hadiahnya 🙏
__ADS_1