
Di lain pihak, Yudi sudah mulai menjalankan usahanya dengan modal dari kedua orang tuanya. Dia memilih membuka usaha online pakaian dan serba-serbinya. Dia mulai mencari distributor yang mau kerjasama dengannya. Kemudian secara pelan-pelan dia mulai menawarkan jualannya baik secara langsung door to door ataupun secara online di semua media sosialnya.
Dia menekuni secara perlahan apa yang dikerjakannya, karena dia sudah berniat untuk tidak lagi mengecewakan orang-orang yang sudah sayang kepadanya.
Seperti saat ini usahanya cukup lumayan berkembang. Karena banyak orang yang menyukai apa yang dia tawarkan. Dan dia mulai mengemas barang-barang yang sudah masuk daftar pesanan.
Saat ini Aldi sedang bersamanya, karena libur sekolah yang lumayan lama jadi Aldi memanfaatkan untuk liburan di rumah ayahnya sekalian dia membantu usaha ayahnya itu. Jadi Aldi sendiri tidak tahu menahu soal keadaan ibunya yang sedang sakit.
"Wah yah, seneng ya uda mulai banyak pesanan!" seru Aldi dengan antusias sambil membantu sang ayah membungkus beberapa pesanan.
"Iya Alhamdulillah nak, ini semua berkat doa kamu juga." jawab Yudi dengan tersenyum, dia juga sedang membungkus pesanan-pesanan yang masuk.
Sedang asyiknya mereka mengemas dan bercakap-cakap, datanglah kedua orang tua Yudi menghampiri mereka.
"Ayo istirahat dulu, makan dulu nanti kerjanya dilanjut lagi." ajak Ibunya Yudi.
"Nanti dulu eyang masih nanggung ini.." tolak Aldi.
"Daritadi nonggang nanggung terus kie piye tow.." keluh Ibunya Yudi.
Aldi dan Yudi hanya menjawab dengan terkekeh saja. Karena memang mereka sudah daritadi disuruh makan tapi belum juga beranjak untuk makan dan beristirahat.
__ADS_1
"Ya wes biarkan sek tow buk, nanti kalau lapar juga makan sendiri." ucap Ayahnya Yudi untuk menenangkan istrinya.
"Ya wes kalau gitu eyang mau tidur siang dulu ya. Jangan lupa makan pokoknya." jawab Ibunya Yudi sambil berlalu menuju ke kamarnya. Ayahnya Yudi pun mengikuti istrinya untuk beristirahat di kamar. Karena keduanya baru saja pulang dari kebun untuk mengerjakan apa saja yang bisa dikerjakan di kebun mereka.
"Siap laksanakan eyang!" seru keduanya bersamaan disertai dengan kekehan kecil keduanya.
Di dalam kamar.
"Alhamdulillah ya pak, anak kita usahanya cukup maju. Semua karena usahanya jadi tidak pernah sia-sia. Biarkan semua yang terjadi kemarin semakin membuat dia lebih dewasa ya pak." ucap Ibunya Yudi dengan mengintip anak serta cucunya yang ada di ruang tamu mereka.
"Iya kita doakan saja terus bu, semoga kedepannya semakin lebih baik lagi."
Akhirnya setelah beberapa saat mereka selesai mengemas pesanan tersebut.
"Ahhh selesai juga!" seru Aldi dengan beranjak dari duduknya, untuk menata beberapa paket yang sudah siap untuk dikirim ke pengiriman.
"Capek ya Al? Maaf ya harusnya kamu kesini liburan kog malah capek-capek bantuin ayah." ucap Yudi dengan mendekat ke arah Aldi dan memberi pijatan di kedua bahunya pelan.
"Meskipun capek tapi yang penting seneng Yah, karena capek kita gak sia-sia. Capek kita mendatangkan cuan hehe."
"Amin!" jawab Yudi kemudian tertawa bersama.
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita makan dulu, nanti kanjeng mami ngomel-ngomel lagi." ajak Yudi sambil beranjak ke arah dapur.
"Iya bener juga Yah, bahaya kalau kanjeng mami uda ngomel gak berhenti-berhenti." Aldi mengikuti ayahnya menuju ke dapur dengan masih terdengar tawa di antara keduanya.
Aldi dan Yudi menyebut eyang putri mereka kanjeng mami, karena kalau sudah mendapat perintah dari beliau tidak ada yang berani melawannya.
...****************...
Tetap semangat 💪
Hari senin kak, jangan lupa votenya 🙏
Like, komen dan hadiahnya
Mampir juga yuk di karya kedua ku 👇
Mohon dukungannya
Tinggalkan jejak disana yaa...
__ADS_1