Priaku Bukan Suamiku

Priaku Bukan Suamiku
Bab 16 (Session 2)


__ADS_3

Sesampainya Pakde di Rumah Sakit, beliau segera menuju ke ruangan Ibunya Iin. Disana terlihat masih ada Sari yang setia menunggui sang Ibu. Dan Sari sedang menyuapi Ibunya karena memang baru saja mendapatkan jatah makanan dari Rumah Sakit.


Begitu melihat kedatangan Pakdenya, sebenarnya Sari sudah menebak bahwa kakaknya sudah menemuinya dan saat ini sang Pakde akan membahas hal itu. Tetapi Sari lebih memilih pura-pura tidak mengetahui apapun.


Setelah makanan habis, Sari berinisiatif untuk keluar dari ruangan dengan alasan akan pergi ke kantin sebentar. Dan diberi ijin oleh Ibu dan Pakdenya.


Begitu melihat Sari sudah keluar dari ruangan, Pakde pun segera menghampiri kakaknya yang masih terbaring di ranjang pasien.


"Gimana kabarnya Mbakyu?" tanya Pakde.


"Yang seperti kamu lihat dek, Mbak kayaknya uda gak ada harapan lagi." lirih Ibunya Iin.


"Hust.. ngomong apa sih Mbak! Semua yang terjadi itu sudah jalanNya jadi kita tinggal melewatinya aja. Percaya semua ada hikmahNya." nasihat Pakde panjang lebar.


"Gimana gak putus asa dek, Mbak gak tahu mesti gimana lagi mikirin masalahnya Iin." Ibunya Iin berkata seperti itu dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.


"Memangnya Mbak maunya gimana?" pancing Pakde. Karena Pakde ingin Ibunya Iin ngomong sendiri secara langsung kepadanya.

__ADS_1


"Aku pengennya Iin nikah lagi sama Yudi. Pasti Yudi mau kalau disuruh tanggung jawab sama anak yang dikandung Iin saat ini! Pasti mau dia! Aku gak mau punya menantu selain Yudi!" seru Ibunya Iin, karena berharap bahwa adiknya ini datang membahas masalah ini karena ingin mendukung keputusannya.


Pakde menghela nafas pelan. Ternyata benar apa yang dikatakan Iin bahwa Ibunya benar-benar ingin kembali menjadikan Yudi sebagai menantunya.


"Begini Mbak, bukannya saya tidak setuju sama keputusan yang Mbak ambil. Cuma kita juga harus pikirkan gimana perasaan Yudi Mbak. Tidak banyak laki-laki yang bisa tanggung jawab atas apa yang tidak mereka lakukan. Saya juga laki-laki Mbak, mungkin awal-awal bisa saja menerima tapi semakin lama nanti pasti masalah itu nanti akan menjadi boomerang rumah tangga mereka." jelas Pakde panjang lebar berharap semoga kakaknya bisa mengerti.


Ibunya Iin pun hanya diam mendengarkan setiap perkataan Pakdenya, di dalam hatinya dia membenarkan apa yang diucapkan adiknya ini.


"Trus kita harus diam saja dan membiarkan perut Iin makin besar gitu?" tanya Ibunya Iin dengan sedih.


Akhirnya Ibunya Iin pun mau mengerti dan menerima semuanya dengan lapang dada.


...****************...


Di belahan bumi yang lain, Ari benar-benar merasa ingin segera pulang untuk menemui Iin. Tetapi dia tidak bisa melakukannya karena memang pekerjaannya yang memang belum selesai.


Ketika sedang asyik melamun di teras rumah kontrakannya, tiba-tiba Siti datang dengan membawa rantang berisi makanan yang dimasaknya baru saja.

__ADS_1


"Mas Ari ini Siti bawakan makanan, silahkan dimakan mumpung masih hangat." ucap Siti dengan menyerahkan rantang tersebut kepada Ari.


"Wah terima kasih banyak ya Sit, kog repot-repot segala nganter makanan." jawab Ari sambil menerimanya dari tangan Siti.


"Gak repot kog Mas, tadi mumpung Siti tidak repot jadi bisa masak." jawab Siti malu-malu.


"Kamu yang masak sendiri ini brarti? Oke aku cobain dulu ya." Ari menyendokkan makanan tersebut ke dalam mulutnya. Kemudian diam beberapa saat untuk merasakannya.


"Hmm.. enak Sit masakan kamu." ucap Ari dengan antusias.


Kemudian dia segera menghabiskan makanan tersebut, sedangkan Siti hanya tersenyum karena Ari suka dengan masakannya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiah jangan lupa 😉

__ADS_1


__ADS_2