Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 58


__ADS_3

Setelah mengirim pesan kepada Ari untuk memberitahukan nama Rumah sakit dan di ruangan apa, akhirnya Iin terlihat mengantuk. Dia bersandar di sofa dengan ponsel yang masih digenggamannya.


Kurang lebih 30 menit kemudian,Ari sudah sampai di depan ruangan tapi dia tidak mau masuk akhirnya mengirim pesan kepada Iin bahwa dia sudah ada di depan ruangan.


Bukan tidak mau berusaha mendekati Aldi, tapi Ari masih sedikit menjaga jarak. Karena tidak mudah menerima orang luar sebagai pengganti ayah sedangkan ayahnya sendiri masih ada.


Iin yang kaget karena merasa ponsel yang ada digenggamannya bergetar, akhirnya terbangun dan mengecek ponselnya. Kemudian dengan segera berjalan menuju pintu keluar, tetapi sebelumnya mengecek dulu keadaan Aldi.


Setelah sampai diluar, Iin melihat Ari yang sudah duduk bersandar sambil memejamkan mata.


"Kalau ngantuk tadi gak usah datang kesini." ucap Iin dengan sedikit cemberut.


"Apa sih mah, gak disambut malah dicemberutin." kata Ari sambil menarik pinggang Iin agar duduk bergeser di dekat Ari. Dan dengan segera memberi kecupan sekilas di bibir Iin.


"Uda ini makan dulu keburu dingin nanti gak enak." lanjut Ari sambil memberikan kantong kresek putih yang berisi martabak telur pesanan Iin.

__ADS_1


Iin kemudian segera menikmati martabak tersebut hingga hampir habis.


"Laper bu..." ledek Ari.


"Masa pertumbuhan pak hehe." jawab Iin dengan bercanda.


"Uda kenyang ah, tar takut gendut kalau banyak-banyak." lanjut Iin sambil memberikan sisa martabak yang tinggal sedikit kepada Ari.


"Hmmm...." Ari hanya menjawabnya dengan berdehem saja.


"Ya uda ayo masuk aja pah disini dingin nanti malah masuk angin semua." jawab Iin sambil menarik Ari untuk masuk ke dalam ruangan.


Ari yang sebenarnya merasa canggung apabila nanti Aldi tahu kalau dia ada disana, akhirnya memilih menurut saja dengan Iin. Palingan juga Aldi masih tidur dan besok pagi sebelum Aldi bangun dan Sari juga ibunya datang dia bisa segera pulang, pikirnya.


Setelah keduanya masuk dan duduk di sofa yang tersedia, dengan segera mereka tertidur dengan Iin yang bersender di bahu Ari.

__ADS_1


Dan sebelum pagi menjelang, Ari sudah terlebih dulu bangun. Dia kemudian ke kamar mandi sebentar untuk membasuh mukanya untuk mengurangi rasa kantuknya.


Kemudian dia segera membangunkan Iin dan berpamitan kepadanya. Iin pun mengantarkan sampai di depan ruangan. Keduanya saling berpelukan dan Ari berjanji nanti malam dia akan datang lagi untuk menemani Iin berjaga.


Setelah itu Iin mengecek kondisi Aldi dan kebetulan saat itu Aldi baru saja membuka mata. Dengan segera Iin melakukan tugasnya, seperti membasuh muka, tangan, kaki dan tubuh Aldi agar kelihatan lebih segar.


Selama Iin melakukan tugas tersebut, Aldi hanya diam saja dan tanpa melihat ke arah ibunya sama sekali. Jujur dia merasa kecewa dengan ibu dan keluarganya karena dia tidak diberitahu sama sekali tentang ayahnya. Padahal seharusnya dia berhak tahu.


Iin sebenarnya merasa bahwa Aldi terlihat cuek sekali dengannya. Iin sempat berpikir apa mungkin Aldi mengetahui rahasia yang selama ini disimpan oleh ibunya? Tetapi Iin tidak mau memusingkan hal itu, akhirnya dia dengan segera menyelesaikan tugasnya.


Dan tidak berapa lama, akhirnya Sari dan ibunya datang membawa tas berisi pakaian ganti untuk Iin dan juga Aldi. Dan nanti siang keluarga mereka juga akan datang untuk menjenguk Aldi.


...****************...


Tetap semangat kak 💪

__ADS_1


Mohon dukungannya jangan lupa like, komen dan hadiahnya 🙏


__ADS_2